Senin, 18 Juli 2016

Dasar-dasar Bioteknologi



Bab 1
Bu Armini
Tanggal: 3 September  2012

-Jika tanaman tidak bisa menghasilkan bunga karena faktor iklim dan lain-lain, maka pemuliaan tanaman masih bisa dilakukan dengan bioteknologi.

-Protoplas = Sel tanpa dinding sel

-Untuk menghasilkan minyak atsiri dan nilam bisa menggunakan bioteknologi.

--Keuntungan bioteknologi =
-Dapat dilakukan kapan saja.
-Bahan perbanyakannya tidak banyak per tahun sehingga tidak merusak tanaman induk.
-Bibit yang dihasilkan jumlahnya banyak per tahun.
-Bibit yang diahsilkan seragam.
-Bibit bebas patogen.
-Memperbanyak tanaman yang sulit secara alami.

-Biji Anggrek tak memiliki endosperma untuk berkecambah (jamur yang mampu bersimbiosis dengan anggrek) cadangan makanan bagi anggrek – Lapisan makanan dai cendawan

-Contoh tanaman yang dapat di kultur:
Kentang, asparagus, strawberry, pisang, krisantenum, jati, vanila, kunyit, jahe, dll.

-Alasan utama kunyit di produksi secara bioteknologi:
Memecahkan dormansi, agar semua rimpang bisa diproduksi.

-Yang harus kita garap = manggis, nanas, pepaya, pisang.

-Kitin bisa membuat kurus.. tanaman mempunyai kitin akan tahan terhadap cendawan.  


Tidak boleh dari sel gen manusia
Tidak boleh dari sel hewan yang haram
Boleh jika dalam skala research obat.. misal sel kanker dimasukkan ke tanaman atau hewan.

Anak autis tidak boleh makan asam amino tertentu (buat vaksin ke dalam buah-buahan)










Dasar-dasar Bioteknologi
Bab 2
Bu Armini
Tanggal: 10 September  2012

--Kegunaan lain kultur jaringan:
-Manipulasi kromosom : Mutasi kromosom, embrio rescue, kultur anter.
-Memproduksi umbi mikro.
-Memproduksi metabolit sekunder.
-Membuat tanaman bebas penyakit.

-Subkultur = Pemindahan kultur vitro ke media baru.
Eksplan = Bagian tanaman yang dikulturkan.

-Tunas adventif = Tunas yang tumbuh tidak pada tempatnya yang semestinya dalam organ.

-Yang pertama kali tumbuh: embrio zygotik.

-Perbanyakan bibit lebih dianjurkan menggunakan metode 1.

-Metode perbanyakan dengan kultur jaringan:
1. secara langsung = pucuk / akar langsung dari eksplan
2. secara tidak langsung = pembentukan pucuk terjadi setelah pembentukan kalus

--Tahap perbanyakan bibit vitro:
1. Tahap 0 = Seleksi tanaman induk
2. Tahap 1 = Mendapatkan eksplan yang steril.
(waktu harus tepat, konsentrasi juga harus tepat)
3. Tahap 2 =
4. Tahap 3 = Persiapan plantlet sebelum aklimatisasi. Tunas/planlet yag dihasilkan dari tahap 2 ditumbuhkan pada media tanpa karbohidrat (membiasakan mulai fotosintesis, intentsitas cahaya ditingkatkan)
5. Tahap 4 = Aklimatisasi planlet. Tahap adapatasi planlet dari steril ke semi-steril        (ke arang sekam) kelembaban dijaga sampai 60%

-Media yang kita pakai mempengaruhi genetik dan kecepatan tumbuh.

-Kita harus tahu kapan fase somatik dan zygotik

-Umumnya pestisida yang dipakau adalah bakterisida dan fungisida yang sifatnya sistemik.

-Ekplan paling gampang tumbuh dari sel yang juvenil, jaringan yang paling juvenil adalah jaringan meristem.
-Propagila = Bagian yang digunakan untuk perbanyakan yang sudah aseptik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar