Bab 1
Bu Armini
Tanggal: 3 September 2012
-Jika tanaman tidak
bisa menghasilkan bunga karena faktor iklim dan lain-lain, maka pemuliaan
tanaman masih bisa dilakukan dengan bioteknologi.
-Protoplas = Sel tanpa dinding sel
-Untuk menghasilkan minyak atsiri dan nilam bisa
menggunakan bioteknologi.
--Keuntungan
bioteknologi =
-Dapat dilakukan kapan
saja.
-Bahan perbanyakannya
tidak banyak per tahun sehingga tidak merusak tanaman induk.
-Bibit yang dihasilkan
jumlahnya banyak per tahun.
-Bibit yang diahsilkan
seragam.
-Bibit bebas patogen.
-Memperbanyak tanaman
yang sulit secara alami.
-Biji Anggrek tak
memiliki endosperma untuk berkecambah (jamur yang mampu bersimbiosis dengan
anggrek) cadangan makanan bagi anggrek – Lapisan makanan dai cendawan
-Contoh tanaman yang
dapat di kultur:
Kentang, asparagus,
strawberry, pisang, krisantenum, jati, vanila, kunyit, jahe, dll.
-Alasan utama kunyit
di produksi secara bioteknologi:
Memecahkan dormansi,
agar semua rimpang bisa diproduksi.
-Yang harus kita garap
= manggis, nanas, pepaya, pisang.
-Kitin bisa membuat
kurus.. tanaman mempunyai kitin akan tahan terhadap cendawan.
Tidak boleh dari sel gen manusia
Tidak boleh dari sel hewan yang haram
Boleh jika dalam skala research obat.. misal
sel kanker dimasukkan ke tanaman atau hewan.
Anak autis tidak boleh makan asam amino
tertentu (buat vaksin ke dalam buah-buahan)
Dasar-dasar Bioteknologi
Bab 2
Bu Armini
Tanggal: 10 September 2012
--Kegunaan lain kultur
jaringan:
-Manipulasi kromosom :
Mutasi kromosom, embrio rescue, kultur anter.
-Memproduksi umbi
mikro.
-Memproduksi metabolit
sekunder.
-Membuat tanaman bebas
penyakit.
-Subkultur =
Pemindahan kultur vitro ke media baru.
Eksplan = Bagian
tanaman yang dikulturkan.
-Tunas adventif =
Tunas yang tumbuh tidak pada tempatnya yang semestinya dalam organ.
-Yang pertama kali
tumbuh: embrio zygotik.
-Perbanyakan bibit
lebih dianjurkan menggunakan metode 1.
-Metode perbanyakan
dengan kultur jaringan:
1. secara langsung =
pucuk / akar langsung dari eksplan
2. secara tidak
langsung = pembentukan pucuk terjadi setelah pembentukan kalus
--Tahap perbanyakan
bibit vitro:
1. Tahap 0 = Seleksi
tanaman induk
2. Tahap 1 =
Mendapatkan eksplan yang steril.
(waktu harus tepat,
konsentrasi juga harus tepat)
3. Tahap 2 =
4. Tahap 3 = Persiapan
plantlet sebelum aklimatisasi. Tunas/planlet yag dihasilkan dari tahap 2
ditumbuhkan pada media tanpa karbohidrat (membiasakan mulai fotosintesis,
intentsitas cahaya ditingkatkan)
5. Tahap 4 =
Aklimatisasi planlet. Tahap adapatasi planlet dari steril ke semi-steril (ke arang sekam) kelembaban dijaga
sampai 60%
-Media yang kita pakai
mempengaruhi genetik dan kecepatan tumbuh.
-Kita harus tahu kapan
fase somatik dan zygotik
-Umumnya pestisida
yang dipakau adalah bakterisida dan fungisida yang sifatnya sistemik.
-Ekplan paling gampang
tumbuh dari sel yang juvenil, jaringan yang paling juvenil adalah jaringan
meristem.
-Propagila = Bagian
yang digunakan untuk perbanyakan yang sudah aseptik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar