Senin, 18 Juli 2016

Catatan Binder dari Valiana



Kegiatan Magang Jambu Kristal di Desa Cikarawang, 1 Juli-13 Juli Kabupaten Dramaga Bogor.
Bapak Badri
-        Jambu Kristal berasal dari Thailand dikembangkan oleh Taiwan lalu diintroduksi ke Indonesia melalui kerjasama sekitar tahun 90’an di Jogja. Namun gagal karena ketika dicoba disana saat kemarau tanahnya retak lebar, akar jadi putus dan takbisa tumbuh. Buahnya besar, kulitnya tebal, warna hijau, sedikit biji.
·       1 buah 500-900 gram
·       1 bibit 35-70 ribu tergantung umur
·       1 kg 40-50 ribu di supermarket
-        Biasa dikembangkan dengan menggunakn metode cangkok okulasi supaya dalm 4 bulan bisa tumbuh dan menghasilkan.
-        Penanaman dilakukan pada daerah yang banyak air. Tidak ternaungi, dan memiliki kedalaman tanah yang dalam serta lunak (bisa juga dibekas lahan karet)
-        Jarak tanam 3x3 atau 4x4 meter.
-        Dipindahkan dari polybag ke lahan saat tinggi tanaman 50-60 cm (1 orang= 50 lubang tanam dalam 6 jam)
-        Pembuatan lubang tanam berukuran 40x40x40 cm
-        Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (dari kotoran kambing dan jerami yang diendapkan +- 2 minggu) harga perkilonya RP 8000 lalu digunakan juga NPK Mutiara.
Proses Penanaman dan Pemupukan dan pemberian furadan 36 (bila perlu)
1)     Tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang sekitar 1-2 bakul lalu diaduk. ( pupuk harus banyak kotoran kambingnya)
2)     Lepas polibagnya dengan cara membalikan tanaman. Tempatkan tanaman pada lubang sampai kepada percabangan utama dekat dengan permukaan. Timbul (jangan lupa beri furadan bila perlu agar tak ada hama pada akar)
*tanaman diletakkan agak dalam ke tanah agar buahya gampang dipetik. Hasilnya juga lebih banyak karena akar masuk ke tanah.
3) Buat alur  pupuk di permukaan tanah. Taburkan pupuk sesi kedua pada    alur (tambah furadan bila perlu)sambil tanah ditimbun lagi tampak atas oleh tanah disampingnya.
4) pohon disangga atau diikat agar tidak rebah.
- 1 orang bisa menanam dan memupuk 100 pohon dalam 2 jam.
- penyiraman dilakukan 10 hari sekali. Kendala : tanaman cangkokan harus dilindungi dari ayam dan kucing.
- tanah yang keras bisa membuat tanaman mati karena akar tak dapat menembus tanah, jadi harus disiram terus menerus.
- rayap bisa merusak batang, diperlukan furadan untuk mengusir rayap. Rayap berasal dari kayu-kayu yang membawa rayap yang ikut terkubur di tanah.
10% raker
5% kuis
10% penilaian individu
15%UP
40% laporan
HHBK
1.     Pendahuluan
2.     Resin I
3.     Resin II
4.     Resin III
5.     Minyak Atsiri I
6.     Minyak Atsiri II
7.     Tumb Obat I
8.     Tumb Obat II
9.     Minyak lemak I
10.  Minyak lemak II
11.  Energi biomassa I
12.  Energi Biomassa II
13.  Prestasi hasil Prak
14.  UP
-        Minyak kayu putih dicampur terpentin, menimbulkan rasa kesat.
-        Mebuat biodiesel  dari minyak jelantah.
Pengolahan getah pinus
 

Getah          300gr           80°c water bath
air panas 25%
terpentine 20%              6 jam
kadar kotoran = (berat+kotoran+saringan)-berat saringan(bkr)x100%
                                                      berat awal getah
Rendemen terpentin=bobot terpentinx100%
                              Bobot getah yang diolah
-        Getah diwadah dicairkan
-        Timbang berat wadah
-        Oven kertas saring dan timbang
-        Padat: gondorukem         Cair: terpentin
 






Pinus umur 10 tahun keatas baru bisa diambil getahnya.
Pohon belitung getahnya bisa dibuat permen karet
Rendemen Gondorukem = Berat Gondorukem x 100%
                                    Bobot getah yang diolah
R bahan = 23°c
R peralatan = -kompor - oven
-Autoclave= alat pensterilisasi alat menggunakan 17,5 psi (manual otomatis suhu 121°c)
Alat di autoclave selma 60 menit
Media = 20 menit
Alat:
Botol kultur     
Cawan patri
Gelas ukur
Pipet
pH meter , untuk mengasamkan basa : HCl, NaoH, KoH
alkohol 70% -wrap, plastik
Timbangan digital
Plastik + karet
Bunsen
Sprayer  + tisu (semprot alkohol 70%)
Labu takar (tingkat ketelitiannya tinggi)
Stirer magnetik
Laminar air flow
Lampu UV : bunsen ditaruh dulu – sterilisasi dari alkohol
R. Kultur
AGH 32221
14 sept 2012
Penggul
Situs weedscience.org
II = 10
III=15
IV=20
V=25
VI=30
VII=35
Identifikasi penting untuk pengendalian (exp: 2,4 D untuk daun lebar, gliphosat, 7 hari sudah mati)
Jenis gulma:
1)     Rumput (Poaceae) (Grasses)
Ciri: - daun berbentuk pita
-        Tulang daun sejajar
-        Perbandingan panjang dan lebar jelas
-        Batang= stolon (menjalar diatas tanah) (ada juga yang pinya stolon dan rhyzome, exp: Cynodon doctiton
Axonopius: daunnya bergelombang
“kalau identifikasi gulma rumput harus utuh”
Penisetum dari kejauhan warnanya coklat, alang-alang  dari kejauhan warnanya putih.
-stolon berbentuk silindris
“Centotecca lapasia tahan naungan”
Herbarium:
-        Lab Ekotoksikologi
-        Cibinong LIPI Biotrop
Uji herbisida:
Efisiensi
Antagonis
2)     Teki (sedges)
-batangnya segitiga
Cyprul kelingian untuk sulap
Kelompok
-        Cyperaceae
-        Fymbristilis
-        Scleria
3)     Daun lebat ( Broad Leaves)
-        Ottochoa : daunnya jarang
-        Centoteca lapacea : kalau ke kebun karet, nempel.
-        Andropogon aciculatus lap rata ada bunga nempel
-        echinochola colonum bunga nya kecil
-        Rot Beellia : Bunganya seperti pecut, batang beruas-ruas
-        Stenotaphrum secundatum : Bunga hanya disatu sisi.
-        Themeda argueni : daunnya bila dilepas, masuk ke baju panjang, bisa jalan sendiri (Rumput setan)
-        Digitaria adscendens : malainya dari satu titik
-        Digitaria ciliaris : lebih besar dan bunganya bertingkat
-        Digitaria nuda : bunga pendek, kecil, bunganya selalu 3
-        Setaria plicata : daunnya besar
-        Cyperus formis : ngumpul di tengah
-        Cyperus rotundus : bunganya besar
Kak Ikin : 085714296515 ARL 46
KTO
PJ Asprak
Dina( 081929579459)
085716970459 KSH 45
Bentuk Prak :
1.      Pengamatan la (perbanyakan veg)
2.      Pengamatan lapangan
3.      Kunjungan lapangan ( KC balitro, karyasari, gunung leutik(sekarang))
Laporan kelompok (6 orang)
Nilai praktikum (30%)
UTS (35%) UAS (35%)
50-100 spesies
Materi Prak
1.      Pendahuluan
2-3 Pengenalan 75-100 spesies di sekitar IPB
Daun salam direbus diminum untuk asam urat.
4.      Bentuk simplisia tumb obat (di lab)
5-6 Kajian etnobotani tumb obat (situgede, carangpulang, Balumbangjaya, ciherang, cihideung ilir, cibanteng)
7. perb tumbuhan secara vegetatif/ generatif
8-9 perb tumbuhan dengan kuljar
10 survey pasar tumb obat, bahan baku jamu
11. pembuatan  produk jamuan sederhana, seduhan, instan (penyiapan bahan, prosessing, pemberian merk)
12-13 pembuatan ekstraksi tumbuhan obat (ibu rista  HH non kaya)
15.   Kunjungan lap sringani S (wajib), karya sari, balitro, gunung leutik, biofarmaka.

Format laporan
I.                 Pendahuluan
1.1. Latar belakang
1.2. Tujuan
II.               Metode pengamatan
Bahan&alat
Metode pengumpulan data
Analisis data
III.             Hasil dan pembahasan
IV.            Kesimpulan
Dapus
Bentuk hard copy seperti ringkasan seminar 5 halaman
Soft copy ; CD
“pupuk cair hayati diberikan sebelum penanaman karena mengandung banyak mikroba untuk mempersiapkan kondisi biologi tanah”
“pemupukan pupuk biasa diberikan setelah 3 hari penanaman”
Bibit : Metik wangi +- 14 hari sistem SRL dan PTT (Pengolahan tanaman terpadu)
Jarak tanam legowo 2:1
20 feb 2012 DASTEKBEN
1.      Benih apa saja yang dormannya lama dan dapat dipatahkan
2.      Singkatan dari AOSA? ( Association of official seed analyst)
3.      Tanaman pangan yang tumbuh di daerah kering
4.      Beda endosperm dan kotiledon
5.      Apa itu Tri Phenyl tetrazolium
6.      Furadan bisa digunakan untuk
7.      Apakah tanaman mampu komplikasi penyakit?
TOENAS
Mau berprestasi ? syukuri dan berbagi
PJ baris : kak Roni IPTP 46
3600 formulir SNMPTN gratis
Bazar konseling
1.      Bagi soal
2.      Teknil pengisian LJK
Mulai 07.15 sudah termasuk isi identitan dan passing grade.
Boleh pindah tempat duduk setelah TO 1. Ips dibawah ipa diatas
Daftar sc 2 sks semester 5
Dasar Hortikultura
Biofarmaka dan florikultura
1.      Jenis tanaman obat seperti apa yang cocok ditanan di pekarangan rumah yang bisa mengobati berbagai macam penyakit.
2.      Bagaimana cara menjaga kandungan kimia tanaman obat sehingga dapat disimpan dengan lama? (selain diolah menjadi serbuk)
3.      Didaerah mana sajakah yang berpotensi menjadi sentra produlsi biofarmaka?
4.      Bisakah tanaman hias juga berfungsi sebagai tanaman obaat ? tanaman apa saja?
5.      Bagaimana cara menjaga kesegaran aroma bunga yang telah dipetik? Bahan sederhana apa yang dapat dipakai?
Dashort
“perkebunan kelapa sawit sering mengejek petani perkebunan kangkung, ll yang penghasilannya sedikit, tapi ia lupa kalau kangkung, dll itu bisa dipanen berkali-kali dalam setahun sehingga juga sama dengan sawit”
Buku catatan per kelompok
Transplanting: terong dan cabe
Ditugal: kacang panjang
Dirorak: kangkung
Ditebar : bayam

Alat:
1.      Cangkul 2. Kored 3. Ember 4. Tali
Bahan :
1.      Kangkung = pinky = 800
2.      Caisin = tosaka = 1 pak
3.      Bayam= benua = 60 gram
4.      Cabe= landung= 128 benih
5.      Terong=bungo=semai 30 bibit
6.      Kacang panjang= bonara= 160
furadan
1.      Pemupukan
2.      Konsentrasi 50 gram/10 liter , 10 liter ~ 1 ember
3.      Aplikasi
-        Kangkung = 1 baris= 200 lubang x 500 cc/lubang = 10.000 cc/baris
1 bedeng = 4x10 liter = 40 liter (4 ember) = 10 liter= 1 ember
-        Bayam, caisin = 1 baris= 1 ember=10 liter

Kebutuhan total 24 regu = 40 liter/bedeng  x 3 bedeng/kelompok x 24 kelompok = 2.880 liter = 2880literx50 gram/ 10 liter = 14.400 gram
-        Kunjungan ke green house
-        Menanan kacang panjang, double raw, 50x25 cm
-        Menyulam terong (10 bibit)
-        Menanam cabe
UTS = 35%                         AGH 250
Uas= 35%                           13 feb 2012
Mulai prakt= 27 feb 2012
DASTEKBEN
Senin = grup A1-10
Topik :
1.      Pengaruh kondisi simpan dan kondisi benih. Terhadap daya simpan (0-12 minggu) (grup)
2.      Uji viabilitas dengan cara mengukur bobot kering kecambah.
3.      Efisiensi alat pembersih dan pemilah benih
4.      Efisiensi blower separator
5.      Penetapan kadar air benih
6.      Pematahan dormansi benih (0-12 minggu)[grup]
7.      Uji daya kecambah
8.      Uji vigor
9.      Uji cepat viabilitas dengan tetrasolium (TT2)
10.   Struktur benih
Tempat :
1&2 : lab benih W8 Lv 4
3&4 : Unit prosesing benih
5&6 : lab kering
7&8 : lab basah
9&10: W9 lv6
Pembimbing : kak wahid
3 halaman (format laporan)
Pendahuluan
Tujuan
(grup)
Metode
Hasil
Pembahasan
Topik yang langsung dialporkan : 34578910

Kelompok A5
27 feb 2012 5, penetapan air kadar benih
5 maret 2012 , 6 metode pematahan dormansi
12 maret 2012 , 3 efisiensi alat pembersih dan pemilah
19 maret 2012, 4
26 mar 2012,  1
16 april 2012 , 2
23 april 2012, 9
30 april 2012, 10
7 mei 2012, 7
14 mei 2012, 8
Dastekben
-        Pematahan dormansi benih
-        Persyaratan benih untuk diberi sertifikat adalah daya berkecambahnya diatas 80 % “BPSP balai yang berhak mengeluarkan sertifikat benih”
-        Faktor penyakit kulit benih yang keras inpermeable terhadap air “air mutlak diperlukan”
-        Faktor penyebab dormansi bisa digunakan : fitohormon, KNO3
-        Kerugian benih dorman :
1.      Viabilitas rendah
2.      Tumbuhnya tak serempak
3.      Panen tak serempak
4.      Mengacaukan saat tanam
-        After rifening “ tanpa melakukan pematahan dormansipun, hanya menyimpan di empat kering saja. Contoh: padi
-        Lebih baik pilih benih yang telah disimpan 1-2 bulan setelah panen
-        Kita harus tahu lama waktu perendaman agar benih tidak rusak
-        Benih dorman maupun tidak tetap saja akan jadi makanan hama
-        Kebersihan tempat benih harus dijaga agar hama tak berkembang
-        Ilmu benih/ teknologi benih , fokus => viabilitas sasaran => mutu benih
-        Mutu benih
1.      Genetik
(harus benar dan jelas teknik pemuliaan)
2.      Fisiologi
( tek penyimpanan, tek produksi. Contoh:pupuk tek pengolahan
3.      Fisik
(tek pengolahan, < pengeringan harus bertahap, ihindari cahaya mataharipada saat langsung panen > uuran benih seragam, hindari dai kototran setelah panen>
-        Pengujian daya berkecambah benih
-        Perkecambahan normal mengikuti aturan ISTA(eropa) dan AOSA (amerika&canada)
-        DB= KN1 + KN2 / jumlha benih yang ditanam x 100%
-        KN1= kecambah normal (oengamatan ke 1)
-        Kenapa 2x? Karena memilah, liat substratnya basah/ tidak, ada benih yang busk/ tidak
-        Eco germinator : alat germinator yang suhunya berubah tergantung suhu lingkungan
-        Standart Germinator : alat germinator yang suhunya tetap.
-        Struktur benih
-        Yang dipraktikumkan adalah benih dengan batasan struktural
-        Setelah minggu ke 4 laporan akan berbeda . laporkajuga proporsi struktur benih , komponen struktur benih
-        - kulit benih (testa)
-        - cadangan makanan ( endosperma, kotiledon, perisperma, mega gametofit)
-        - Embrio
-        Kemir, jarak pagar dikotil yang punya kotiledon dan endosperm
-        Cariopsis : kulit buah dan tetsta menyatu, contoh : gabah
-        Kelompok benih berd endosperm
-        Endospermik : fusi endsperme sperma + inti polar contoh : poaceae, euphorbiceae (singkong, karet, jarak) , non endospermik : leguminase, curcubitase (tidak semua, contoh : melon)
-        Semua benih (baik monokotil dan dikotil) punya kotiledon, namun tidak semua bnih punya endosperm. Benih yg punya sayap ; pinus, mahoni
-        Scutelum : kotiledon pada jagung’perisperm : sisa-sisa nuselus
-        Uji Vigor
Uji vigor lebih spesifik terhadap kondisi lingkungan tertentu (basah, kering, pH, suhu, oksigen, salin)
Kecambah yang keracunan garam : pendek-pendek, diamaternya besar
Kondisi salin dibuat oleh PEG, namun di praktikum tanah PEG jadi memakai Nacl (salin, kering)
Viabilitas boleh sama, api vigornya berbeda”
-        Uji cepat viabilitas benih memakai tetrazolium (TT2)
Untuk mengetahui aktivitas enzim respirasi (dehidrogenase) melepaskan ion hidrogen
Indikator : tryphenil tetrazolium (bening) (kuning muda)
TTZ + H+ = formazan (merah) pada bagian yang hidup
Benih yang telah diuji TT@ tidak hidup lagi karena telah terpotong
Bagian yang aktif tumbuh : poros embrio (axis)
·        Plamula (daun)
·        Mesokotil (monokotil)
·        Hipokotil (dikotil)
·        Radikula (radikula)
-        Pengaruh kondisibnih dan kondisi simpan tehadap dya simpan benih kacang tanah
Kacang tanah : disimpan pada bentuk polong + lebih tahan lama – voluminus
............................................................ biji – tidak tahan lama + ruang simpan besar
-        Silika : untuk mengkat uapair dari lingkungan RH ruang rndah – diukur dengan termohigrograf
Biru (awal) è merah jambu (jenuh)
-        NaCl ( larutan  garam jenuh) RH ruang tinggi
yang diukur : KA, DB
-        Penentuan bobot kering kecambah
diamati juga % DB nya, pengukuran bobot kering lebih kuantitatif dan objektif sal menggunakan timbangan yang sama
vigor tinggi, bobotnya lebih berat
viable atau tidak tergantung daya tumbuh embrionya, cadangan makanan/ kotiledonnya dibuang. Amplopnya ditimbang dulu.
Suhu = 60°c selama 324 jam
-        Efisiensi alat pembersih dan pemilah benih
-        Tomat, cabe, timun, benihnya harus dikeluarkan dari buahnya
-        Mesin 1) ASC ( air screen cleaner) èayakan dan hembusan angin , memnfaatkan bidang miring, tiupan, dan screen penyaring
-        Benih bersih, tipe 2 memisahkan benda berdasarkan bobot
-        Penetapan kadar air benih
Ortodoks : perlu kadar air rendah < 13% exp : semangka, timun, bawang, jagung, adi, caisin, dll, kacang2
Recalsitran : perlu kadar air tinggi exp : kakao, rambutan, nangka, duriann. Umumnya buah-buahan
Metode langsung : air langsung dikeluarkan dari benih , cara : dioven
Metode tidak langsung ( air tidak  langsung keluar dari benih) cara : ukur daya hambatan listriknya, moisture tester ( steinlite moisture tester)
Hidroskopis : menyesuaikan kadar air dengan  suhu lingkungan
Intermediet : kadar air rendah tapi tak bisa disimpan disuhu rendah. Exp : jeru, pepaya, sawo, sirsak.
Pengukuran suhu rendah = 105 ± 2 °c selama 17 jam
Air di benih : air bebas, air terikat (tidak diharapkan menguap)
Moisture meter : dolle, minipack, dll
Ulangan toleransinya 0,2 %, jika perbedaan lebih dari 0,2 % harus diulang.


DASPROTAN
Buku gambar A4
Kuis 2 minggu sekali
4-5 orang : membuat paper tentang penyakit tanaman pangan/perkebunan
Nama penyakit
Patogen

Mosaik tembakau
Tobacco mosaic virus
Tembakau
Belang
Peanut stripe virus (PSTV)
Kacang anah
Kuning
Gemini virus
Cabai
Bunchy top
Banan bunchy top virus (BBTV)
Pisang
Tungro
Tungro viruses
Padi
Busuk buah
Erwinia carotovora pv carotovora
Kubis
Kresek/ hawar
Xanthomonas oryzae pv-oryzae
Padi, singkong
Layu
Ralstonia solanacearum
Tomat, kentang, cabai, pisang
Puru
Agrobacterium tumefaciens
Jeruk
Sapu
Fitoplasma
Kacang tanah, kedelai
Mosaik
Fitoplasma
Kaktus



  Beda hama dan penyakit
Hama sangat cepat 1 malam saja sdah boong kalau penyakit ada perkembangannya.
-        Dikumpul 13 april 2012
-        Paper : jeruk (kel 3)
-        2 penyakit perkomoditas – bioekologi patogen
-        Sejarah – nilai ekonomi – gejala&tanda
Nama penyakit : Akar gada
Patogen            : Plasmodiophora brassicae
Inang               : Kubis
Nama               : Bulai
                        : Peronosclerospora maydis
                        : Jagung
Nama               : Hawar
                        : Phytophthora colocasie
                        : Talas
                        : busuk lunak/basah
                        : Phytium Sp
                        : Mentimun
                        : busuk lunak
                        : Rhizopus Sp
                        : Nangka
                        : puru akar
                        : Meloidogyne Sp
                        : tomat
                        : nematoda sista kuning (NSK)
                        : Globodera rosthociensis
                        : kentang
                        : embun hitam teh
                        : Meliola Sp
                        : teh
                        : bercak teh
                        : Phyllacora coicis
                        : Jali
                        : kanker
                        :Nectria haematococca
                        : Petai
                        : karat daum
                        : Hemileia vastatrix
                        : kopi
                        : karat
                        : Phakopsora pachrrhizi
                        : kedelai
                        :hangus
                        : ustilago maydis
                        : Jagung
                        : cacar daun
                        : Exobasidium vexans
                        : Teh
                        : Jamur Upas
                        : Upasia salmonicolor
                        : Kakao
Perhitungan intensitas penyakit
1)     Intensitas penyakit (disease intensity)
2)     Insidensi penyakit (disese insidense)
IP= n/N x 100%
3)      Severitas penyakit (disese severity)
SP= nxv/ NxV x 100%
Ket :
n : jumlah tanaman yang terolong dalam suatu kategori seramgam
v : skor pada setiap kategori serangan
N : jumalh tanaman yang diamati
V : skor untuk kategori serangan terbesar
Skor
Skala kerusakan
0
Luas gejala 0% (tidak ada gejala)
1
1-5%
2
6-10%
3
11-25%
4
26-40%
5
41-65%
6
6-100%

Gejala serangan
1)     O : Lepidoptera
F : Hesperiidae
S : Erionota thrax
I : Pisang
G : Gigitan pada daun
2)     O : Lepidoptera
F : Pyralidae
S : Ostrinia sp
I : Jagung
G : Geekan pada batang
3)     O: diptera
I : cabai
G : gerakan pada buah
4)     O : diptera
F : agromyzidae
S : Liriomyza sp
I : beruang daun
G : Korkan pada daun
5)     O : Hemiptera
F : Alydidae
I : Padi
G : bintik-bintik pada bulir
6)     O : hemiptera
F : Aphididae
I : kirinyuh
G : keriting pada daun
7)     O : acarina
F : tarsonemidae
S : Polyphagotarsonemus SP
I : cabai
G : keriting pada daun
8)     O :  lepidoptera
F :: Pyralidae
S : nacoleia sp
I : pisang
G : kudis pada buah
9)     O: thysanoptera
I : eringin
G : rautan pada daun

Tipe alat mulut
1)     Tipe menggigit- mengunyah
O : orthopen
F : acrididae
2)     Tipe menusuk dan menghisap
O : hemiptera
F : Alydidae
S : Leptoorisa oratorius
3)     Tipe meraut menghisap
O : Thysanoptera
4)     Tipe mengait menghisap
O : diptera
Larva lalat buah 

DAS PMT Agh 211
Bu Desta Wirnas
Catatan praktium (big boss)
Laporan individu ulis tangan
Topik : 1)  mempelajari sistem reproduksi tanaman khususnya pembungaan (padi, jagug, kacang2, cabe, bunga, kakao, kopi, dll)
“keberagaman diadakan untuk diseleksi”
2 ) melakukan persilangan
3)Pengenalan tipe keragaman
4) Pendugaan komponen ragam
5) seleksi
6) analisis statistik dari ragam
Tugas : buat jurnal, buat laporan
TEKBUD AGH 241
Koor : ade wachjar
15 feb 2012
Ujian sisipan : ilmu ukur wilayah ( menggambar peta)
Cangkul adalah alat paling fleksibel
Kehadiran : 10%
Aktif : 15 %
Laporan : 75 %
1)     Antraknosa
Colletoruchum sp
Gloeosporium sp
Cabai gapsisi
Gleosporioides
2)     Bercak daun
Cercosporidium personatum
Cercospora arachidicola
Kacang tanah
3)     Hawar daun
Helminthosporium turicum
Jagung
4)     Cacar daun
Phyllosticta sp
Cengkeh
5)     Layu fusarium
Fusarium sp
Pisanng
6)     Embun tepung
Oidium heveae
Karet
7)     Bercak belah ketupat
Pyricularia sp
Rumput gajah
8)     Busuk batang \sclerotium rolfsii
Kacang tanah
9)     Hawar pelepah
Rhyzoctonia solani
Padi
10)  Embun jelaga
Capnodium sp
Jambu bol
Prkatikum ke 3 dan 4 processing benih
Unit pengolahan
Butuh data –komoditas – varietas – tanggal panen – bobot
Bila benih dan tenaga kerja belum siap maka ada proses penyimpanan benih terlebih dahulu
1)     Proses pengolahan : pengeringan (alami dan buatan )
                                    Ekstraksi : cabe, tomat
2)     Pembersihan : ASC ( dedlat super, M2B. Nippon sharyo, blower aspirator
3)     Pengemasan
4)     Penyimpanan
5)     Pengujian benih (kadar air, DB, kemurnian)
6)     Pemasaran

-        Percobaan 3 :
Alat : nippon sharyo : menyaring (ukuran, bentuk, bobot)
Benih : padi – 25 kg
Keuntungan : bisa mengolah berbagai komoditas ( tergantung scrennnya )
Kelemahan : kotoran jika bentuk dn bobotnyna menyrupai benih maka tidak tersaring
Perlakuan :
1)     Hoper maksimal – blower masimal
2)     Hoper sedang – blower maksimal
3)     Hoper maksimal – blower maksimal
4)     Hoper sedang – blower sedang
Hopper : menyimpan benih yang diola
Top screen ( menyaring ukuran benih besar) , bottom ( sedang)

Kapasitas alat = jumlah benih yang diolah (kg)/ waktu (menit)
 Efisiensi =jumlah benih di pl (kg)/ jumlah benih yang dimasukkan (kg) x 100%
Jika < 60% maka tidak layak.

-        Alat transportasi benih
·        Pintu hopper
·        Hopper
-        Format
1)     Cover
2)     Pendahuluan
3)     Tujuan
4)     Metode
5)     Hasil&pembahasan
6)     Kesimpulan dan saran

-        Percobaan 4
-        Alat : blower aspirator (tiupan) memindahkan benih yang ringan
-        Benih : cabe (100 gram) , tomat
Penanaman kelapa sawit
Bahan : bibit kelapa sawit (PPKS) umur 12 bulan, nursery 3 bulan. Ciri : daun sudah pecah. Bila daun tidak percah berarti javenile.
Pupuk sp-36 50 gram/ lubang tanam
Alat : cangkul, pisau okulasi, parang
Prosedur :
1)     Pilih bibit yang baik ( bila ada daunnya cemira berarti akfir)
2)     Angkut bibit, dekatkan pada lubang tanam.
3)     Tanah dalam lubang digemburkan, bersihkan dari batu + sisa akar
4)     Turunkan tanah kedalam lubang sampai sebatas polybag bibit
Tinggi (cm)
Jumlah pelepah
Waktu kerja
70
13

72,5
12

75,5
13

80
14
total
78
13
68 menit

prestasi kerja5 orang, 5 bibit, 68 menit
1 orang ~14 menit
420/14x1 bibit = 30 bibit/orang/hk
-        Pembuatan teras bangku
·        Ukur bidang olah
TEKBUD
Standar hari kerja : volume pekerjaan yang harus diselesaikan seorang tenaga kerja dalam 1 hari 7 jam
Buruh biasanya 1 orang = 200 bibit/ hk
Jika 5 orang, 5 bibit è 2 jam
24 menit/orang/bibit = 420 menit/24 menit x 1 bibit
Prestasi kerja : volume pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh 1 orang selama 7 jam
Penanaman LCC
(J) jenis LCC: Colopogonium (cm), centosema puberclus (cp), puraria javanica (pj)
(T) sistem tanam : tugal, alur
Nilai pakai : (NP) = % benih baik x % DB/ 100
Satndar : 14 kg/ha ~42 kg/ha
Bahan : benih, pupuk RP (17-20% p2O5), TSP ( 46%  P2O5) , SP 36 (36% P2O5)
1.      Selesaikan teras
2.      Ukur luas teras ( bidang olah, tingi talud)
3.      Timbang benih lcc
4.      Timbang pupuk dengan perbandingan benih pupuk 2: 1
5.      Campurkan benih + pupuk
6.      Kel 4 J2T1, jarak antar alur 50 cm , 42 kg/ha

Mekanisasi alsintan (alat mesin pertanian)
1)     Discflow (membalik tanah )catat waktu, hasil, luas
2)     Slasher “ memotong gulma bukan kayu
3)     Hole digger : penggali lubang
SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar