Kegiatan Magang
Jambu Kristal di Desa Cikarawang, 1 Juli-13 Juli Kabupaten Dramaga Bogor.
Bapak Badri
-
Jambu Kristal berasal
dari Thailand dikembangkan oleh Taiwan lalu diintroduksi ke Indonesia melalui
kerjasama sekitar tahun 90’an di Jogja. Namun gagal karena ketika dicoba disana
saat kemarau tanahnya retak lebar, akar jadi putus dan takbisa tumbuh. Buahnya
besar, kulitnya tebal, warna hijau, sedikit biji.
· 1
buah 500-900 gram
· 1
bibit 35-70 ribu tergantung umur
· 1
kg 40-50 ribu di supermarket
-
Biasa dikembangkan
dengan menggunakn metode cangkok okulasi supaya dalm 4 bulan bisa tumbuh dan
menghasilkan.
-
Penanaman dilakukan
pada daerah yang banyak air. Tidak ternaungi, dan memiliki kedalaman tanah yang
dalam serta lunak (bisa juga dibekas lahan karet)
-
Jarak tanam 3x3 atau
4x4 meter.
-
Dipindahkan dari
polybag ke lahan saat tinggi tanaman 50-60 cm (1 orang= 50 lubang tanam dalam 6
jam)
-
Pembuatan lubang tanam
berukuran 40x40x40 cm
-
Pupuk yang digunakan
adalah pupuk kandang (dari kotoran kambing dan jerami yang diendapkan +- 2
minggu) harga perkilonya RP 8000 lalu digunakan juga NPK Mutiara.
Proses
Penanaman dan Pemupukan dan pemberian furadan 36 (bila perlu)
1) Tanah
hasil galian dicampur dengan pupuk kandang sekitar 1-2 bakul lalu diaduk. (
pupuk harus banyak kotoran kambingnya)
2) Lepas
polibagnya dengan cara membalikan tanaman. Tempatkan tanaman pada lubang sampai
kepada percabangan utama dekat dengan permukaan. Timbul (jangan lupa beri
furadan bila perlu agar tak ada hama pada akar)
*tanaman diletakkan agak dalam ke tanah
agar buahya gampang dipetik. Hasilnya juga lebih banyak karena akar masuk ke
tanah.
3)
Buat alur pupuk di permukaan tanah.
Taburkan pupuk sesi kedua pada alur (tambah
furadan bila perlu)sambil tanah ditimbun lagi tampak atas oleh tanah
disampingnya.
4)
pohon disangga atau diikat agar tidak rebah.
-
1 orang bisa menanam dan memupuk 100 pohon dalam 2 jam.
-
penyiraman dilakukan 10 hari sekali. Kendala : tanaman cangkokan harus
dilindungi dari ayam dan kucing.
-
tanah yang keras bisa membuat tanaman mati karena akar tak dapat menembus
tanah, jadi harus disiram terus menerus.
-
rayap bisa merusak batang, diperlukan furadan untuk mengusir rayap. Rayap
berasal dari kayu-kayu yang membawa rayap yang ikut terkubur di tanah.
10%
raker
5%
kuis
10%
penilaian individu
15%UP
40%
laporan
HHBK
1. Pendahuluan
2. Resin
I
3. Resin
II
4. Resin
III
5. Minyak
Atsiri I
6. Minyak
Atsiri II
7. Tumb
Obat I
8. Tumb
Obat II
9. Minyak
lemak I
10. Minyak
lemak II
11. Energi
biomassa I
12. Energi
Biomassa II
13. Prestasi
hasil Prak
14. UP
-
Minyak kayu putih
dicampur terpentin, menimbulkan rasa kesat.
-
Mebuat biodiesel dari minyak jelantah.
Pengolahan getah pinus
Getah 300gr 80°c water bath
air panas 25%
terpentine 20% 6 jam
kadar
kotoran = (berat+kotoran+saringan)-berat saringan(bkr)x100%
berat
awal getah
Rendemen
terpentin=bobot terpentinx100%
Bobot
getah yang diolah
|
-
Getah diwadah dicairkan
-
Timbang berat wadah
-
Oven kertas saring dan timbang
-
Padat: gondorukem Cair: terpentin
|
Pinus
umur 10 tahun keatas baru bisa diambil getahnya.
Pohon
belitung getahnya bisa dibuat permen karet
Rendemen
Gondorukem = Berat Gondorukem x 100%
Bobot
getah yang diolah
R
bahan = 23°c
R
peralatan = -kompor - oven
-Autoclave=
alat pensterilisasi alat menggunakan 17,5 psi (manual otomatis suhu 121°c)
Alat
di autoclave selma 60 menit
Media
= 20 menit
Alat:
Botol
kultur
Cawan
patri
Gelas
ukur
Pipet
pH
meter , untuk mengasamkan basa : HCl, NaoH, KoH
alkohol
70% -wrap, plastik
Timbangan
digital
Plastik
+ karet
Bunsen
Sprayer + tisu (semprot alkohol 70%)
Labu
takar (tingkat ketelitiannya tinggi)
Stirer
magnetik
Laminar
air flow
Lampu
UV : bunsen ditaruh dulu – sterilisasi dari alkohol
R. Kultur
AGH
32221
14
sept 2012
Penggul
Situs
weedscience.org
II
= 10
III=15
IV=20
V=25
VI=30
VII=35
Identifikasi
penting untuk pengendalian (exp: 2,4 D untuk daun lebar, gliphosat, 7 hari
sudah mati)
Jenis
gulma:
1)
Rumput
(Poaceae) (Grasses)
Ciri:
- daun berbentuk pita
-
Tulang
daun sejajar
-
Perbandingan
panjang dan lebar jelas
-
Batang=
stolon (menjalar diatas tanah) (ada juga yang pinya stolon dan rhyzome, exp:
Cynodon doctiton
Axonopius: daunnya
bergelombang
“kalau
identifikasi gulma rumput harus utuh”
Penisetum
dari kejauhan warnanya coklat, alang-alang dari kejauhan warnanya putih.
-stolon
berbentuk silindris
“Centotecca
lapasia tahan naungan”
Herbarium:
-
Lab
Ekotoksikologi
-
Cibinong
LIPI Biotrop
Uji herbisida:
Efisiensi
Antagonis
2)
Teki
(sedges)
-batangnya
segitiga
Cyprul
kelingian untuk sulap
Kelompok
-
Cyperaceae
-
Fymbristilis
-
Scleria
3)
Daun
lebat ( Broad Leaves)
-
Ottochoa
: daunnya jarang
-
Centoteca
lapacea : kalau ke kebun karet, nempel.
-
Andropogon
aciculatus lap rata ada bunga nempel
-
echinochola
colonum bunga nya kecil
-
Rot
Beellia : Bunganya seperti pecut, batang beruas-ruas
-
Stenotaphrum
secundatum : Bunga hanya disatu sisi.
-
Themeda
argueni : daunnya bila dilepas, masuk ke baju panjang, bisa jalan sendiri
(Rumput setan)
-
Digitaria
adscendens : malainya dari satu titik
-
Digitaria
ciliaris : lebih besar dan bunganya bertingkat
-
Digitaria
nuda : bunga pendek, kecil, bunganya selalu 3
-
Setaria
plicata : daunnya besar
-
Cyperus
formis : ngumpul di tengah
-
Cyperus
rotundus : bunganya besar
Kak Ikin : 085714296515 ARL 46
KTO
PJ Asprak
Dina( 081929579459)
085716970459 KSH 45
Bentuk Prak :
1.
Pengamatan
la (perbanyakan veg)
2.
Pengamatan
lapangan
3.
Kunjungan
lapangan ( KC balitro, karyasari, gunung leutik(sekarang))
Laporan kelompok (6
orang)
Nilai
praktikum (30%)
UTS
(35%) UAS (35%)
50-100
spesies
Materi
Prak
1.
Pendahuluan
2-3
Pengenalan 75-100 spesies di sekitar IPB
Daun
salam direbus diminum untuk asam urat.
4.
Bentuk
simplisia tumb obat (di lab)
5-6 Kajian etnobotani tumb obat (situgede,
carangpulang, Balumbangjaya, ciherang, cihideung ilir, cibanteng)
7. perb tumbuhan secara vegetatif/ generatif
8-9 perb tumbuhan dengan kuljar
10 survey pasar tumb obat, bahan baku jamu
11. pembuatan produk jamuan sederhana, seduhan, instan
(penyiapan bahan, prosessing, pemberian merk)
12-13 pembuatan ekstraksi tumbuhan obat (ibu
rista HH non kaya)
15.
Kunjungan
lap sringani S (wajib), karya sari, balitro, gunung leutik, biofarmaka.
Format laporan
I.
Pendahuluan
1.1.
Latar
belakang
1.2.
Tujuan
II.
Metode
pengamatan
Bahan&alat
Metode
pengumpulan data
Analisis data
III.
Hasil
dan pembahasan
IV.
Kesimpulan
Dapus
Bentuk hard
copy seperti ringkasan seminar 5 halaman
Soft copy ; CD
“pupuk
cair hayati diberikan sebelum penanaman karena mengandung banyak mikroba untuk
mempersiapkan kondisi biologi tanah”
“pemupukan
pupuk biasa diberikan setelah 3 hari penanaman”
Bibit
: Metik wangi +- 14 hari sistem SRL dan PTT (Pengolahan tanaman terpadu)
Jarak tanam legowo 2:1
20
feb 2012 DASTEKBEN
1.
Benih
apa saja yang dormannya lama dan dapat dipatahkan
2.
Singkatan
dari AOSA? ( Association of official seed analyst)
3.
Tanaman
pangan yang tumbuh di daerah kering
4.
Beda
endosperm dan kotiledon
5.
Apa
itu Tri Phenyl tetrazolium
6.
Furadan
bisa digunakan untuk
7.
Apakah
tanaman mampu komplikasi penyakit?
TOENAS
Mau
berprestasi ? syukuri dan berbagi
PJ
baris : kak Roni IPTP 46
3600
formulir SNMPTN gratis
Bazar
konseling
1.
Bagi
soal
2.
Teknil
pengisian LJK
Mulai 07.15
sudah termasuk isi identitan dan passing grade.
Boleh pindah
tempat duduk setelah TO 1. Ips dibawah ipa diatas
Daftar sc 2 sks semester
5
Dasar
Hortikultura
Biofarmaka
dan florikultura
1.
Jenis
tanaman obat seperti apa yang cocok ditanan di pekarangan rumah yang bisa
mengobati berbagai macam penyakit.
2.
Bagaimana
cara menjaga kandungan kimia tanaman obat sehingga dapat disimpan dengan lama?
(selain diolah menjadi serbuk)
3.
Didaerah
mana sajakah yang berpotensi menjadi sentra produlsi biofarmaka?
4.
Bisakah
tanaman hias juga berfungsi sebagai tanaman obaat ? tanaman apa saja?
5.
Bagaimana
cara menjaga kesegaran aroma bunga yang telah dipetik? Bahan sederhana apa yang
dapat dipakai?
Dashort
“perkebunan
kelapa sawit sering mengejek petani perkebunan kangkung, ll yang penghasilannya
sedikit, tapi ia lupa kalau kangkung, dll itu bisa dipanen berkali-kali dalam
setahun sehingga juga sama dengan sawit”
Buku catatan
per kelompok
Transplanting:
terong dan cabe
Ditugal:
kacang panjang
Dirorak:
kangkung
Ditebar :
bayam
Alat:
1.
Cangkul
2. Kored 3. Ember 4. Tali
Bahan :
1.
Kangkung
= pinky = 800
2.
Caisin
= tosaka = 1 pak
3.
Bayam=
benua = 60 gram
4.
Cabe=
landung= 128 benih
5.
Terong=bungo=semai
30 bibit
6.
Kacang
panjang= bonara= 160
furadan
1.
Pemupukan
2.
Konsentrasi
50 gram/10 liter , 10 liter ~ 1 ember
3.
Aplikasi
-
Kangkung
= 1 baris= 200 lubang x 500 cc/lubang = 10.000 cc/baris
1 bedeng =
4x10 liter = 40 liter (4 ember) = 10 liter= 1 ember
-
Bayam,
caisin = 1 baris= 1 ember=10 liter
Kebutuhan
total 24 regu = 40 liter/bedeng x 3
bedeng/kelompok x 24 kelompok = 2.880 liter = 2880literx50 gram/ 10 liter =
14.400 gram
-
Kunjungan
ke green house
-
Menanan
kacang panjang, double raw, 50x25 cm
-
Menyulam
terong (10 bibit)
-
Menanam
cabe
UTS = 35% AGH 250
Uas= 35% 13 feb 2012
Mulai prakt=
27 feb 2012
DASTEKBEN
Senin = grup
A1-10
Topik :
1.
Pengaruh
kondisi simpan dan kondisi benih. Terhadap daya simpan (0-12 minggu) (grup)
2.
Uji
viabilitas dengan cara mengukur bobot kering kecambah.
3.
Efisiensi
alat pembersih dan pemilah benih
4.
Efisiensi
blower separator
5.
Penetapan
kadar air benih
6.
Pematahan
dormansi benih (0-12 minggu)[grup]
7.
Uji
daya kecambah
8.
Uji
vigor
9.
Uji
cepat viabilitas dengan tetrasolium (TT2)
10.
Struktur
benih
Tempat :
1&2 : lab
benih W8 Lv 4
3&4 :
Unit prosesing benih
5&6 : lab
kering
7&8 : lab
basah
9&10: W9
lv6
Pembimbing :
kak wahid
3 halaman
(format laporan)
Pendahuluan
Tujuan
(grup)
Metode
Hasil
Pembahasan
Topik yang
langsung dialporkan : 34578910
Kelompok A5
27 feb 2012
5, penetapan air kadar benih
5 maret 2012
, 6 metode pematahan dormansi
12 maret 2012
, 3 efisiensi alat pembersih dan pemilah
19 maret
2012, 4
26 mar
2012, 1
16 april 2012
, 2
23 april
2012, 9
30 april
2012, 10
7 mei 2012, 7
14
mei 2012, 8
Dastekben
-
Pematahan
dormansi benih
-
Persyaratan
benih untuk diberi sertifikat adalah daya berkecambahnya diatas 80 % “BPSP
balai yang berhak mengeluarkan sertifikat benih”
-
Faktor
penyakit kulit benih yang keras inpermeable terhadap air “air mutlak
diperlukan”
-
Faktor
penyebab dormansi bisa digunakan : fitohormon, KNO3
-
Kerugian
benih dorman :
1.
Viabilitas
rendah
2.
Tumbuhnya
tak serempak
3.
Panen
tak serempak
4.
Mengacaukan
saat tanam
-
After
rifening “ tanpa melakukan pematahan dormansipun, hanya menyimpan di empat
kering saja. Contoh: padi
-
Lebih
baik pilih benih yang telah disimpan 1-2 bulan setelah panen
-
Kita
harus tahu lama waktu perendaman agar benih tidak rusak
-
Benih
dorman maupun tidak tetap saja akan jadi makanan hama
-
Kebersihan
tempat benih harus dijaga agar hama tak berkembang
-
Ilmu
benih/ teknologi benih , fokus => viabilitas sasaran => mutu benih
-
Mutu
benih
1.
Genetik
(harus benar
dan jelas teknik pemuliaan)
2.
Fisiologi
( tek
penyimpanan, tek produksi. Contoh:pupuk tek pengolahan
3.
Fisik
(tek
pengolahan, < pengeringan harus bertahap, ihindari cahaya mataharipada saat
langsung panen > uuran benih seragam, hindari dai kototran setelah panen>
-
Pengujian
daya berkecambah benih
-
Perkecambahan
normal mengikuti aturan ISTA(eropa) dan AOSA (amerika&canada)
-
DB=
KN1 + KN2 / jumlha benih yang ditanam x 100%
-
KN1=
kecambah normal (oengamatan ke 1)
-
Kenapa
2x? Karena memilah, liat substratnya basah/ tidak, ada benih yang busk/ tidak
-
Eco
germinator : alat germinator yang suhunya berubah tergantung suhu lingkungan
-
Standart
Germinator : alat germinator yang suhunya tetap.
-
Struktur
benih
-
Yang
dipraktikumkan adalah benih dengan batasan struktural
-
Setelah
minggu ke 4 laporan akan berbeda . laporkajuga proporsi struktur benih ,
komponen struktur benih
-
-
kulit benih (testa)
-
-
cadangan makanan ( endosperma, kotiledon, perisperma, mega gametofit)
-
-
Embrio
-
Kemir,
jarak pagar dikotil yang punya kotiledon dan endosperm
-
Cariopsis
: kulit buah dan tetsta menyatu, contoh : gabah
-
Kelompok
benih berd endosperm
-
Endospermik
: fusi endsperme sperma + inti polar contoh : poaceae, euphorbiceae (singkong,
karet, jarak) , non endospermik : leguminase, curcubitase (tidak semua, contoh
: melon)
-
Semua
benih (baik monokotil dan dikotil) punya kotiledon, namun tidak semua bnih
punya endosperm. Benih yg punya sayap ; pinus, mahoni
-
Scutelum
: kotiledon pada jagung’perisperm : sisa-sisa nuselus
-
Uji
Vigor
Uji vigor
lebih spesifik terhadap kondisi lingkungan tertentu (basah, kering, pH, suhu,
oksigen, salin)
Kecambah yang
keracunan garam : pendek-pendek, diamaternya besar
Kondisi salin
dibuat oleh PEG, namun di praktikum tanah PEG jadi memakai Nacl (salin, kering)
Viabilitas
boleh sama, api vigornya berbeda”
-
Uji
cepat viabilitas benih memakai tetrazolium (TT2)
Untuk
mengetahui aktivitas enzim respirasi (dehidrogenase) melepaskan ion hidrogen
Indikator :
tryphenil tetrazolium (bening) (kuning muda)
TTZ + H+ =
formazan (merah) pada bagian yang hidup
Benih yang
telah diuji TT@ tidak hidup lagi karena telah terpotong
Bagian yang
aktif tumbuh : poros embrio (axis)
·
Plamula
(daun)
·
Mesokotil
(monokotil)
·
Hipokotil
(dikotil)
·
Radikula
(radikula)
-
Pengaruh
kondisibnih dan kondisi simpan tehadap dya simpan benih kacang tanah
Kacang tanah
: disimpan pada bentuk polong + lebih tahan lama – voluminus
............................................................
biji – tidak tahan lama + ruang simpan besar
-
Silika
: untuk mengkat uapair dari lingkungan RH ruang rndah – diukur dengan
termohigrograf
Biru (awal) è merah jambu (jenuh)
-
NaCl
( larutan garam jenuh) RH ruang tinggi
yang diukur :
KA, DB
-
Penentuan
bobot kering kecambah
diamati juga
% DB nya, pengukuran bobot kering lebih kuantitatif dan objektif sal
menggunakan timbangan yang sama
vigor tinggi,
bobotnya lebih berat
viable atau
tidak tergantung daya tumbuh embrionya, cadangan makanan/ kotiledonnya dibuang.
Amplopnya ditimbang dulu.
Suhu = 60°c
selama 324 jam
-
Efisiensi
alat pembersih dan pemilah benih
-
Tomat,
cabe, timun, benihnya harus dikeluarkan dari buahnya
-
Mesin
1) ASC ( air screen cleaner) èayakan dan hembusan angin
, memnfaatkan bidang miring, tiupan, dan screen penyaring
-
Benih
bersih, tipe 2 memisahkan benda berdasarkan bobot
-
Penetapan
kadar air benih
Ortodoks :
perlu kadar air rendah < 13% exp : semangka, timun, bawang, jagung, adi,
caisin, dll, kacang2
Recalsitran :
perlu kadar air tinggi exp : kakao, rambutan, nangka, duriann. Umumnya
buah-buahan
Metode
langsung : air langsung dikeluarkan dari benih , cara : dioven
Metode tidak
langsung ( air tidak langsung keluar
dari benih) cara : ukur daya hambatan listriknya, moisture tester ( steinlite
moisture tester)
Hidroskopis :
menyesuaikan kadar air dengan suhu
lingkungan
Intermediet :
kadar air rendah tapi tak bisa disimpan disuhu rendah. Exp : jeru, pepaya,
sawo, sirsak.
Pengukuran
suhu rendah = 105 ± 2 °c selama 17 jam
Air di benih
: air bebas, air terikat (tidak diharapkan menguap)
Moisture
meter : dolle, minipack, dll
Ulangan
toleransinya 0,2 %, jika perbedaan lebih dari 0,2 % harus diulang.
DASPROTAN
Buku
gambar A4
Kuis
2 minggu sekali
4-5
orang : membuat paper tentang penyakit tanaman pangan/perkebunan
|
Nama
penyakit
|
Patogen
|
|
|
Mosaik
tembakau
|
Tobacco
mosaic virus
|
Tembakau
|
|
Belang
|
Peanut
stripe virus (PSTV)
|
Kacang
anah
|
|
Kuning
|
Gemini
virus
|
Cabai
|
|
Bunchy
top
|
Banan
bunchy top virus (BBTV)
|
Pisang
|
|
Tungro
|
Tungro
viruses
|
Padi
|
|
Busuk
buah
|
Erwinia
carotovora pv carotovora
|
Kubis
|
|
Kresek/
hawar
|
Xanthomonas
oryzae pv-oryzae
|
Padi,
singkong
|
|
Layu
|
Ralstonia
solanacearum
|
Tomat,
kentang, cabai, pisang
|
|
Puru
|
Agrobacterium
tumefaciens
|
Jeruk
|
|
Sapu
|
Fitoplasma
|
Kacang
tanah, kedelai
|
|
Mosaik
|
Fitoplasma
|
Kaktus
|
|
|
|
|
Beda
hama dan penyakit
Hama
sangat cepat 1 malam saja sdah boong kalau penyakit ada perkembangannya.
-
Dikumpul
13 april 2012
-
Paper
: jeruk (kel 3)
-
2
penyakit perkomoditas – bioekologi patogen
-
Sejarah
– nilai ekonomi – gejala&tanda
Nama penyakit :
Akar gada
Patogen :
Plasmodiophora brassicae
Inang :
Kubis
Nama :
Bulai
:
Peronosclerospora maydis
:
Jagung
Nama :
Hawar
:
Phytophthora colocasie
:
Talas
:
busuk lunak/basah
:
Phytium Sp
:
Mentimun
:
busuk lunak
:
Rhizopus Sp
:
Nangka
:
puru akar
:
Meloidogyne Sp
:
tomat
:
nematoda sista kuning (NSK)
:
Globodera rosthociensis
:
kentang
:
embun hitam teh
:
Meliola Sp
:
teh
:
bercak teh
:
Phyllacora coicis
:
Jali
:
kanker
:Nectria
haematococca
:
Petai
:
karat daum
:
Hemileia vastatrix
:
kopi
:
karat
:
Phakopsora pachrrhizi
:
kedelai
:hangus
:
ustilago maydis
:
Jagung
:
cacar daun
:
Exobasidium vexans
:
Teh
:
Jamur Upas
:
Upasia salmonicolor
:
Kakao
Perhitungan intensitas penyakit
1)
Intensitas
penyakit (disease intensity)
2)
Insidensi
penyakit (disese insidense)
IP= n/N x
100%
3)
Severitas penyakit (disese severity)
SP= nxv/ NxV
x 100%
Ket :
n : jumlah
tanaman yang terolong dalam suatu kategori seramgam
v : skor pada
setiap kategori serangan
N : jumalh
tanaman yang diamati
V : skor
untuk kategori serangan terbesar
|
Skor
|
Skala
kerusakan
|
|
0
|
Luas
gejala 0% (tidak ada gejala)
|
|
1
|
1-5%
|
|
2
|
6-10%
|
|
3
|
11-25%
|
|
4
|
26-40%
|
|
5
|
41-65%
|
|
6
|
6-100%
|
Gejala
serangan
1)
O
: Lepidoptera
F :
Hesperiidae
S : Erionota
thrax
I : Pisang
G : Gigitan
pada daun
2)
O
: Lepidoptera
F : Pyralidae
S : Ostrinia
sp
I : Jagung
G
: Geekan pada batang
3)
O:
diptera
I
: cabai
G
: gerakan pada buah
4)
O
: diptera
F
: agromyzidae
S
: Liriomyza sp
I
: beruang daun
G
: Korkan pada daun
5)
O
: Hemiptera
F
: Alydidae
I
: Padi
G
: bintik-bintik pada bulir
6)
O
: hemiptera
F
: Aphididae
I
: kirinyuh
G
: keriting pada daun
7)
O
: acarina
F
: tarsonemidae
S
: Polyphagotarsonemus SP
I
: cabai
G
: keriting pada daun
8)
O
: lepidoptera
F
:: Pyralidae
S
: nacoleia sp
I
: pisang
G
: kudis pada buah
9)
O:
thysanoptera
I
: eringin
G
: rautan pada daun
Tipe
alat mulut
1)
Tipe
menggigit- mengunyah
O
: orthopen
F
: acrididae
2)
Tipe
menusuk dan menghisap
O
: hemiptera
F
: Alydidae
S
: Leptoorisa oratorius
3)
Tipe
meraut menghisap
O
: Thysanoptera
4)
Tipe
mengait menghisap
O
: diptera
Larva
lalat buah
DAS
PMT Agh 211
Bu
Desta Wirnas
Catatan
praktium (big boss)
Laporan
individu ulis tangan
Topik
: 1) mempelajari sistem reproduksi
tanaman khususnya pembungaan (padi, jagug, kacang2, cabe, bunga, kakao, kopi,
dll)
“keberagaman
diadakan untuk diseleksi”
2
) melakukan persilangan
3)Pengenalan
tipe keragaman
4)
Pendugaan komponen ragam
5)
seleksi
6)
analisis statistik dari ragam
Tugas : buat jurnal, buat laporan
TEKBUD
AGH 241
Koor
: ade wachjar
15
feb 2012
Ujian
sisipan : ilmu ukur wilayah ( menggambar peta)
Cangkul
adalah alat paling fleksibel
Kehadiran
: 10%
Aktif
: 15 %
Laporan : 75 %
1)
Antraknosa
Colletoruchum
sp
Gloeosporium
sp
Cabai
gapsisi
Gleosporioides
2)
Bercak
daun
Cercosporidium
personatum
Cercospora
arachidicola
Kacang
tanah
3)
Hawar
daun
Helminthosporium
turicum
Jagung
4)
Cacar
daun
Phyllosticta
sp
Cengkeh
5)
Layu
fusarium
Fusarium
sp
Pisanng
6)
Embun
tepung
Oidium
heveae
Karet
7)
Bercak
belah ketupat
Pyricularia
sp
Rumput
gajah
8)
Busuk
batang \sclerotium rolfsii
Kacang
tanah
9)
Hawar
pelepah
Rhyzoctonia
solani
Padi
10)
Embun
jelaga
Capnodium
sp
Jambu
bol
Prkatikum
ke 3 dan 4 processing benih
Unit
pengolahan
Butuh
data –komoditas – varietas – tanggal panen – bobot
Bila
benih dan tenaga kerja belum siap maka ada proses penyimpanan benih terlebih
dahulu
1)
Proses
pengolahan : pengeringan (alami dan buatan )
Ekstraksi :
cabe, tomat
2)
Pembersihan
: ASC ( dedlat super, M2B. Nippon sharyo, blower aspirator
3)
Pengemasan
4)
Penyimpanan
5)
Pengujian
benih (kadar air, DB, kemurnian)
6)
Pemasaran
-
Percobaan
3 :
Alat : nippon
sharyo : menyaring (ukuran, bentuk, bobot)
Benih : padi
– 25 kg
Keuntungan :
bisa mengolah berbagai komoditas ( tergantung scrennnya )
Kelemahan :
kotoran jika bentuk dn bobotnyna menyrupai benih maka tidak tersaring
Perlakuan :
1)
Hoper
maksimal – blower masimal
2)
Hoper
sedang – blower maksimal
3)
Hoper
maksimal – blower maksimal
4)
Hoper
sedang – blower sedang
Hopper :
menyimpan benih yang diola
Top screen (
menyaring ukuran benih besar) , bottom ( sedang)
Kapasitas
alat = jumlah benih yang diolah (kg)/ waktu (menit)
Efisiensi =jumlah benih di pl (kg)/ jumlah
benih yang dimasukkan (kg) x 100%
Jika < 60%
maka tidak layak.
-
Alat
transportasi benih
·
Pintu
hopper
·
Hopper
-
Format
1)
Cover
2)
Pendahuluan
3)
Tujuan
4)
Metode
5)
Hasil&pembahasan
6)
Kesimpulan
dan saran
-
Percobaan
4
-
Alat
: blower aspirator (tiupan) memindahkan benih yang ringan
-
Benih
: cabe (100 gram) , tomat
Penanaman
kelapa sawit
Bahan : bibit
kelapa sawit (PPKS) umur 12 bulan, nursery 3 bulan. Ciri : daun sudah pecah.
Bila daun tidak percah berarti javenile.
Pupuk sp-36
50 gram/ lubang tanam
Alat :
cangkul, pisau okulasi, parang
Prosedur :
1)
Pilih
bibit yang baik ( bila ada daunnya cemira berarti akfir)
2)
Angkut
bibit, dekatkan pada lubang tanam.
3)
Tanah
dalam lubang digemburkan, bersihkan dari batu + sisa akar
4)
Turunkan
tanah kedalam lubang sampai sebatas polybag bibit
|
Tinggi
(cm)
|
Jumlah
pelepah
|
Waktu
kerja
|
|
70
|
13
|
|
|
72,5
|
12
|
|
|
75,5
|
13
|
|
|
80
|
14
|
total
|
|
78
|
13
|
68
menit
|
prestasi kerja5 orang, 5 bibit,
68 menit
1
orang ~14 menit
420/14x1
bibit = 30 bibit/orang/hk
-
Pembuatan
teras bangku
·
Ukur
bidang olah
TEKBUD
Standar hari
kerja : volume pekerjaan yang harus diselesaikan seorang tenaga kerja dalam 1
hari 7 jam
Buruh
biasanya 1 orang = 200 bibit/ hk
Jika 5 orang,
5 bibit è 2 jam
24
menit/orang/bibit = 420 menit/24 menit x 1 bibit
Prestasi
kerja : volume pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh 1 orang selama 7 jam
Penanaman LCC
(J) jenis
LCC: Colopogonium (cm), centosema puberclus (cp), puraria javanica (pj)
(T) sistem
tanam : tugal, alur
Nilai pakai :
(NP) = % benih baik x % DB/ 100
Satndar : 14
kg/ha ~42 kg/ha
Bahan :
benih, pupuk RP (17-20% p2O5), TSP ( 46%
P2O5) , SP 36 (36% P2O5)
1.
Selesaikan
teras
2.
Ukur
luas teras ( bidang olah, tingi talud)
3.
Timbang
benih lcc
4.
Timbang
pupuk dengan perbandingan benih pupuk 2: 1
5.
Campurkan
benih + pupuk
6.
Kel
4 J2T1, jarak antar alur 50 cm , 42 kg/ha
Mekanisasi
alsintan (alat mesin pertanian)
1)
Discflow
(membalik tanah )catat waktu, hasil, luas
2)
Slasher
“ memotong gulma bukan kayu
3)
Hole
digger : penggali lubang
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar