Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 1
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
6 September 2012
-HTI = Hutan Tanaman Industri
-Atsiri merupakan hasil metabolit sekunder.
-Energi Biomassa dulu ada di THH, namun sekarang beralih ke
TIN.
-UU No.41 tahun 1999 : Hasil hutan bukan kayu terdiri dari benda-benda hayati yang berasal
dari flora dan fauna. Selain itu termasuk juga jasa, air, udara, dan manfaat
tidak langsung dari hutan.
Menurut Peraturan Menteri Kehutanan P.35/Menhut-II/2007:
Hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunannya dari budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan.
Hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunannya dari budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan.
-Iles-iles termasuk agroforestry, umbinya mengandung
karbohidrat untuk diet, karena ketika kena air jadi mengembang. Contoh :
Vegeta.
-Hutan sebagai paru-paru dunia adalah hal yang salah karena
paru-paru itu menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. Sedangkan hutan adalah
sebaliknya.
-Nyamplung Cuma ada di semenanjung Malaya/
-Buah Jarak bisa jadi bahan baku biodiesel, cangkangnya
dibuat biobricket.
-Tannin juga digunakan untuk penyamak kulit. Contoh: Sepatu.
-Tannin banyak digunakan sebagai perekat.
-Hati-hati makan kerupuk kulit, karena dari limbah kulit
sapi yang banyak dicampur bahan kimia yang bersifat karsinogen.
--Ciri-ciri HHBK:
Hasil per Ha sangat sedikit, Pungutan musiman, nilai lebih tinggi dari kayu, keragaman dalam jenis, produksi, dan bentuk fisik.
Hasil per Ha sangat sedikit, Pungutan musiman, nilai lebih tinggi dari kayu, keragaman dalam jenis, produksi, dan bentuk fisik.
-Suplai gaharu langka, getahnya mahal.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 2
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
13 September 2012
-Resin = Senyawa poliorganik yang tersusun atas aneka
senyawa terpen. Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik.
-Struktur terpen seperti kalajengking
-Mikroterpen dan sesquiterpen adalah penyusun minyak atsiri.
-Getah pinus mengandung minyak atsiri dan resin yaitu gondorukem.
-Nama dagang international : Rosin
-Gaharu harganya bisa mencapai milyaran.
--Contoh resin alami (dari tumbuhan atau serangga)
-Jernang = Resin yang melapisi rotan tertentu, terdapat pada buah yang muda, warnanya merah, biasa digunakan untuk pewarna alami keramik, untuk makanan juga bisa karena ada zat anti-kanker
-Rosin = Mudah rapuh, digunakan sebagai kaca mobil.
-Lak
-Gaharu
-Jernang = Resin yang melapisi rotan tertentu, terdapat pada buah yang muda, warnanya merah, biasa digunakan untuk pewarna alami keramik, untuk makanan juga bisa karena ada zat anti-kanker
-Rosin = Mudah rapuh, digunakan sebagai kaca mobil.
-Lak
-Gaharu
-Ciri resin:
Padatan yang rapuh, mengkilap dan bening kusam (bisa untuk pelapis majalah), meleleh bila kena panas, mudah terbakar, tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam pelarut organik
Padatan yang rapuh, mengkilap dan bening kusam (bisa untuk pelapis majalah), meleleh bila kena panas, mudah terbakar, tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam pelarut organik
-Gondorukem ada yang 800 C sudah meleleh.
-Resin biasa digunakan sebagai pelapis, bahan baku cat,
vernis.
-Orang yang buang Kratindeng sembarangan bisa terjadi
kecelakaan.
--Klasifikasi resin berdasarkan kondisi fisik saat dipanen:
-Hard Resin: Damar (Sorea/Meranti), Kopal (agathis), jenang (rotan), lak (serangga, kutu lak di pohon kesambi), gaharu (gaharu)
- Soft Resin (Oleoresin) : Getah pinus (pine resin), gondorukem(rosin)
-Balsem: Kemenyan (mengandung asam benzoat/asam sinamat dan berbau balsam)
-Hard Resin: Damar (Sorea/Meranti), Kopal (agathis), jenang (rotan), lak (serangga, kutu lak di pohon kesambi), gaharu (gaharu)
- Soft Resin (Oleoresin) : Getah pinus (pine resin), gondorukem(rosin)
-Balsem: Kemenyan (mengandung asam benzoat/asam sinamat dan berbau balsam)
-Identifikasi berdasarkan cara pemanenan:
1. Penyadapan (getah pinus, damar (ada dikayu, bagian dubal karena sel-selnya masih hidup), kopal (ada di kulit), kemenyan
2. Pemetikan (Lak, jernang)
3. Penebangan (Gaharu)
4. Pemungutan (damar, kopal)
1. Penyadapan (getah pinus, damar (ada dikayu, bagian dubal karena sel-selnya masih hidup), kopal (ada di kulit), kemenyan
2. Pemetikan (Lak, jernang)
3. Penebangan (Gaharu)
4. Pemungutan (damar, kopal)
-Bila menyadap terlalu dalam, maka pohon gampang tumbang.
-Ilmuwan sekarang meneliti, mengapa gaharu yang di alam
minyaknya lebih wangi, resinnya lebih banyak.
-Minyak gaharu 1kg bisa seharga 1 milyar.
Minyak Gaharu dipakai orang bangsawan Arab sebagi minyak
wangi.
-Manipulasi Gaharu adalah dengan membuatnya terserang, bisa
cendawan, dll.
-Amber merupakan fosil kopal, harganya juga mahal.
-Getah pinus (oleoresin) Oleo : terpentin, Resin:
Gondorukem 70-80%
-Pinus merkusii adalah tanaman endemik. Punya wangi yang
khas, asli sumatra utara, banyak disukai orang asing, yang minyak tersebut
tidak didapat dari pinus spesies lain.
-Gum Rosin = Jenis Gondorukem dari destilasi getah pinus
hasil sadapan. (lebih bening dari wood rosin dan tall-oil rosin.
-Wood rosin = Jenis gondorukem dengan cara ekstraksi batang
pohon pinus dalam bentuk chip lalu di destilasi untuk memisahkan resin dan
gondorukem.
-Tall Oil Rosin = Hasil sampingan dari pabrik pulp yang
menggunakan bahan baku pinus dengan proses kraft (banyak lignin yang mengendap)
-Senyawa terpentin menguap pada suh 1750 C. Jadi digunakan destilasi untuk pemisahnya.
-Lignin berwarna gelap.
-Kapas 98% adalah selulosa, kayu 50 % nya selulosa
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 3
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
20 September 2012
-Senyawa Gondorukem yang memiliki gugus asam tinggi,
kelemahannya bila digunakan sebagai cat maka mudah karatan, kelebihannya adalah
mudah dimodifikasi, memiliki kemampuan untuk membentuk lapisan. Contoh : tinta
pulpen.
-Klasifikasi mutu di pasaran:
titik lunak: X = Extra, WW = Water White, WG = Window Glass, N: Nancy
titik lunak: X = Extra, WW = Water White, WG = Window Glass, N: Nancy
-Damar tertinggi adalah damar mata kucing karena seperti
mata kucing pada saat malam.
-Hanya Indonesia penghasil damar mata kucing di dunia.
Pohon = Sorea, Hovea.
Cara pengolahannya: dipukul-pukul, lalu disortir, lalu disaring.
-Damar : Asam Abietat
Kopal: Asam isotrachildat
Kemenyan: Asam Sinamat.
Pohon = Sorea, Hovea.
Cara pengolahannya: dipukul-pukul, lalu disortir, lalu disaring.
-Damar : Asam Abietat
Kopal: Asam isotrachildat
Kemenyan: Asam Sinamat.
-Di Krui, puntung rokok dikumpulkan, sisa tembakaunya untuk
memperbaiki pohon, dari bawang juga bisa. Damar biasanya agroforestry di Krui,
penghasil damar mata kucing terbesar di dunia, namanya Damar Rempong, hasil
kerjasama dengan masyarakat.
-Gum Damae: Getah Damar
Damar Batu: Jatuh ke tanah dan membeku.
Damar Batu: Jatuh ke tanah dan membeku.
-Kopal disadap dari bagian kulitnya agathis
amber: fosil dari kopal
amber: fosil dari kopal
-Jernang = Resin berwarna merah terang yang melapisi buah
rotan (Daemonorops) yang belum matang.
Nama lain: Dragon’s blood, getah badak.
Pengolahan: Buah Rotan dikeringkan -> dikempa/gencet -> bubuk jernang dipanaskan dan dicetak.
Nama lain: Dragon’s blood, getah badak.
Pengolahan: Buah Rotan dikeringkan -> dikempa/gencet -> bubuk jernang dipanaskan dan dicetak.
-Gaharu = Produk resin dengan keharuman yang khas berupa
gumpalan berwarna coklat muda, coklat kehitaman. Secara alami terbentuk sebagai
reaksi pertahanan terhadap serangan jamur (fusarium sp, dll) Daun tanamannya
dijadikan the sebagai anti-kanker.
1 kg = Rp 250.000
1 kg = Rp 250.000
-Karet, jelutung, perca =
Getahnya elastis, rantainya panjang (politerpen)
Pohon jelutung saluran intraselulernya radial, sadap hanya di tempat-tempet tertentu agar ketemu.
Bisa ditanam di lahan gambut. Di Jambi sedang dikembangkan, kayunya digunakan pensil agar tidak cepat patah. Getahnya untuk permen karet.
Pohon jelutung saluran intraselulernya radial, sadap hanya di tempat-tempet tertentu agar ketemu.
Bisa ditanam di lahan gambut. Di Jambi sedang dikembangkan, kayunya digunakan pensil agar tidak cepat patah. Getahnya untuk permen karet.
-Minyak atsiri disusun oleh senyawa yang lebih sederhana
daripada resin (diterpen, triterpen, monoterpen,sesquiterpen)
-Terpenoid = Struktur utamanya terpen, ada tambahan lain
berupa O.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 4
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
27 September 2012
-Minyak atsiri disebut minyak terbang karena mudah menguap.
-Minyak kayu putih mengandung senyawa dominan sineol, itu
yang menyebabkan hangat.
-Minayk atsiri alami terdiri dari banyak senyawa, sulit
mengisolasinya.
Minyak atsiri sintetis punya 1-2 senyawa dominan sehingga baunya lebih menyengat.
Minyak atsiri sintetis punya 1-2 senyawa dominan sehingga baunya lebih menyengat.
-Penggunaan minyak atsiri = Food flavour, pewangi, obat dan
bahan baku obat, kosmetika.
-Indonesia penghasil minyak nilam terbesar di dunia (banyak
di aceh),a romanya tidak begitu menarik, minyak nilam digunakan sebagai
fiksatif, ia mengikat aroma dari minyak bunga agar tahan lebih lama.
-Minyak Cendana membuat orang tidak bisa tidur.
-Metanol biasa dicampurkan ke minuman keras, bisa membuat
buta.
-Pulau Buru di Ambon jadi sumber minyak kayu putih.
-Minyak Cendana Indonesia dulu sangat terkenal, dulu berasal
dari NTB dan NTT, namun sekarang hilang karena banyak campuran.
-Lingkungan tempat tumbuh sangat berpengaruh terhadap minyak
yang dihasilkan.
-Alat suling sebaiknya skala 200 kg agar baik dan efisien,
di masyarakat masih skala kecil 50 kg.
-Petani banyakyang menjaul buah cengkeh, padahal buah, daun,
dan rantingnya bis disuling untuk menjadi minyak suling.
-Sulawesi banyak potensi untuk tanaman cengkeh.
-Pengolahan minyak atsiri di indonesia baru sampai crude oil
saja. Kalau di Cina, minyak atsirinya sudah dipisahkan. Harganya pun naik jadi
10x lipat.
-Minyak Nilam berwarna biru tua karena penyulingan di
Indonesia masih tradisional sehingga tercampur kandungan logam dan bernilai
rendah.
-Minyak Masohi hanya ada di Papua, disuling dari kulit,
sekarang sedang naik harganya.
-Cara mengecek keaslian minyak kayu putih adalah dengan
mencampurkan alkohol, tergantung seberapa banyak alkohol yang dibutuhkan agar
larut.
-Teknik Ekstraksi Minyak Atsiri:
1. Penyulingan dengan bantuan air (water, water and steam, steam)
2. Tanpa penyulingan :
- Enfleurasi (dengan lemak dingin)
-Maserasi (dengan lemak panas)
-Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap dengan perkolasi dan sexolasi.
1. Penyulingan dengan bantuan air (water, water and steam, steam)
2. Tanpa penyulingan :
- Enfleurasi (dengan lemak dingin)
-Maserasi (dengan lemak panas)
-Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap dengan perkolasi dan sexolasi.
-Jumlah komponen menguap ditentukan oleh:
Tekanan uap, bobot molekul, kecepatan uap minyak keluar
Tekanan uap, bobot molekul, kecepatan uap minyak keluar
-Minyak nilam sebaiknya disuling pada selang 2 jam karena
titik didihnya rendah. Sehingga minyak bsia bermutu tinggi
-Minyak Cendana berkualitas tinggi (ada Xanthanol) keluar
setelah 8 jam.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 5
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
5 Oktober 2012
-Pelayuan dan pengeringan dilakukan pada Nilam dan Vanilla.
-Water Destilation :
Boros energi karena turut memanaskan daun, waktu menguapkan air lebih lama.
Efisiensi rendah dan rendeman rendah
Boros energi karena turut memanaskan daun, waktu menguapkan air lebih lama.
Efisiensi rendah dan rendeman rendah
-Water and steam destilation:
Kontak langsung dengan air tidak ada.
Lazimnya untuk bahan bentuk daun dan kayu.
Kontak langsung dengan air tidak ada.
Lazimnya untuk bahan bentuk daun dan kayu.
-Steam Destilation:
Tekanan uap bisa diatur.
Efisien untuk kayu-kayuan.
-Alat sebaiknya terbuat dari stainless steel.
Tekanan uap bisa diatur.
Efisien untuk kayu-kayuan.
-Alat sebaiknya terbuat dari stainless steel.
-Teknologi Pengolahan Tanaman atsiri tanpa penyulingan
(umumnya untuk bunga-bungaan misal: mawar, mimosa, bunga orange, violet, dll)
1. Enfleurasi (Ekstraksi dengan lemak dingin)
Hasil: Pomade (lemak jenuh minyak atsiri)
Pomade nomor 36 artinya lemak telah kontak dengan bunga 36x, telah diganti bunganya 36x, makin tinggi , makin bagus.
2. Maserasi (ekstraksi dengan lemak panas) : Pomade tidak pakai nomor.
3. Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap.
1. Enfleurasi (Ekstraksi dengan lemak dingin)
Hasil: Pomade (lemak jenuh minyak atsiri)
Pomade nomor 36 artinya lemak telah kontak dengan bunga 36x, telah diganti bunganya 36x, makin tinggi , makin bagus.
2. Maserasi (ekstraksi dengan lemak panas) : Pomade tidak pakai nomor.
3. Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap.
-Bunga melati dan sedap malam, walau sudah dipetik, selama
tidak layu maka akan wangi terus.
1. Syarat lemak: tidak berbau, bersifat setengah keras pada
suhu kamar.
Biasanya= lemak sapi : baila ( 1 : 2) , lemak nabati : kacang
2. Sama dengan enfleurasi, hanya saja ditambah uap panas.
3. Minyaknya menjadi berwarna gelap karena pigmen.
Pelarut yang digunakan:
-eter, benzena (bunga)
-pro analysis grade (yang murni 90%)
-alkohol (bahan kering, batang, akar)
-teknis : 1 liter 50.000 ( yang bagus)
Biasanya= lemak sapi : baila ( 1 : 2) , lemak nabati : kacang
2. Sama dengan enfleurasi, hanya saja ditambah uap panas.
3. Minyaknya menjadi berwarna gelap karena pigmen.
Pelarut yang digunakan:
-eter, benzena (bunga)
-pro analysis grade (yang murni 90%)
-alkohol (bahan kering, batang, akar)
-teknis : 1 liter 50.000 ( yang bagus)
-Di Aceh, pelabuhan Polonia, minyak nilam berprinsip
memasukkan burung pelikan akan lebih banyak, padahal efeknya kurang bagus.
-Minyak organo-logam berwarna biru kehitaman.
-Bobot Jenis, indeks bias, residu penguapan, dan kelarutan
dalam alkohol menentukan kemurnian minyak atsiri. Makin banyak ditambahkan
alkohol yang dibutuhkan maka makin palsu.
-Garam natrium sulfat anhidrit akan mengikat air pada minyak
-Singapura membuat terpentin kita menjadi kamper, lalu
dijual lagi ke Indonesia.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 6
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
11 Oktober 2012
-Jamu = Sediaan yang menggunakan simplisia. Masih ada
jaringan obatnya.
Obat tradisional = Sediaan yang menggunakan ekstrak.
Fitofarmaka = Sediaan dalam bentuk senyawa murni yang berasal dari isolasi.
2a.
2b. Freeze Dryiing
2c. Pengeringan
2d. Fermentasi
Obat tradisional = Sediaan yang menggunakan ekstrak.
Fitofarmaka = Sediaan dalam bentuk senyawa murni yang berasal dari isolasi.
2a.
2b. Freeze Dryiing
2c. Pengeringan
2d. Fermentasi
-Buah Coklat di fermentasi agar keluar rasa yang enaknya.
-Simplisia adalah zat dalam keadaan kering.
-Standarisasi ekstrak seringkali belum dilakukan pengusaha
untuk didaftarkan ke badan POM.
-Stabilisasi ekstrak diperlukan agar ekstrak tidak rusak
zatnya.
-Pelarut yang boleh digunakan adalah etanol (max.70%) yang ideal adakah 30
% etanol.
Metanol berbahaya jadi tidak digunakan.
Metanol berbahaya jadi tidak digunakan.
-Bioassay :
-Ekstrak dapat larut dalam air, misalnya
Dimethylsulphuroxide (DMSO, tidak aktif terhadap organisme) yang dapat
melarutkan ekstrak non polar.
-Jika ekstrak berupa minyak atsiri atau padatan yang larut
air dengan cara ditekan atau diperas.
Contoh: kulit jeruk, temulawak
Contoh: kulit jeruk, temulawak
-Pelarut non polar akan mengekstrak / melarutkan zat
ekstraktif non polar, pelarut polar mengekstrak zat ekstraktif polar.
1. Perkolasi / maserasi : Metode paling sederhana dengan
merendam jaringan tumbuhan dalam pelarut pada suhu kamar. Umumnya digunakanuntuk
eksplorasi.
Sederhana, kemungkinan senyawa aktif akan rusak oleh panas kecil karena digunakan pada suhu kamar.
Sederhana, kemungkinan senyawa aktif akan rusak oleh panas kecil karena digunakan pada suhu kamar.
2. Rebus : Jaringan tumbuhan direndam dalam pelarut dengan
pemanasan.
3. Reflux : Jaringan tumbuhan direndam dalam pelarut dengan pemanasan
lalu dikondensasi agar turun lagi.
4. Soxhlet: Continous extraction pelarut. Bisa digunakan
berulang-ulang.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 7
Bu Rita Kartika Sari
(angkatan 23)
19 Oktober 2012
-Standarisasi ekstrak bisa berdasarkan :
1. Pengujian makro dan mikroskopis.
2. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis.
3. Pemerikasaan Pengotor/zat asing organik dan anorganik.
4. Penentuan kadar abu.
5. Penentuan kandungan air.
6. Penentuan kadar bahan aktif.
7. Penentuan cemaran mikroba dan residu pestisida.
1. Pengujian makro dan mikroskopis.
2. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis.
3. Pemerikasaan Pengotor/zat asing organik dan anorganik.
4. Penentuan kadar abu.
5. Penentuan kandungan air.
6. Penentuan kadar bahan aktif.
7. Penentuan cemaran mikroba dan residu pestisida.
-Tanin bisa digunakan untuk penyamak dan pewarna.
-Jernang dari rotan bisa untuk pewarna. Contoh: Keramik, Coklat edible, diduga memiliki
aktifitas anti-kanker.
-Contoh pewarna alami :
1. Karoten = Jingga sampai merah dari wortel dan pepaya. Beta-Karoten dari kelapa sawit.
2. Biksin = Kuning Dari: Jagung
3. Karamel = Coklat gelap Dari:
4. Klorofil = Hijau Dari: Daun suji, pandan, katuk
5. Antosianin Dari: Bunga dan buah
6. Kurkumin Dari: Kunyit
1. Karoten = Jingga sampai merah dari wortel dan pepaya. Beta-Karoten dari kelapa sawit.
2. Biksin = Kuning Dari: Jagung
3. Karamel = Coklat gelap Dari:
4. Klorofil = Hijau Dari: Daun suji, pandan, katuk
5. Antosianin Dari: Bunga dan buah
6. Kurkumin Dari: Kunyit
-Untuk membuat serbuk, maka kita bisa tambahkan filler.
-Kualitas zat warna diuji berdasarkan warna, rasa, aroma,
uji hedonik, dan organoleptik
Kualitas zat warna batik diuji berdasarkan ketahanan asam panas dan pencucian.
Kualitas zat warna batik diuji berdasarkan ketahanan asam panas dan pencucian.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 8
Bu Anne Carolina
8 November 2012
-Minyak dan lemak : senyawa yang tersusun dari 1 gliserol
yang mengikat 3 asam lemak.
-Sumber lemak/minyak
:
Biji-bijian = biji kapas, jarak, tengkawang, kelapa, kemiri, coklat, inti sawit, biji bunga matahari, wijen, dll
Kulit buah = zaitun, kelapa sawit
Hewan = Susu, daging ikan
Biji-bijian = biji kapas, jarak, tengkawang, kelapa, kemiri, coklat, inti sawit, biji bunga matahari, wijen, dll
Kulit buah = zaitun, kelapa sawit
Hewan = Susu, daging ikan
1. Minyak wijen (sesanum indicum) : biji diambil ketika
terdapat perubahan warna batang dan polong dari hijau -> kuning bintik
hitam, dilakukan sebelum biji matang seluruhnya.
Pengolahan : dihancurkan dengan mortar kayu lalu ditambah air panas.
Cara lain: penggilingan biji, kempa dingan/panas.
Kegunaan: manisan, campuran kembang gula, campuran obat gosok.
Pengolahan : dihancurkan dengan mortar kayu lalu ditambah air panas.
Cara lain: penggilingan biji, kempa dingan/panas.
Kegunaan: manisan, campuran kembang gula, campuran obat gosok.
2. Kelapa sawit : pada saat kematangan tertentu , jumlah
buah rontok, pada tandan sebanding dengan presentase minyak pada mesokarp.
Pengolahan : perontokan, penghancuran, pengempaan, perebusan, penjernihan, penyaringan.
Kegunaan: minyak goreng, pembuatan margarin, sabun.
Pengolahan : perontokan, penghancuran, pengempaan, perebusan, penjernihan, penyaringan.
Kegunaan: minyak goreng, pembuatan margarin, sabun.
3. Kemiri (Aluentes moluucana)
Pengolahan:
-Pelepasan kulit biji :
1. Pemanasan dalam oven lalu direndam dalam 1 malam.
2. Biji dibakar, lalu direbus sampai kulit pecah.
3. Penumbukan
Pengolahan:
-Pelepasan kulit biji :
1. Pemanasan dalam oven lalu direndam dalam 1 malam.
2. Biji dibakar, lalu direbus sampai kulit pecah.
3. Penumbukan
4. Jarak (Ricinus communis
Pengolahan: dehidrasi, oksidasi, hidrogenasi, sulfitasi, penyabunan.
Bisa beracun karena risinin alkaloid stableallergen – (B-1A)
Kegunaan :
Pengolahan: dehidrasi, oksidasi, hidrogenasi, sulfitasi, penyabunan.
Bisa beracun karena risinin alkaloid stableallergen – (B-1A)
Kegunaan :
5. Minyak Jambu mete
6. Tengkawang (green butter)
3 asam lemak + gliserida = trigliserida
-sifat minyak kemiri berbeda dengan minyak kelapa karena
perbedaan asam lemakNYA
-Panjang rantai asam lemak juga menentukan sifat fisiko
kimia dari minyak tertentu.
-asam lemak jenuh yaitu yang tidak memiliki ikatan rangkap,
mereka solid di suhu ruangan.
contoh : laurat, palmitat, stearat, arachidat.
contoh : laurat, palmitat, stearat, arachidat.
-asam lemak tak jenuh biasanya berbentuk cair
contoh : linolenat, pinoleat, oleat, linoleat.
contoh : linolenat, pinoleat, oleat, linoleat.
-asam lemak jenuh menyebabkan tekanan darah tinggi, tak
cocok untuk orang yang sakit kolestrol.
-sifat lemak nabati : asam lemak tak jenuh tinggi, titik
leburnya rendah, kerapatan lebih dari air, lemak murni berwarna putih, tidak
berbau dab tidak berasa, warna lemak disebabkan xat warna yang terlarut dalam
lemak. Contoh : karoten pada mentega.
-suhu makin rendah maka viskositas makin tinggi
-minyak larut dalam pelarut non polar seperti benzen, etil
eter.
-Colorimeter: pengukur warna/pigmen
viskometer : pengukur viskositas.
piknometer: pengukur bobot jenis.
viskometer : pengukur viskositas.
piknometer: pengukur bobot jenis.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 9
Bu Anne Carolina
22 November 2012
-Sifat kimia lemak ditentukan oleh:
1. Ikatan Ester : COO-R
2.Derajat Ketidaksesuaian : Seberapa banyak ikatan rangkap.
3. Panjang rantai asam lemak.
1. Ikatan Ester : COO-R
2.Derajat Ketidaksesuaian : Seberapa banyak ikatan rangkap.
3. Panjang rantai asam lemak.
-Sifat Kimia lemak:
1. Hidrolisis : Menghasilkan gliserol dan asam lemak
2. Oksidasi : Proses ketengikan lemak
3. Hidrogenasi : Pembuatan margarine
4. Pemanasan : Menghasilkan senyawa acroline ayng mengganggu pencernaan.
1. Hidrolisis : Menghasilkan gliserol dan asam lemak
2. Oksidasi : Proses ketengikan lemak
3. Hidrogenasi : Pembuatan margarine
4. Pemanasan : Menghasilkan senyawa acroline ayng mengganggu pencernaan.
-Tengik pada minyak merupakan hasil oksidasi lemak, di
pasaran, minyak goreng bisa teroksidasi oleh pemanasan.
-Kacang juga bisa dibuat minyak/lemak.
-Pengikatan oksigen pada asam lemak tidak jenuh membentuk
senyawa radikal bebas, pada akhir reaksi akan terbentuk senyawa alkoksi radikal
/ epoksida / alkohol / asam lemak bebas rantai pendek.
Pemaparan radikal bebas pada sel menyebabkan sel membelah terus menerus dan tak terkontrol bisa membuat kanker.
Pemaparan radikal bebas pada sel menyebabkan sel membelah terus menerus dan tak terkontrol bisa membuat kanker.
-Reaksi antara ester asam lemak dengan alkohol bisa membuat
biodiesel.
-Polimerisasi : Minyak Tung (Kemiri) : Vernish , Cat.
-Faktor penyebab kerusakan lemak:
kandungan lemak, bilangan penyabunan, bilangan iodin, bilangan asam.
kandungan lemak, bilangan penyabunan, bilangan iodin, bilangan asam.
-3 tahap proses pengolahan minyak: pendahuluan, ekstraksi,
pemurnian
Pendahuluan: cara kering: biji direndam air lalu dijemur.
cara kering: dikeringkan diatas api, sangrai.
1. Pengempasan mekanis
2. Perebusan dan rendering
3. Matode pelarutan
Pendahuluan: cara kering: biji direndam air lalu dijemur.
cara kering: dikeringkan diatas api, sangrai.
1. Pengempasan mekanis
2. Perebusan dan rendering
3. Matode pelarutan
-Pemurnian lemak:
Netralisasi ( memisahkan asam lemak bebas dari minyak)
pemucatan (menghilangkan zat warna yang tidak disukai)
deodorisasi ( menghilangkan bau dan rasa tengik)
hidrogenasi (membuat lemak jadi plastis)
Netralisasi ( memisahkan asam lemak bebas dari minyak)
pemucatan (menghilangkan zat warna yang tidak disukai)
deodorisasi ( menghilangkan bau dan rasa tengik)
hidrogenasi (membuat lemak jadi plastis)
-Asam linoleat, lionlenat biasa ditambahkan ke susu,
terutama balita. Termasuk asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh tapi
tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 10
Bu Anne Carolina
29 November 2012
-Sentra kerajinan rotan = Cirebon
-Rotan Bulat 88% berdiamater besar (lebih dari 18 mm) 32 %
kecil (kurang dari 18 mm)
-Lepidocaryodidae = sekumpulan jenis palmae yang tumbuh
memanjat.
-Calamus caesus (rotan saga)
-Rotan berekonomi tinggi = Daemonorops dan Calamus
-Batang rotan tua = untuk kerajinan, konstruksi bangunan
muda/umbut = sayuran
muda/umbut = sayuran
-Buah -> Getah Jernang : bibit tanaman , obat, pewarna
akar : obat daun: atap rumah
Ciri siap panen :
-Bagian bawah batang sudah tidak tertutup oleh daun kelopak.
-Sebagian daun sudah mongering, duri dan daun kelopak rontok.
akar : obat daun: atap rumah
Ciri siap panen :
-Bagian bawah batang sudah tidak tertutup oleh daun kelopak.
-Sebagian daun sudah mongering, duri dan daun kelopak rontok.
-Menebang pangkal rotan 10 – 50 cm, kemudian pengait ditarik
agar terlepas
-Besar pori dan tebal dinding sel rambut menentukan keawetan
dan kekuatan rotan.
-Komposisi kimia rotan : hemiselulosa (71 – 76%), selulosa
(39-58%), lignin (18-27%), silica (5-8%)
-Selulosa = Kekuatan Tarik/keteguhan lentur
Lignin = Kekuatan Rotan
Pati = Karbohidrat utama
Tanin/asam tanat (tanic acid) = penangkal pemangsa (beracun terhadap herbivora), ia mengendapkan protein sehingga pencernaan pemangsa jadi tidak efisien. Bisa dipurifikasi sebagai bahan anti rayap dan jamur.
Lignin = Kekuatan Rotan
Pati = Karbohidrat utama
Tanin/asam tanat (tanic acid) = penangkal pemangsa (beracun terhadap herbivora), ia mengendapkan protein sehingga pencernaan pemangsa jadi tidak efisien. Bisa dipurifikasi sebagai bahan anti rayap dan jamur.
-Pengawetan rotan/bambu secara tradisional adalah dengan
diapungkan di air/sungai, karena pati akan larut dalam air, sehingga bisa awet.
-Sifat fisik dan mekanis rotan :
Berat Jenis (BJ) = 0,47 – 0,57
Nilai kekuatan (MDR) = 421 -834 kg/cm3
Nilai kelenturan (MDE) = 14.548 – 22.000 KG/cm2
Berat Jenis (BJ) = 0,47 – 0,57
Nilai kekuatan (MDR) = 421 -834 kg/cm3
Nilai kelenturan (MDE) = 14.548 – 22.000 KG/cm2
-Pengolahan:
1. Merunti = Menghilangkan duri dan kelopak
2. Pencelupan = Mencegah serangan jamur dan pemuactan warna
3. Penggorengan = Mengeluarkan zat lilin dan menghasilkan warna kuning yang mengkilap serta menurunkan kadar air.
4. Pengasapan Belerang = Mencegah serangan hama dan menyeragamkan warna
5. Pengeringan = Menurunkan kadar air.
1. Merunti = Menghilangkan duri dan kelopak
2. Pencelupan = Mencegah serangan jamur dan pemuactan warna
3. Penggorengan = Mengeluarkan zat lilin dan menghasilkan warna kuning yang mengkilap serta menurunkan kadar air.
4. Pengasapan Belerang = Mencegah serangan hama dan menyeragamkan warna
5. Pengeringan = Menurunkan kadar air.
-3 pengawetan rotan:
1. Sebelum dipanen (Bucheri)
2. Setelah dipanen (Propilaptik)
3. Setelah kering (permanen)
1. Sebelum dipanen (Bucheri)
2. Setelah dipanen (Propilaptik)
3. Setelah kering (permanen)
-Penggorengan = Solar : Minyak Kelapa (4 : 1) , Solar : Minyak Kelapa (4 : 1), Solar : Minyak
Tanah : Minyak Kelapa ( 8 :1 : 1), Minyak Tanah : Minyak Kepala ( 4 : 1)
Lama penggorengan : 15 , 30 , 60 , 120 menit.
Mempengaruhi: warna kulit, keteguhan tekan, sejajar serat
Lama penggorengan : 15 , 30 , 60 , 120 menit.
Mempengaruhi: warna kulit, keteguhan tekan, sejajar serat
-Dijemur = 22 – 65 Hari
Pembengkokan :
1. Uap air (Steaming)
2. Direndam dengan 15 % larutan DMSO (Dimetil Sulfoksida) 8 jam, 820C
3. Memanaskan langsung (pakai alat pembengkok)
Pembengkokan :
1. Uap air (Steaming)
2. Direndam dengan 15 % larutan DMSO (Dimetil Sulfoksida) 8 jam, 820C
3. Memanaskan langsung (pakai alat pembengkok)
-Pemutihan = Menghilangkan silika, mengurangi kromofort
Direndam dalam Hidrogen Peroksida (H2O2) selama 1 jam.
Direndam dalam Hidrogen Peroksida (H2O2) selama 1 jam.
-Pengasapan = Agar warna rotan menjadi kuning merata dan
mengkilap
12 jam 7,5 kg belerang.
12 jam 7,5 kg belerang.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 11
Bu Anne Carolina
6 Desember 2012
-Bambu termasuk dalam Graminae, bagian luar batang banyak
mengandung silika, pati relatif tinggi (rentan hama bubuk), serat panjang,
lentur.
-Di Indonesia berumpun, di Jepang / Cina sliter.
-Bambu juga bisa dijadikan kertas karena kandungan ligninnya
rendah, namun silikanya mengganggu proses pulping (merusak amta pisau, jadi
mudah tumpul)
-Hutan Industri Bambu di indonesia belum ada.
-Kolom bambu terdiri dari : 50 % parenkim, 40 % serat, 10%
sel penghubung
-Sifat fisik dan mekanis dipengaruhi :
umur, diameter, ketinggian, tebal daging bambu.
umur, diameter, ketinggian, tebal daging bambu.
-Kadar selulosa: 42,4 - 53,6% = tinggi
kadar lignin: 19,8 - 26,6 % = rendah
abu : 1,24 – 3,77 %
silika : 0,10 – 1,78 %
kadar lignin: 19,8 - 26,6 % = rendah
abu : 1,24 – 3,77 %
silika : 0,10 – 1,78 %
-Jenis bambu:
Bambusa vulgaris = gadung
Bambusa bambos = duri
Bambusa spinosa = greng
Dendrocalamus asper = betung
Gigantochloa apus = duri
Gigantochloa verticillata =
Bambusa vulgaris = gadung
Bambusa bambos = duri
Bambusa spinosa = greng
Dendrocalamus asper = betung
Gigantochloa apus = duri
Gigantochloa verticillata =
-Hama bubuk bambu = Dinoderus sp. (paling banyak) , Lyctus
sp. (paling sedikit)
-Pemanenan : Tebang habis, tebang pilih
Pengeringan : matahari, pengasapan
Pengawetan : bucheri
Pengeringan : matahari, pengasapan
Pengawetan : bucheri
-Tebang pilih :
Generasi 1 ( Umur 3-4 tahun), 2 (2-3 tahun), 3 (1-2 tahun), 4 (0-1
tahun)
Pengeringan : Pengasapan atau
Pengawetan :
Tradisional = air mengalir, air tergenang, kumpur, air laut, pelaburan dengan kapur / kotoran sapi.
Bahan kimia (1-3 hari) : Boraks 3 % (Bambu dibelah, dikuliti dahulu)
Perendaman : Horizontal (1-7 hari), vertikal ( 4 minggu)
Pengeringan : Pengasapan atau
Pengawetan :
Tradisional = air mengalir, air tergenang, kumpur, air laut, pelaburan dengan kapur / kotoran sapi.
Bahan kimia (1-3 hari) : Boraks 3 % (Bambu dibelah, dikuliti dahulu)
Perendaman : Horizontal (1-7 hari), vertikal ( 4 minggu)
-Metode Boucheri = Pada batang bambu yang masih segar diberi
boraks (Na2B4O7.10H2O) 5%
(Ditebang dan diusahakan tegak atau bersandar pada pohon lain).
Batang bawah dikuliti 10cm , proses asimilasi dibiarkan masih berjalan untuk menyerap boraks.
(Ditebang dan diusahakan tegak atau bersandar pada pohon lain).
Batang bawah dikuliti 10cm , proses asimilasi dibiarkan masih berjalan untuk menyerap boraks.
-Bambu Andong lebih mudah diawetkan daripada bambu tali.
-Stabilisasi warna sesuai permintaan.
Untuk pemutihan menggunakan H2O2
Untuk hijau : Menggunakan campuran terusi dan nikel sulfat +- 20 hari
Untuk pemutihan menggunakan H2O2
Untuk hijau : Menggunakan campuran terusi dan nikel sulfat +- 20 hari
-Penggunaan bambu = pulp,
bambu tapis, lamina, panel bambu, papan semen, arang bambu.
-Pulp bambu = Pakai bambu duri, bambu paring, bambu popor,
dan bambu banoa.
Kendalanya : bahan baku kurang, alternatifnya bisa dicampurkan dengan kayu seperti jabon dan kemiri.
Kendalanya : bahan baku kurang, alternatifnya bisa dicampurkan dengan kayu seperti jabon dan kemiri.
-Bambu Lamina = Dibelah lalu dilekat, jenis : bambu andong.
Perekat : urea formaldehid
Kerapatan, keteguhan lentur, dan keteguhan tekan sejajar dengan kayu kelas 2.
Kerapatan, keteguhan lentur, dan keteguhan tekan sejajar dengan kayu kelas 2.
-Bambu Lapis = memakai venir
-Panel bambu = perekat: phenol formaldehid
-Papan semen = campuran 3 bahan (Serbuk bambu, semen, )
-Arang bambu = Destialsi kering dan cara timbun skala semi
pilot.
Jenis : Bambu tali, bambu ater (paling baik), bambu andong, bambu betung
Nilai kalor = 6602 kal/gr
Jenis : Bambu tali, bambu ater (paling baik), bambu andong, bambu betung
Nilai kalor = 6602 kal/gr
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 12
Bu Anne Carolina
6 Desember 2012
-Karbohidrat paling tinggi dari hutan ada pada sagu. Selain
itu karbohidrat juga ada pada Nipah, aren, lontar, kelapa, sukun.
-Tanaman lain yang ada sumber karbohidrat yang memiliki
serat tak larut yang baik untuk pencernaan:
iles-iles , porang
iles-iles , porang
-Glikogen = hewan
amilopektin = tumbuhan, serat
amilopektin = tumbuhan, serat
-Kegunaan: food industry (sukrosa) , tekstil (kapas,
selulosanya 99%), kertas dan plastik (selulosa), pengemasan (selulosa), farmasi
(antibiotik <Gentamycin>, vitamin C (asam askorbat)
-Maltosa
Glukosa banyak di buah, madu, sayur.
Fruktosa banyak di buah, madu, sirup jagung.
Galaktosa banyak di susu.
Glukosa banyak di buah, madu, sayur.
Fruktosa banyak di buah, madu, sirup jagung.
Galaktosa banyak di susu.
-Disakarida
Sukrosa = Gula pasir, dari gula tebu dan bit gula.
Laktosa = susu dan turunannya
maltosa = di biji sereal.
maltosa lebih mudah dicerna oleh tubuh
Sukrosa = Gula pasir, dari gula tebu dan bit gula.
Laktosa = susu dan turunannya
maltosa = di biji sereal.
maltosa lebih mudah dicerna oleh tubuh
-Pati
anmilosa (Cincin lurus), amilopektin (bercabang)
banyak di grain, vegetable, legumes. Dilarutkan di air panas jadi :
20% amilosa dan 80% amilopektin
anmilosa (Cincin lurus), amilopektin (bercabang)
banyak di grain, vegetable, legumes. Dilarutkan di air panas jadi :
20% amilosa dan 80% amilopektin
-Glikogen (banyak cabang) cadangan makanan di otot/hati
ketika tidur maka glukosa jadi glikogen.
ketika tidur maka glukosa jadi glikogen.
-Kadar kemanisan terhadap sukrosa:
Alami : laktosa = tidak manis, maltosa = sama manis, glukosa = agak manis, fruktosa = 4x lebih manis
Buatan: Siklamat = 30x lebih manis, aspartam = 150x lebih manis, sakarin = 450x , sucralose = 600x
Alami : laktosa = tidak manis, maltosa = sama manis, glukosa = agak manis, fruktosa = 4x lebih manis
Buatan: Siklamat = 30x lebih manis, aspartam = 150x lebih manis, sakarin = 450x , sucralose = 600x
-Bila makan yang mengandung serat tinggi maka kita akan
lebih kenyang karena serat tak akan tercerna sepenuhnya. Roti membuat dapat energi lebih cepat, tapi cepat lapar.
-Diabetes = tipe 1 :
kekurangan insulin, tipe 2 : sel resisten trerhadap insulin.
Faktor tipe 2 : umur, silsilah, obesitas, aktifitas.
Faktor tipe 2 : umur, silsilah, obesitas, aktifitas.
-Makan serat yang tinggi bisa mengatur gula darah dan
pencernaan.
-Sumber karbohidrat umbi pada = gadung, iles-iles, talas,
ubi kayu, garut, rebung
pada buah = matoa, durian, duku, mangga
pada buah = matoa, durian, duku, mangga
-Sagu
Sagu mutiara : industri makanan
Dextrin : kosmetik, tekstil, farmasi, perekat.
Glukosa : Fruktosa, alkohol
ampas serat : papan serat, briket arang, media jamur.
Sagu mutiara : industri makanan
Dextrin : kosmetik, tekstil, farmasi, perekat.
Glukosa : Fruktosa, alkohol
ampas serat : papan serat, briket arang, media jamur.
-nipah
-lontar
-sukun
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 13
Bu Anne Carolina
13 Desember 2012
-Hasil Hewan:
Makanan = Telur, madu, sarang burung walet, ikan
Bagian Kulit= Reptil, hewan besar, hewan berbulu
Lainnya = Gading, tanduk, wool, tulang, malam, kokon, lak, dll
persuteraan alam P47/MenhutII/2006
Makanan = Telur, madu, sarang burung walet, ikan
Bagian Kulit= Reptil, hewan besar, hewan berbulu
Lainnya = Gading, tanduk, wool, tulang, malam, kokon, lak, dll
persuteraan alam P47/MenhutII/2006
-Ulat sutra:
Three moluters = 3x ganti kulit
Four moluters = 4x ganti kulit
Five moluters = 5x ganti kulit
Monovoltine = 1 generasi / tahun
Bivoltine = 2 generasi / tahun
Polyvoltine = 3 generasi / tahun
Ras : jepang, cina, eropa, tropis
Three moluters = 3x ganti kulit
Four moluters = 4x ganti kulit
Five moluters = 5x ganti kulit
Monovoltine = 1 generasi / tahun
Bivoltine = 2 generasi / tahun
Polyvoltine = 3 generasi / tahun
Ras : jepang, cina, eropa, tropis
-Murbei (morus sp.)
Murbei hutan, murbei multi, murbei pagar, murbei buah.
Pelaksanaan:
1. Penanganan telur
2. Awal pemeliharaan dikotak 25-280C , Kelembaban 75-80%, (hakite) ulat kecil butuh makan
3. Pemberian makan, daun 0.5 cm, 3-4 kali per hari.
4. Pemeliharaan
5. Pengokonan = 21 hari sejak ulat dipelihara
Alat penngokonan = Seriframe
6. Panen = Hari ke 5-6 sejak pengokonan.
Pasca Panen:
1. Flossing = Pengambilan serat. Bisa manual, sumpit, alat mesin.
2. Seleksi kokon
3. Pengeringan = dijemur, dioven, dikukus
4. Penyimpanan
5. Pemintalan :
-1.Perebusan kokon = dilarutkan dalam sericin agar serat mudah terurai
-2.Reeling = Pemintalan
-3.Rereeling = Pemintalan agar benang jadi panjang dan berat yang sama
-4.Pengeringan = dimatahari atau dianginkan
-5.Ukel = dibentuk menjadi ukelan (skein) agar mudah dipack
Murbei hutan, murbei multi, murbei pagar, murbei buah.
Pelaksanaan:
1. Penanganan telur
2. Awal pemeliharaan dikotak 25-280C , Kelembaban 75-80%, (hakite) ulat kecil butuh makan
3. Pemberian makan, daun 0.5 cm, 3-4 kali per hari.
4. Pemeliharaan
5. Pengokonan = 21 hari sejak ulat dipelihara
Alat penngokonan = Seriframe
6. Panen = Hari ke 5-6 sejak pengokonan.
Pasca Panen:
1. Flossing = Pengambilan serat. Bisa manual, sumpit, alat mesin.
2. Seleksi kokon
3. Pengeringan = dijemur, dioven, dikukus
4. Penyimpanan
5. Pemintalan :
-1.Perebusan kokon = dilarutkan dalam sericin agar serat mudah terurai
-2.Reeling = Pemintalan
-3.Rereeling = Pemintalan agar benang jadi panjang dan berat yang sama
-4.Pengeringan = dimatahari atau dianginkan
-5.Ukel = dibentuk menjadi ukelan (skein) agar mudah dipack
-Lebah Madu
Apis Cerana, apis frorea, apis dorsada.
Hasil: madu, royal jelly (susu ratu), bee pollen, propolis.
Apis Cerana, apis frorea, apis dorsada.
Hasil: madu, royal jelly (susu ratu), bee pollen, propolis.
-Sarang lebah hutan :
Lalau = 1 pohon 50 koloni. Dilindungi hukum adat
Repak = 1 pohon 1 koloni. Pemilik adalah penemu pertama, koloni tidak selalu kembali tahun berikutnya .
Tikung = Dari dahan buatan. Banyak di danau Sentarum
Lalau = 1 pohon 50 koloni. Dilindungi hukum adat
Repak = 1 pohon 1 koloni. Pemilik adalah penemu pertama, koloni tidak selalu kembali tahun berikutnya .
Tikung = Dari dahan buatan. Banyak di danau Sentarum
-Nektar = 80% air dan gula kompleks. Dalam 1 tahun, 1 koloni
lebah bisa menghabiskan 55 – 100 kg madu.
-Nektar disimpan dilambung, pollen disimpan di kaki
belakang.
-Untuk dapat pollen, buat pollen trap disarang agar jatuh
sebelum masuk sarang.
-Propolis dari pucuk dauin muda + air liur. Untuk menambal /
mensterilkan sarang, sifatnya disinfektan.
-Madu diambil ketika 1-2 minggu setelah bunga bermekaran.
-Panen = Sisiran dicuci, lapisan penutup dikupas dengan
pisau.
Cara lama = Memeras sarang beserta isinya
Cara baru = dibuka lilinnya, diiris tipis-tipis horizontal, diletakkan diatas kain untuk menyaring
Cara lama = Memeras sarang beserta isinya
Cara baru = dibuka lilinnya, diiris tipis-tipis horizontal, diletakkan diatas kain untuk menyaring
-Lak (resin/damar dari sekresi insekta. Misal: Laccifer
lacca)
Pohon inang : Kesambi, Plosa, Kaliandra/Widoro, Jamuju, Acasia vilosa dan arabica
Lak cabang = masih asli dari cabang pohon
Pengolaha: pengerokan, pengayakan, perendaman, pencucian, pengeringan.
Jadilah Lak butiran, lalu dibuat lak lembaran
Pohon inang : Kesambi, Plosa, Kaliandra/Widoro, Jamuju, Acasia vilosa dan arabica
Lak cabang = masih asli dari cabang pohon
Pengolaha: pengerokan, pengayakan, perendaman, pencucian, pengeringan.
Jadilah Lak butiran, lalu dibuat lak lembaran
-Sarang Burung Walet (Collocallia ) bisa buatan, bisa asli.
Jenis : Walet putih, walet besar, walet sarang hitam, walet gunung, walet sarang lumut, walet sapi.
Khasiat: sumber zat pembangun, mencegah darah tinggi, kolestrol, pembentuk tulang, stamina, proses penyembuhan, gangguan alat pernafasan.
Mutu: Tergantung kebersihan , , ,
-Merah/sarang darah
-Perak
Jenis : Walet putih, walet besar, walet sarang hitam, walet gunung, walet sarang lumut, walet sapi.
Khasiat: sumber zat pembangun, mencegah darah tinggi, kolestrol, pembentuk tulang, stamina, proses penyembuhan, gangguan alat pernafasan.
Mutu: Tergantung kebersihan , , ,
-Merah/sarang darah
-Perak
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Bab 14
Bu Anne Carolina
13 Desember 2012
-Bioenergi
-Pembentukan minyak bumi:
Peat = high time -> Lignite = high pressure -> Coal
Peat = high time -> Lignite = high pressure -> Coal
-Perkiraan tahun energi akan habis :
Gas alam = 2047
Minyak bumi = 2080
Batu Bara = 2180
Uranium = 2017
Gas alam = 2047
Minyak bumi = 2080
Batu Bara = 2180
Uranium = 2017
-Sifat bioenergi :
renewable, ramah lingkungan, emmpu mengeliminasi gas rumah kaca, kuntinuitas terjamin, proses produksi sederhana
renewable, ramah lingkungan, emmpu mengeliminasi gas rumah kaca, kuntinuitas terjamin, proses produksi sederhana
-Tradisional = Kayu bakar
Modern = Biogas, Bioetanol, Biogas PPO (Pure Plant Oil) produk cari dari biji sumber minyak,
Biosyngas (Gas kaya CO dan H2 dari gasifikasi biomassa) , Biodiessel (reaksi transesterifikasi), Bio Oil (Bio kerosin, PPO untuk pembangkit listrik pirolisis langsung (450 – 5500C) produk arang (Charcoal) dan cuka kayu)
Modern = Biogas, Bioetanol, Biogas PPO (Pure Plant Oil) produk cari dari biji sumber minyak,
Biosyngas (Gas kaya CO dan H2 dari gasifikasi biomassa) , Biodiessel (reaksi transesterifikasi), Bio Oil (Bio kerosin, PPO untuk pembangkit listrik pirolisis langsung (450 – 5500C) produk arang (Charcoal) dan cuka kayu)
-Minyak biji-bijian :
Sawit, kelapa, lobak, kedelai, bunga matahari, jarak pagar.
Sawit, kelapa, lobak, kedelai, bunga matahari, jarak pagar.
-Bioetanol: tebu, aren, ubi kayu , singkong, nipah, sorgum
biji, sorgum manis.
-Generasi 1 = Minyak, pati -> tapi seharusnya ini untuk
pangan, agar kita tetap makan.
-Generasi 2 = Limbah biomassa & selulosa
-Generasi 2 = Limbah biomassa & selulosa
-Kayu yang bagus untuk jadi bahan energi adalah
bakau-bakauan
-Etanol 90-94% = industrial grade
-Etanol 95-99,5% = potable grade & farmasi (bisa dimakan)
- Etanol >99,5% =Fuel grade etano (FGE)
-Etanol 95-99,5% = potable grade & farmasi (bisa dimakan)
- Etanol >99,5% =Fuel grade etano (FGE)
-3 Tahap pembuatan bioetanol = konversi, fermentasi,
pemisahan.
-Untuk generasi 2:
1. Delignifikasi = Cukup sulit karena ingin berasosiasi dengan selulosa
2. Sakarifikasi = Pemecahan jadi gula sederhana. Liquefaction dahulu agar pati jadi oligosakarida, tambahkan glukoamilase dari aspergillus)
3. Fermentasi = mengguinakan sacharomyces erevisiae
-Terpisah = Separated Hydrolysis & Fermentation (SHF)
-Simultan = Simultaneous Sacchariffication Fermentation (SSF) dalam 1 reaktor.
4. Destilasi
1. Delignifikasi = Cukup sulit karena ingin berasosiasi dengan selulosa
2. Sakarifikasi = Pemecahan jadi gula sederhana. Liquefaction dahulu agar pati jadi oligosakarida, tambahkan glukoamilase dari aspergillus)
3. Fermentasi = mengguinakan sacharomyces erevisiae
-Terpisah = Separated Hydrolysis & Fermentation (SHF)
-Simultan = Simultaneous Sacchariffication Fermentation (SSF) dalam 1 reaktor.
4. Destilasi
-Etanol anhidrat = Etanol yang tidak memiliki air. Bisa
dibuat dengan mencampurkan zeolit.
-Gasohol = Campuran bioetanol dan bensin. Pada kadar
bioetanol 25% tanpa harus mesin dimodifikasi.
Hasil Hutan Bukan
Kayu (HHT342)
Praktikum Pembuatan
Briket
Bu Anne Carolina
-Bahan = Ranting, serbuk gergaji, serasah, kayu, tempurung
kelapa, ampas tebu, sekam.
-syarat = kering, seragam , Kadar Air < 15%
Dibakar hingga diperoleh arang
-syarat tidak boleh ada udara masuk
-Tahap Pengarangan:
20-1100C Kayu menyerap mapan dan mengering,
terjadi perubahan air menjadi uap.
110 – 2700C seluruh kadar air menguap, beberapa komponen kayu mulai terdekomposisi sehingga keluar gas CO, CO2, dan beberapa asam asetat dan etanol.
110 – 2700C seluruh kadar air menguap, beberapa komponen kayu mulai terdekomposisi sehingga keluar gas CO, CO2, dan beberapa asam asetat dan etanol.
Derajat celcius:
270 – 290 = dekomposisi
290 – 400 =
400 =
400 – 500 = di stop agar tak jadi abu.
270 – 290 = dekomposisi
290 – 400 =
400 =
400 – 500 = di stop agar tak jadi abu.
-Serbuk digiling, dicampurkan degnan perekat (tepuang kanji,
tanah liat, kotoran sapi)
-Untuk perekat kanji = perbandingan air dan tepung kanji 10
:1 atau 12 : 1
-Perekat kanji 2-10% berat arang, disesuaikan dengan jenis
bahan baku yang digunakan.
-Pencetakan
-Pengeringan = dijemur selama 1 hari
-Beoscope, video proses pirolisis.
-Keunggulan =
Praktis, Kreasi bentuk, bentuk seragam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar