Bab 1
(PENYAKIT)
Dr. Endang Nurhayati
Tanggal : 13 Februari 2012
-Tanaman kasihan
karena tidak dapat mengelak dari serangan penyakit.
-Hawar/Blight
terjadi pada tanaman kentang.
Contoh kasus: Di
Irlandia 1845 – 1846 terjadi kelaparan dan kematian karena pangan.
-Pathek/antraknosa
juga terjadi pada tanaman cabai.
-Potato/ Golden
Sist Nematodes = Nematoda sista terjadi pada kentang
Asal penyakit ini
dari Pegunungan Andes, Eropa. Menyebar ke Belanda, lalu ke Indonesia.
-Mikroskop
Elektron di IPB ada 2, yang TEM ada di FMIPA, yang SEM ada di FKH.
-KRB dulu mau
ditanam tanaman dari seluruh dunia, tapi itu justru jadi menimbulkan penyakit
baru.
-Perlindungan
tanaman diberikan dari persiapan benih hingga pascapanen.
-Patogen menyukai
tempat yang lembab dengan suhu yang tinggi.
-Penyakit pada
tunbuhan sering menimbulkan keracunan pada yang memakannya.
-Pengeringan biji
harus sampai karad air 10-12% agar tak ada penyakit yang hinggap.
-Penyakit ergot
pada tanaman gandum, bila dimakan itu beracun dan bisa diamputasi.
-Motto IT: Your
World on Your Fingertip.
-Lihat data gene
di World Gene Bank.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 2
Dr. Endang Nurhayati
Tanggal : 20 Februari 2012
-Penyebab
penyakit ada di patogenik / biotik ditumbuhan tingkat tinggi.
Contoh: Benalu.
-Penyakit abiotik
/ fisiogenik / tidak menular.
Contoh : manusia
(penyakit gula), tanaman (karena polusi).
-Benalu mempunyai
bunga dan biji sehingga bisa menyebar ke tanaman lain.
-Benalu
(mistletoe) juga bisa jadi obat.
-Tali Putri Cuscuta sp.(Dodder) menjadi jembatan
penyebaran virus.
-Virulen =
ganas. Inang = host.
-Fakultatif =
kadang-kadang.
-Bercak =
Spot Bintil=Knot
Busuk = Rot Puru =Gall
Karat = Rust
-Albikasi / Bulai
= Istilah daun jadi putih dan mati pada jagung.
-Parasit Obligat
: Patogen yang hanya dapat hidup sebagai parasit (pada tumb. hidup)
-Saprofit
Fakultatif : Patogen yang dapat melanjutkan hidupnya secara saprofitik pada
sisa-sisa tumbuhan.
-Parasit fakultatif
: Mikroorganisme saprofit yang kadang-kadang dapat menyerang tumbuhan yang
dalam keadaan lemah.
Contoh: Rhizopus
pada bunga Nangka.
-Epifitotik:
Epidemi yang terjadi pada tumbuhan.
-Gejala lokal:
Hanya terjadi di area tertentu.
Gejala sistemik :
Menyebar ke seluruh tanaman.
-Yang menyerang
adalah patogen, bukan penyakit. Penyakit adalah proses.
-Ciri-ciri HIV:
Diare berat, gampang TBC, dll.
-Sindroma :
Gejala banyak dan berturut-turut. Contoh: Penyakit Pangkal Batang
Nekrosis :
Degenerasi protoplasma sel dan diikuti dengan kematian sel.
-Kasus Indonesia:
Penyakit Moler (Fusarium oxysporum)
bawang merah di Brebes.
-Hipoplastik /
hipoplasia : Kegagalan tanaman atau organ untuk berkembang secara penuh.
Hiperplastik /
hiperplasia : Pembesaran bagian tanaman.
-Agrobacterium
tumefaciens : Patogen tapi manfaatnya bisa untuk tanaman transgenik.
-Ingus: Sel darah putih yang mati, bercampur dengan
jutaan bakteri.
-Busuk buah pada
kakao dimulai dari ujung bawah buah karena air yang jatuh dari penyiraman
tertahan di pangkal buah.
-Penyakit yang
belum pernah dilaporkan, harus diuji lab menggunakan kaidah Postulat Koch.
-Langkah Postulat
Koch
>>
Berasosiasi
>>
Diisolasi
>>
Diinokulasikan
>> Di
Reisolasi.
-ELISA : Enzyme
Linked Immunosorbent Assay.
Contoh: Deteksi
kehamilan. Positif = 2 strip. Negatif = 1 strip (kontrol).
-Teknik
Identifikasi Molekuler:
Pakai PCR
(Polymerase Chain Reaction). yang digandakan adala DNA.
Kalau RNA, di
reverse transcript dulu.
-Biasanya bakteri
penyebab penyakit tumbuhan adalah bakteri gram negatif.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 3
Dr. Endang Nurhayati
Tanggal : 27 Februari 2012
-Inokulasi =
Penempelan Spora pada inang.
-Appresorium =
Struktur Spora sebelum masuk permukaan agar tak bergerak-gerak.
-Sedentari = menetap.
-Haustorium = Struktur
untuk mengambil makanan dari sel.
-Sista = Tempat
mempertahankan diri sumber penyakit. Bisa sampai 20 tahun.
-Batang Tali Putri
bias menjalar panjang.
- Pembawa = carrier. Pembawa + menularkan = vector.
-Penetrasi Pasif =
Lubang alami pada tumbuhan.
(Stomata , Hidatoda/tepi
daun , Nectaria, Lentisel, Trikoma/rambut pada permukaan tumbuhan), luka,
virus.
-Patogen bisa dari
Cendawan, Nematoda, Tumbuhan tingkat tinggi.
-Kresek pada padi
disebabkan Bakteri Xanthomonas oryzae
masuk melalui hidatoda.
-Virus hanya bias
menginfeksi secara intraseluler.
-Penyakit Sapu
disebabkan oleh Fitoplasma, ia menyerang tunas muda dengan mengatur Zat
Pengatur Tumbuh (ZPT) auksin.
-Penyakit Busuk Basah
pada Kubis dikarenakan bakteri yang menghancurkan dinding sel Kubis sehingga
Kubis jadi basah/kebanjiran.
-Witch Weed = Rumput
Setan.
-Bila mau
mengembangkan gen tahan penyakit, tak harus dengan tanaman yang tahan.
-Lapisan absisi
merupakan lapisan yang merontokkan jaringan.
Contoh: Daun gugur,
bunga jatuh.
-Tilosis = Pembentukan
gelembung pada xylem jika ada patogen yang masuk, untuk menghalau patogen yang
masuk.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 4
Dr. Endang Nurhayati
Tanggal : 5 Maret 2012
-Virus bersifat
parasit obligat sel. Virion = unit
terkecil virus.
-Tumbuhan tidak
memiliki antibody, antibody hanya dimiliki manusia dan hewan.
- Gejala virus umumnya
bersifat sistemik.
- Furadan merupakan
racun sistemik.
-Bakteri ~>
Mollicutes ~> Fitoplasma.
-Tanaman yang
terinfeksi virus tidak memiliki gejala busuk. Ia jarang mematikan tanaman
inang.
-BBTV (Banana Bunchy
Top Virus) menular melalui anakan pisang.
-Tumor itu
penyakit/benda asing yang berkembang pada tubuh, ia diselubungi lemak agar
benda asing itu tak berkembang.
-Viroid = Virus tanpa
selubung protein.
Viroid tahan panas
sampai 800C
-Cara menghilangkan
patogen pada benih adalah dengan dipanaskan, namun viroid tahan terhadap panas,
jadi ini belum jadi cara yang efektif menghilangkan virus.
-Potato Spindle Tuber
Viroid (PSTVD) membuat kentang menjadi seperti berbentuk botol.
-Penyebaran virus
antar tanaman menyebar melalui: vector, biji/polen, perbanyakan vegetatif.
-Shelf life adalah
berapa lama daya hidup. pv =
patho var.
-Cucurbitaceae sekarang
banyak yang terserang dan membawa Squash mosaic virus.
-Agrobacterium yang
akan dijadikan transgenic, dihilangkan dulu gen penyandi penyakit puru akarnya.
-Mollicutes
(Fitoplasma dan Spiroplasma) umumnya terdapat dalam Phloem Sieve Tubes. Umumnya
menyebar melalui titik tumbuh pada pertumbuhan tunas dibawahnya.
-Pada gejala Sapu,
terjadi perangsangn pertunasan yang dorman menjadi tumbuh.
-Gejala = Ekspresi
dari tanaman yang terserang patogen.
Tanda = Apa yang
menyebabkan sakit. Contoh: Spora, bakteri.
-Penyebaran patogen
pada era globalisasi ini paling banyak melalui ekspor dan impor.
-Hifa = unit terkecil
dari tubuh cendawan. Gabungan hifa
disebut Miselium.
-Fungisida pertama
kali dibuat di Perancis, namanya adalah Bordeaux Mitcher.
Diaplikasikan pada
anggur Erysiphe sp. yang terkena
Downy Mildew.
-Parasit penuh mengambil seluruh makanan dari inang karena tak punya
daun, tapi punya bunga dan biji. Contoh:
Tali putrid.
-Tanaman volunteer = tanaman sisa.
-Zoospora/Oospora bias berenang aktif menggunakan flagel.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 7
Dr. Endang Nurhayati
Tanggal : 26 Maret 2012
- Metode Fisik untuk
mengendalikan penyakit:
Suhu, Udara kering,
modifikasi panjang gelombang(λ), radiasi.
-Bungkus makanan tanpa
pengawet sebenarnya keliru, gula dan garam juga merupakan pengawet.
-Daerah virus ada di
daun yang masih hijau, atau di meristem apikal dan lateral.
-Obat generik itu
banyak jenisnya, namun semua bahan aktifnya sama, Cuma beda bahan pembawanya
saja.
-Daun Mimba dan Biji
Sirsak bisa diekstrak untuk jadi pestisida.
-Bulai adalah penyakit
pada jagung yang terbawa benih dan menular lewat udara.
Harus dibasmi
menggunakan fungisida sistemik.
-Kapur Tohor (Lime)
adalah batu kapur yang hidup/aktif (bila disiram maka keluar gelembung) bisa
digunakan untuk fungisida.
-Bahan dasar
fungisida: Cu , S, Karbonat, Fosfat.
-Nematoda sulit
dijumpai di Jepang karena tanahnya sudah jadi subway atau basement.
-Bakteri tular tanah
(Soil borne) = Pytium, Phytophtora.
-Duster = Penyemprot
seperti debu.
-Chamber = Ruangan
yang bisa diatur lingkungannya.
-Cide/caedo =
Pembunuh.
-Eradikasi = Membasmi.
-Fumigasi =
Pengendalian menggunakan gas.
Contoh: Chloropicrin,
methylbromide, methan, sodium.
-Sterilisasi:
500C : untuk membasmi Nematoda dan
fungi rendah (Oomycetes).
600C – 700C : untuk membasmi sebagian fungi dan bakteri.
600C – 700C : untuk membasmi sebagian fungi dan bakteri.
800C :untuk membasmi virus, serangga,
benih gulma, bakteri toleran panas.
900C – 1000C :
untuk membasmi virus
toleran panas seperti TMV (Tobacco Mozaic Virus), dan beberapa benih gulma.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 5
Bu Evi
Tanggal : 12 Maret 2012
-Epifitotik = Kejadian
penyakit tanaman yang meluas dan merusak pada suatu wilayah dan waktu tertentu.
-Tipe reproduksi
Patogen: Monosiklik, polisiklik
-Dulu di Aceh,
perdagangan Indonesia sudah antar wilayah.
-Periode laten = waktu
antara kontak dengan gejala.
-Strategi K = Umumnya
dari Patogen tular tanah, monosiklik, linear.
Strategi R = Umumnya dari Patogen angin, polisiklik, eksponensial
Strategi R = Umumnya dari Patogen angin, polisiklik, eksponensial
-Persyaratan Peramalan
Penyakit = Mempunyai nilai ekonomi, kerugian yang besar, cukup keterangan
tentang faktor lingkungan, penanam siap dan mengerti, telah tersedia cara
pengendalian yang tepat, terdapat tenggang waktu yang cukup panjang.
-Diluar negeri
memanfaatkan winter untuk membunuh patogen
-Di Indonesia
menggunakan sinar matahari setelah tanah dibera (diberikan mulsa juga bisa)
-Tanah mati = mikroba
dalam tanah sudah mati
-Fumigasi berbahaya
karena mematikan mikroba tanah
-Daun yang dipetik pada
teh = daun peko
Biasa di ekspor
padahal kandungannya tinggi
-Kopi-kopi arabica di
srilanka jaman dahulu banyak dirusak Hemileina vastatrix
Akhirnya budaya minum
kopi berganti jadi budaya minum teh.
-DI = Disease Incident
= kejadian penyakit. Contoh : Layu
DS = Disease Severity
= keparahan penyakit Contoh : Karat, bercak daun.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 6
Dr. Endang Nurhayati
Tanggal : 19 Maret 2012
- Tanaman yang terkena
penyakit tidak bisa disembuhkan, tapi penyakit bisa dicegah.
-Penyakit biasanya
muncul pada tanaman yang tua.
-Semangka tanpa biji
masih impor dan banyak virusnya
-OPTK = Organisme
Pengganggu Tanaman Karantina
-Eradikasi =
Pemberantasan
Eksklusi = Antar
negara
Evasi = Antar wilayah
Legislasi = Peraturan
-Di Sulawesi belum ada
CVPD, jadi jeruk dari daerah lain harus benar-benar di cek.
-Di Cirebon ada badan
penanganan Kedelai untuk menangkar benih bebas SSV dan SMV (Soybean Stunt
Virus, Soybean Mosaic Virus). Bisa terlihat dari biji,
-Jagung kadang berwarna
pink atau merah di pasaran, jangan dimasak karena itu racun fungisida
-Mematikan cendawan
pada benih bisa dengan cara mengalirkan air panas yang suhunya <500C.
-Pasteurisasi =
Pemanasan oleh uap air (3x), dibiarkan tumbuh (2x), karena beberapa patogen
yang mempunyai sistem bertahan bisa tumbuh lalu dipanasi lagi agar mati.
-Patogen yang polifage
= TMV, Sclerotium rhodopsii.
Solusi : Rotasi tanamn (kedelai, jagung, kacang tanah)
Solusi : Rotasi tanamn (kedelai, jagung, kacang tanah)
-Di Situ Gede dulu
banyak penyakit Tungro, IR-64 rentan terhadap Tungro, suatu kali pintu air
terpaksa ditutup, jadi petani menanam palawija, Tungro jadi berkurang
-Kalau tanaman
kelebihan N maka akan jadi sukulen (mudah roboh)
Contoh : Penyakit Blas
pada Padi disebabkan Pyticularia oryzae
-Tanaman
Cengkir/tagetes bisa jadi tanaman antagonis
-Ketahanan vertikal
(kualitatif) = Gen mayor
Ketahanan horizontal
(kuantitatif) = Gen minor
-v = Skor pada setiap
kategori serangan
V= Skor untuk kategori
serangan terberat
A = Belum ada di
Indonesia
I = Berbahaya.
Contoh: SALB, Hawar daun Afrika selatan
microcyclus ulei.
A2 = Jangan sampai
menyebar ke wilayah lain di Indonesia
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 8 (HAMA)
Dr. Endang Sri Ratna
Tanggal : 16 April 2012
- Hama = Semua jenis
hewan yang merusak tanaman atau hasilnya, untuk aktivitas hidupnya, sehingga
menimbulkan kerugian secara ekonomi.
-Satuan AE dan TKE =
Jumlah serangga per tanaman atau bagian tanaman per luasan areal pertanaman.
-AE = Ambang Ekonomi /
ET = Economic Threshold
TKE = Tingkat
Kerusakan Ekonomi / EIL = Economic Injury Level
PK = Posisis
Keseimbangan / EP = Equilibrium Position
-Aman = Bila PK belum
bersinggungan dengan TKE dan AE
Kadang-kadang Hama =
PK kadang meyinggung AE
Rutin Hama = PK
Menyinggung AE
Hama parah = Selalu
diatas AE
-Tabuhan = Kumbang
tidak ada yang jadi penghisap madu
-Timbulnya hama:
Perubahan lingkungan
asli, masuknya OPT baru, perubahan toleransi manusia terhadap kerusakan tanaman
-Dampak negatif
pestisida:
Resistensi hama
terhadap penyakit, resurjensi (matinya musuh alami hama), munculnya hama
sekunder
-Hewan yang jadi OPT =
Serangga, tungau, mamalia-rodentia, aves, molusca
-Tokek bisa jadi
pengendali kecoa
-Keragaman Arthropoda
mencakup 72 % dari semua makhkluk hidup
-Kepiridian =
Kemampuan beranak
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 9
Bu Ratna
Tanggal : 23 April 2012
-Ciri serangga :
Hexapoda = enam
tungkai
Arthropoda = Badan
beruas-ruas, punya integumen (kerangka luar)
-Serangga darahnya
menggenangi seluruh bagian tubuhnya (hemolimf), tubuhnya terdiri dari kepada,
toraks, dan abdomen
-Serangga ganti kulit,
bagian eksokutikulanya mengeras. Bagian kulitnya lepas (eksidis/molting)
-Larutan terpen =
pembuat gatal pada kelenjar yang dikeluarkan ulat bulu
-Setelah jadi serangga
dewasa, maka tidak ganti kulit lagi,
-Serangga mengunyah ke
samping
-Serangga penggerek
alat mulutnya di depan (prognatus). Contoh: Larva kumbang
-Serangga penghisap,
alat mulutnya membentuk sudut ke ventral (opislogmath). Contoh: Wereng
-Palpus maksila yang
membantu memasukkan makanan ke mulut serangga.
-Kecoa bisa 1 – 2
tahun, bisa 11 kali ganti kulit.
--Alat mulut serangga
perusak:
-Mandibulata
(menggigit – mengunyah). Contoh: Ulat, kumbang, belalang
Ciri: Daun tergerek,
daun bolong.
-Haustelata
(menusuk-menghisap). Contoh: Kepik, wereng, kutu.
Ciri: daun mengerut,
menguning.
- xxxxxxxxx (meraut-menghisap). Contoh: Thrips.
Ciri: Bercak coklat
mengkilap karena berkas luka mengering. Bunga, buah, daun bisa mengkerut.
-yyyyyyyyyy
(mengait-menghisap) Contoh: larva lalat buah.
Ciri: bintik, bolong
kecil, biasa pada buah, buah jadi busuk.
-Penggorok = pembuat
lubang pada 2 lapisan epidermis daun.
-Instar = larva (holometabola)
yang tidak merusak :
Menjilat-menghisap.
Contoh: Lalat
Mengisap. Contoh.
Contoh: Kupu-kupu, ngengat.
-Instar = nimfa (parametabola)
Tipe kombinasi: Lebah
(menghisap madu dan memakan polen)
Kepik hijau: Nimfanya
berwarna-warni. Setelah jadi imago warnanya jelek.
-Pradewasa dari
ametabola (gaiad). Contoh: kutu buku, colembola.
Pradewasa dari
hemimetabola (naiad). Contoh: capung.
Pergantian kulitnya
bisa dipermukaan air
-Ulat = Eruciform
Lundi = Scarabaeform
Belatung = Vermiform
-Ulat sering melakukan
mimikri, ekornya seperti kepada yang besar.
-Cara mencegah gatal
di lapang = rambut kita digunakan minyak
rambut, minyak sayur, gel, dll.
Saat terkena gatal,
gosokkan bagian yang gatal ke rambut.
-Ulat api = platyform,
banyak di pohon kelapa, bisa gatal + panas 3 bulan.
-Kalau ulat sutra,
pupanya bisa dipisah oleh larutan tertentum 1 pupa bisa 1 meter.
Pupa ulat sutra
dipilih karena benang yang dihasilkan banyak dan kuat.
-Tipe pupa: xxxxxxx, exaktatam koarktata.
Tipe kutu-kutu umumnya
tak ada sayap.
-Lalat, nyamuk,
memiliki 1 pasang sayap,
Serangga pada umumnya
punya 2 pasang sayap.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 10
Pak Ruly Anwar
Tanggal : 30 April 2012
-Sayap depan =
Mesotoraks
Sayap belakang =
Metatoraks
-Predator umumnya
Prognatus
-Filiform = seperti
benang
Moniliform = seperti
manik-manik
-Eusocial = tergantung
antara satu sama lain
-Feromon = Zat kimiawi
yang mempengaruhi individu lain.
-Tettigoniidae :
belalang pedang, sexava nubila.
-Pada Paurometabola :
beda nimfa dengan imago = sayap, alat reproduksi, ukuran.
-3 kasta isoptera =
reproduksi, pekerja, prajurit.
-Mendung oleh belalang
(migratoria locust), ladang petani 1 malam bisa habis.
Pernah kejadian di
timur leste.
-Hati-hati akan rayap
dan laron
-Coreidae = Ciri yang
tampak = Tungkai belakang yang melebar.
-Reduviidae = Sycanus
anulicornis (kepik pembunuh). Jangan dibunuh
Karena ia membantu kita
memberantas hama.
Ciri reduviidae =
belakangnya melengkung
-Komodo air liurnya
beracun, berjuta-juta bakteri ada disana, membiarkan musuhnya membusuk baru
dimakan.
-Sebagian besar wereng
kecuali Diaspididae mengeluarkan embun madu.
Wereng tak pernah gendut
karena mengeluarkan embun madu. Ciri khas serangan wereng adalah embun jelaga.
Semut juga menyenangi embun madu.
-Wereng -> Jenis
hewan
Batang -> Bagian
tanaman yang diserang
Coklat -> warna
wereng
-Lepidoptera larvanya
merusak, tipelarvanya eruciform (Ada tungkai asli dan palsu), makannya
menggigit dan mengunyah.
-Limacodidae = Ulat
api (Parasa sp.) Ulat api ada bulu beracunnya
-Saturnidae = Attacus
atlas (kupu-kupu besar)
-Geometridae =
Hyposidra talaca (Ulat jengkol) tak punya kaki palsu
-Coleoptera = Sayap
perisai = Sayap depan (elitron). Ia terbang dengan sayap belakang.
Halter = sayap
belakang yang mengecil. Untuk keseimbangan,
-Ibu-ibu muda sekarang
banyak yang tergiur susu formula, jadi kanker payudara mungkin banyak menyerang
ibu-ibu muda karena jarang menyusui anaknya
-Oryctes rhinoceros =
kumbang badak
-Callosobruchus
chinensis = hama kacang hijau.
-Diurnal = aktif siang
hari
Nocturnal = aktif
malam hari
Crepuscular = aktif
sore hari
-Keperidian/ fekunditi
= kemampuan seekor induk untuk menghasilkan anak
-Tabuhan = perutnya
menggenting atau singset.
-Diptera sayapnya
hanya sepasang. Contoh: nyamuk, lalat
-Parasitoid =
meletakkan telur pada kepompong organisme lain. (serangga yang memparasit
serangga lain)
-Ordo Acari contohnya
tungau.
Tungau kuning, merah,
predator (phytoseiidae)
-Eriophydae hanya
punya 2 pasang tungkai
-Rattus tiomanicus
(tikus pohon)
Rattus argentiventer
(tikus sawah)
-Tikus biasa membuat
liang di pematang sawah, bisa berpindah antar petak sawah.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 11
Bu Retna
Tanggal : 6 Mei 2012
-Yang menentukan
tinggi rendahnya populasi terkait kemampuan berkembang biak :
Siklus hidup,
keperidian, nisbah kelamin
-Hibernasi = istirahat
pada suhu rendah
Estivasi = istirahat
pada suhu tinggi. Contoh: penggerek batang padi putih
-Penyemprotan nyamuk
hanya 1 km, karena nyamuk hanya mampu terbang 200 meter.
-Ciri parasitoid =
dari telur yang keluar langsung imago, bukan larva
-Cara pengendalian
hama:
Fisik, mekanik,
biologi, kultur teknis (cara bercocok tanam), varietas tahan, genetik, kimiawi,
perundang-undangan.
-Gropyokan =
Pengendalian tikus secara beramai-ramai
-Teknik pengendalian
hayati:
Inokulasi = pelepasan
musuh alami dalam jumlah sedikit
Inundansi = pelepasan
musuh alamu dalam jumlah besar
Konservasi = Musuh
alami yang sudah ada, dibantu perkembangannya (melestarikan musuh alami yang
ada)
-Bacillus thuringensis
menyerang secara spesifik, BT merupakan bakteri yang jadi pestisida.
-Kepik Ligus di
Amerika, bila ada mangsanya maka ia cenderung menjadi predator
-Cendawan Beferia
biasa menyerang ulat, kutu, dan serangga-serangga lunak lainnya.
Dasar-dasar Proteksi Tanaman PTN200
Bab 12
Bu Ratna
Tanggal : 21 Mei 2012
-Pestisida adalah
suatu senyawa kimia atau bahan biologi yang digunakan oleh manusia untuk
menekan perkembangan dan pertumbuhan OPT.
--Cara kerja
insektisida:
-Fisik = minyak
mineral berat, tepung
-Protoplasmik = logam,
asam
-Perintang metbolik =
Nafas (HCN, Rotenon,
CO)
Perintang oksidasi
(minyak wijen, piperonil, butoksida)
Perintang metabolik
(Natrium fluorasetat)
-Syaraf (anti kolin
esterase)
-Serangga bila diberi
tepuang maka nafasnya akan terhambat
-Insektisida organik.
Contohnya: nikotin, rotenon (dari akar tuba), dan piretrum (dari bunga krisan)
-Insektisida sintetik
anorganik = garam beracun arsenat, senyawa merkuri dan fluorida, belerang
Insektisida sintetik
organik = organoklorin atau hidrokarbon berkhlor.
Contoh: DDT, BHC,
aldrin, endrin
Organophospat,
karbamat, piretoid, tiosianat, nitrofenol, organofluorin
-DDT membuat kulit
telur burung jadi rusak.
BHC jaman dulu banyak
tercium di air susu sapi
-Furadan 3G
G= Granular
3% bahan aktif
-Organokhlorin
sekarang jarang digunakan karena racunnya kuat.
-Racun akut = efeknya
cepat
Racun Kronis = efeknya
lama
-Hal yang perlu
diperhatikan dalam aplikasi insektisida :
Dosis (kebutuhan
tanaman yang akan disemprot, biasanya per satuan luas/individu)
Konsentrasi (% bahan
aktif)
Volume semprot
-Kita hanya perlu
menyemprot ketika hama sudah melewati ambang ekonomi
-Aplikasi herbisida:
Penghembusan (D)
Penyemprotan (WP, SP,
EC)
Pengabutan (lebih
halus butiran dropletnya)
Penaburan
-Formulasi
insektisida:
->Padat
Tepung Terbasahkan
(WP)
Tepung Terlarutkan
(SP)
Tepung Embus (D)
->Cair (dan campuran)
Pekatan Teremulsi (EC)
Larutan (S)
->Gas
Fumigan
Aerosol
-WP saat penggunaan
harus dikocok dahulu
-LD50 = banyaknya
bahan aktif per kg hewan uji yang dapat mematikan 50% individu hewan
Contoh: LD50
Metasystox = 40 mg/kg
Makin kecil nilai
LD50, makin beracun/
-Rodentisida
tradisional Zinc Phospide (Zn3P2).
Berdaya bunuh tinggi,
warna kehitaman, diaplikasikan sebagai umpan 1 : 100 (minyak goreng), perlu
umpan pendahuluan.
-Rodentisida anti
koagulan = Racumin, warfarin, tomorin, diphorin
-Peraturan
perundang-undangan :
UU pertanian no.12.
1992
UU RI no.7. 1996
Bab 1 pasal 1, Bab 2
pasal 21, Bab 3 pasal 25
Peraturan pemerintah
no.7 . 1973
-Padi bila kelebihan
N, dinding selnya jadi empuk, serangga jadi gampang menyerang.
-2012 pernah ada
kejadian di Karawang, 1 hektar sawah dipenuhi wereng coklat, sampai-sampai
burung-burung mengelilingi 1 hektar sawah tersebut. Lebih baik di eradikasi.
-Kita seperti Amerika
tahun 1916, saat Wild West, saat semua manusia sangat bebas.
-Indonesia negeri
sampah, orang-orangnya pun tak peduli dengan sampah.
-Tulip sebenarnya
berasal dari Turki, abad 15 orang Belanda mengambil dan mengembangkannya, di
pinggir Istana Istambul banyak.
-Eradikasi bisa dengan
pemanenan lebih awal, pembakaran, perampasan (pada kopi)
-Pengendalian hayati
dengan mamalia bisa dengan kelelawar kecil, amphibi (katak), dan burung pemakan
serangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar