Senin, 18 Juli 2016

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)



Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 1
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
6 September 2012
-HTI = Hutan Tanaman Industri
-Atsiri merupakan hasil metabolit sekunder.
-Energi Biomassa dulu ada di THH, namun sekarang beralih ke TIN.
-UU No.41 tahun 1999 : Hasil hutan bukan kayu  terdiri dari benda-benda hayati yang berasal dari flora dan fauna. Selain itu termasuk juga jasa, air, udara, dan manfaat tidak langsung dari hutan.
Menurut Peraturan Menteri Kehutanan P.35/Menhut-II/2007:
Hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunannya dari budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan.
-Iles-iles termasuk agroforestry, umbinya mengandung karbohidrat untuk diet, karena ketika kena air jadi mengembang. Contoh : Vegeta.
-Hutan sebagai paru-paru dunia adalah hal yang salah karena paru-paru itu menyerap O2 dan mengeluarkan CO2. Sedangkan hutan adalah sebaliknya.
-Nyamplung Cuma ada di semenanjung Malaya/
-Buah Jarak bisa jadi bahan baku biodiesel, cangkangnya dibuat biobricket.
-Tannin juga digunakan untuk penyamak kulit. Contoh: Sepatu.
-Tannin banyak digunakan sebagai perekat.
-Hati-hati makan kerupuk kulit, karena dari limbah kulit sapi yang banyak dicampur bahan kimia yang bersifat karsinogen.
--Ciri-ciri HHBK:
Hasil per Ha sangat sedikit, Pungutan musiman, nilai lebih tinggi dari kayu, keragaman dalam jenis, produksi, dan bentuk fisik.
-Suplai gaharu langka, getahnya mahal.



Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 2
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
13 September 2012
-Resin = Senyawa poliorganik yang tersusun atas aneka senyawa terpen. Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik.
-Struktur terpen seperti kalajengking
-Mikroterpen dan sesquiterpen adalah penyusun minyak atsiri.
-Getah pinus mengandung minyak atsiri dan resin yaitu gondorukem.
-Nama dagang international : Rosin
-Gaharu harganya bisa mencapai milyaran.
--Contoh resin alami (dari tumbuhan atau serangga)
-Jernang = Resin yang melapisi rotan tertentu, terdapat pada buah yang muda, warnanya merah, biasa digunakan untuk pewarna alami keramik, untuk makanan juga bisa karena ada zat anti-kanker
-Rosin = Mudah rapuh, digunakan sebagai kaca mobil.
-Lak
-Gaharu
-Ciri resin:
Padatan yang rapuh, mengkilap dan bening kusam (bisa untuk pelapis majalah), meleleh bila kena panas, mudah terbakar, tidak larut dalam air tetapi dapat larut dalam pelarut organik
-Gondorukem ada yang 800 C sudah meleleh.
-Resin biasa digunakan sebagai pelapis, bahan baku cat, vernis.
-Orang yang buang Kratindeng sembarangan bisa terjadi kecelakaan.
--Klasifikasi resin berdasarkan kondisi fisik saat dipanen:
-Hard Resin: Damar (Sorea/Meranti), Kopal (agathis), jenang (rotan), lak (serangga, kutu lak di pohon kesambi), gaharu (gaharu)
- Soft Resin (Oleoresin) : Getah pinus (pine resin), gondorukem(rosin)
-Balsem: Kemenyan (mengandung asam benzoat/asam sinamat dan berbau balsam)


-Identifikasi berdasarkan cara pemanenan:
1. Penyadapan (getah pinus, damar (ada dikayu, bagian dubal karena sel-selnya masih hidup), kopal  (ada di kulit), kemenyan
2. Pemetikan (Lak, jernang)
3. Penebangan (Gaharu)
4. Pemungutan (damar, kopal)
-Bila menyadap terlalu dalam, maka pohon gampang tumbang.
-Ilmuwan sekarang meneliti, mengapa gaharu yang di alam minyaknya lebih wangi, resinnya lebih banyak.
-Minyak gaharu 1kg bisa seharga 1 milyar.
Minyak Gaharu dipakai orang bangsawan Arab sebagi minyak wangi.
-Manipulasi Gaharu adalah dengan membuatnya terserang, bisa cendawan, dll.
-Amber merupakan fosil kopal, harganya juga mahal.
-Getah pinus (oleoresin) Oleo : terpentin,  Resin:  Gondorukem 70-80%
-Pinus merkusii adalah tanaman endemik. Punya wangi yang khas, asli sumatra utara, banyak disukai orang asing, yang minyak tersebut tidak didapat dari pinus spesies lain.
-Gum Rosin = Jenis Gondorukem dari destilasi getah pinus hasil sadapan. (lebih bening dari wood rosin dan tall-oil rosin.
-Wood rosin = Jenis gondorukem dengan cara ekstraksi batang pohon pinus dalam bentuk chip lalu di destilasi untuk memisahkan resin dan gondorukem.
-Tall Oil Rosin = Hasil sampingan dari pabrik pulp yang menggunakan bahan baku pinus dengan proses kraft (banyak lignin yang mengendap)
-Senyawa terpentin menguap pada suh 1750  C. Jadi digunakan destilasi untuk pemisahnya.
-Lignin berwarna gelap.
-Kapas 98% adalah selulosa, kayu 50 % nya selulosa




Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 3
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
20 September 2012
-Senyawa Gondorukem yang memiliki gugus asam tinggi, kelemahannya bila digunakan sebagai cat maka mudah karatan, kelebihannya adalah mudah dimodifikasi, memiliki kemampuan untuk membentuk lapisan. Contoh : tinta pulpen.
-Klasifikasi mutu di pasaran:
titik lunak: X = Extra, WW = Water White, WG = Window Glass, N: Nancy
-Damar tertinggi adalah damar mata kucing karena seperti mata kucing pada saat malam.
-Hanya Indonesia penghasil damar mata kucing di dunia.
Pohon = Sorea, Hovea.
Cara pengolahannya: dipukul-pukul, lalu disortir, lalu disaring.

-Damar :  Asam Abietat
Kopal: Asam isotrachildat
Kemenyan: Asam Sinamat.
-Di Krui, puntung rokok dikumpulkan, sisa tembakaunya untuk memperbaiki pohon, dari bawang juga bisa. Damar biasanya agroforestry di Krui, penghasil damar mata kucing terbesar di dunia, namanya Damar Rempong, hasil kerjasama dengan masyarakat.
-Gum Damae: Getah Damar
Damar Batu: Jatuh ke tanah dan membeku.
-Kopal disadap dari bagian kulitnya agathis
amber: fosil dari kopal
-Jernang = Resin berwarna merah terang yang melapisi buah rotan (Daemonorops) yang belum matang.
Nama lain: Dragon’s blood, getah badak.
Pengolahan: Buah Rotan dikeringkan -> dikempa/gencet -> bubuk jernang dipanaskan dan dicetak.
-Gaharu = Produk resin dengan keharuman yang khas berupa gumpalan berwarna coklat muda, coklat kehitaman. Secara alami terbentuk sebagai reaksi pertahanan terhadap serangan jamur (fusarium sp, dll) Daun tanamannya dijadikan the sebagai anti-kanker.
1 kg = Rp 250.000
-Karet, jelutung, perca =  Getahnya elastis, rantainya panjang (politerpen)
Pohon jelutung saluran intraselulernya radial, sadap hanya di tempat-tempet tertentu agar ketemu.
Bisa ditanam di lahan gambut. Di Jambi sedang dikembangkan, kayunya digunakan pensil agar tidak cepat patah. Getahnya untuk permen karet.
-Minyak atsiri disusun oleh senyawa yang lebih sederhana daripada resin (diterpen, triterpen, monoterpen,sesquiterpen)
-Terpenoid = Struktur utamanya terpen, ada tambahan lain berupa O.

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 4
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
27 September 2012
-Minyak atsiri disebut minyak terbang karena mudah menguap.
-Minyak kayu putih mengandung senyawa dominan sineol, itu yang menyebabkan hangat.
-Minayk atsiri alami terdiri dari banyak senyawa, sulit mengisolasinya.
Minyak atsiri sintetis punya 1-2 senyawa dominan sehingga baunya lebih menyengat.
-Penggunaan minyak atsiri = Food flavour, pewangi, obat dan bahan baku obat, kosmetika.
-Indonesia penghasil minyak nilam terbesar di dunia (banyak di aceh),a romanya tidak begitu menarik, minyak nilam digunakan sebagai fiksatif, ia mengikat aroma dari minyak bunga agar tahan lebih lama.
-Minyak Cendana membuat orang tidak bisa tidur.
-Metanol biasa dicampurkan ke minuman keras, bisa membuat buta.
-Pulau Buru di Ambon jadi sumber minyak kayu putih.
-Minyak Cendana Indonesia dulu sangat terkenal, dulu berasal dari NTB dan NTT, namun sekarang hilang karena banyak campuran.
-Lingkungan tempat tumbuh sangat berpengaruh terhadap minyak yang dihasilkan.
-Alat suling sebaiknya skala 200 kg agar baik dan efisien, di masyarakat masih skala kecil 50 kg.
-Petani banyakyang menjaul buah cengkeh, padahal buah, daun, dan rantingnya bis disuling untuk menjadi minyak suling.
-Sulawesi banyak potensi untuk tanaman cengkeh.
-Pengolahan minyak atsiri di indonesia baru sampai crude oil saja. Kalau di Cina, minyak atsirinya sudah dipisahkan. Harganya pun naik jadi 10x lipat.
-Minyak Nilam berwarna biru tua karena penyulingan di Indonesia masih tradisional sehingga tercampur kandungan logam dan bernilai rendah.
-Minyak Masohi hanya ada di Papua, disuling dari kulit, sekarang sedang naik harganya.
-Cara mengecek keaslian minyak kayu putih adalah dengan mencampurkan alkohol, tergantung seberapa banyak alkohol yang dibutuhkan agar larut.
-Teknik Ekstraksi Minyak Atsiri:
1. Penyulingan dengan bantuan air (water, water and steam, steam)
2. Tanpa penyulingan :
- Enfleurasi (dengan lemak dingin)
-Maserasi (dengan lemak panas)
-Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap dengan perkolasi dan sexolasi.
-Jumlah komponen menguap ditentukan oleh:
Tekanan uap, bobot molekul, kecepatan uap minyak keluar
-Minyak nilam sebaiknya disuling pada selang 2 jam karena titik didihnya rendah. Sehingga minyak bsia bermutu tinggi
-Minyak Cendana berkualitas tinggi (ada Xanthanol) keluar setelah 8 jam.











Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 5
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
5 Oktober 2012
-Pelayuan dan pengeringan dilakukan pada Nilam dan Vanilla.
-Water Destilation :
Boros energi karena turut memanaskan daun, waktu menguapkan air lebih lama.
Efisiensi rendah dan rendeman rendah
-Water and steam destilation:
Kontak langsung dengan air tidak ada.
Lazimnya untuk bahan bentuk daun dan kayu.
-Steam Destilation:
Tekanan uap bisa diatur.
Efisien untuk kayu-kayuan.

-Alat sebaiknya terbuat dari stainless steel.
-Teknologi Pengolahan Tanaman atsiri tanpa penyulingan (umumnya untuk bunga-bungaan misal: mawar, mimosa, bunga orange, violet, dll)
1. Enfleurasi (Ekstraksi dengan lemak dingin)
Hasil: Pomade (lemak jenuh minyak atsiri)
Pomade nomor 36 artinya lemak telah kontak dengan bunga 36x, telah diganti bunganya 36x, makin tinggi , makin bagus.
2. Maserasi (ekstraksi dengan lemak panas) : Pomade tidak pakai nomor.
3. Ekstraksi dengan pelarut mudah menguap.
-Bunga melati dan sedap malam, walau sudah dipetik, selama tidak layu maka akan wangi terus.
1. Syarat lemak: tidak berbau, bersifat setengah keras pada suhu kamar.
Biasanya=  lemak sapi : baila ( 1 : 2) , lemak nabati : kacang
2. Sama dengan enfleurasi, hanya saja ditambah uap panas.
3. Minyaknya menjadi berwarna gelap karena pigmen.
Pelarut yang digunakan:
-eter, benzena (bunga)
-pro analysis grade (yang murni 90%)
-alkohol (bahan kering, batang, akar)
-teknis : 1 liter 50.000 ( yang bagus)
-Di Aceh, pelabuhan Polonia, minyak nilam berprinsip memasukkan burung pelikan akan lebih banyak, padahal efeknya kurang bagus.
-Minyak organo-logam berwarna biru kehitaman.
-Bobot Jenis, indeks bias, residu penguapan, dan kelarutan dalam alkohol menentukan kemurnian minyak atsiri. Makin banyak ditambahkan alkohol yang dibutuhkan maka makin palsu.
-Garam natrium sulfat anhidrit akan mengikat air pada minyak
-Singapura membuat terpentin kita menjadi kamper, lalu dijual lagi ke Indonesia.
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 6
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
11 Oktober 2012
-Jamu = Sediaan yang menggunakan simplisia. Masih ada jaringan obatnya.
Obat tradisional = Sediaan yang menggunakan ekstrak.
Fitofarmaka = Sediaan dalam bentuk senyawa murni yang berasal dari isolasi.
2a.
2b. Freeze Dryiing
2c. Pengeringan
2d. Fermentasi
-Buah Coklat di fermentasi agar keluar rasa yang enaknya.
-Simplisia adalah zat dalam keadaan kering.
-Standarisasi ekstrak seringkali belum dilakukan pengusaha untuk didaftarkan ke badan POM.
-Stabilisasi ekstrak diperlukan agar ekstrak tidak rusak zatnya.
-Pelarut yang boleh digunakan  adalah etanol (max.70%) yang ideal adakah 30 % etanol.
Metanol berbahaya jadi tidak digunakan.

-Bioassay :
-Ekstrak dapat larut dalam air, misalnya Dimethylsulphuroxide (DMSO, tidak aktif terhadap organisme) yang dapat melarutkan ekstrak non polar.
-Jika ekstrak berupa minyak atsiri atau padatan yang larut air dengan cara ditekan atau diperas.
Contoh: kulit jeruk, temulawak
-Pelarut non polar akan mengekstrak / melarutkan zat ekstraktif non polar, pelarut polar mengekstrak zat ekstraktif polar.
1. Perkolasi / maserasi : Metode paling sederhana dengan merendam jaringan tumbuhan dalam pelarut pada suhu kamar. Umumnya digunakanuntuk eksplorasi.
Sederhana, kemungkinan senyawa aktif akan rusak oleh panas kecil karena digunakan pada suhu kamar.
2. Rebus : Jaringan tumbuhan direndam dalam pelarut dengan pemanasan.
3. Reflux : Jaringan tumbuhan direndam dalam pelarut dengan pemanasan lalu dikondensasi agar turun lagi.
4. Soxhlet: Continous extraction pelarut. Bisa digunakan berulang-ulang.
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 7
Bu Rita Kartika Sari (angkatan 23)
19 Oktober 2012
-Standarisasi ekstrak bisa berdasarkan :
1. Pengujian makro dan mikroskopis.
2. Pemeriksaan dengan kromatografi lapis tipis.
3. Pemerikasaan Pengotor/zat asing organik dan anorganik.
4. Penentuan kadar abu.
5. Penentuan kandungan air.
6. Penentuan kadar bahan aktif.
7. Penentuan cemaran mikroba dan residu pestisida.
-Tanin bisa digunakan untuk penyamak dan pewarna.
-Jernang dari rotan bisa untuk pewarna. Contoh:  Keramik, Coklat edible, diduga memiliki aktifitas anti-kanker.
-Contoh pewarna alami :
1. Karoten = Jingga sampai merah dari wortel dan pepaya. Beta-Karoten dari kelapa sawit.
2. Biksin =  Kuning                            Dari: Jagung
3. Karamel = Coklat gelap              Dari:
4. Klorofil = Hijau                             Dari: Daun suji, pandan, katuk
5. Antosianin                                    Dari: Bunga dan buah
6. Kurkumin                                       Dari: Kunyit
-Untuk membuat serbuk, maka kita bisa tambahkan filler.
-Kualitas zat warna diuji berdasarkan warna, rasa, aroma, uji hedonik, dan organoleptik
Kualitas zat warna batik diuji berdasarkan ketahanan asam panas dan pencucian.
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 8
Bu Anne Carolina
8 November 2012
-Minyak dan lemak : senyawa yang tersusun dari 1 gliserol yang mengikat 3 asam lemak.
-Sumber  lemak/minyak :
Biji-bijian = biji kapas, jarak, tengkawang, kelapa, kemiri, coklat, inti sawit, biji bunga matahari, wijen, dll
Kulit buah = zaitun, kelapa sawit
Hewan = Susu, daging ikan
1. Minyak wijen (sesanum indicum) : biji diambil ketika terdapat perubahan warna batang dan polong dari hijau -> kuning bintik hitam, dilakukan sebelum biji matang seluruhnya.
Pengolahan :  dihancurkan dengan mortar kayu lalu ditambah air panas.
Cara lain: penggilingan biji, kempa dingan/panas.
Kegunaan: manisan,  campuran kembang gula, campuran obat gosok.
2. Kelapa sawit : pada saat kematangan tertentu , jumlah buah rontok, pada tandan sebanding dengan presentase minyak pada mesokarp.
Pengolahan : perontokan, penghancuran, pengempaan, perebusan, penjernihan, penyaringan.
Kegunaan: minyak goreng, pembuatan margarin, sabun.
3. Kemiri (Aluentes moluucana)
Pengolahan:
-Pelepasan kulit biji :
1. Pemanasan dalam oven lalu direndam dalam 1 malam.
2. Biji dibakar, lalu direbus sampai kulit pecah.
3. Penumbukan
4. Jarak (Ricinus communis
Pengolahan: dehidrasi, oksidasi, hidrogenasi, sulfitasi, penyabunan.
Bisa beracun karena risinin alkaloid stableallergen – (B-1A)
Kegunaan :
5. Minyak Jambu mete
6. Tengkawang (green butter)
3 asam lemak + gliserida = trigliserida
-sifat minyak kemiri berbeda dengan minyak kelapa karena perbedaan asam lemakNYA
-Panjang rantai asam lemak juga menentukan sifat fisiko kimia dari minyak tertentu.
-asam lemak jenuh yaitu yang tidak memiliki ikatan rangkap, mereka solid di suhu ruangan.
contoh : laurat, palmitat, stearat, arachidat.
-asam lemak tak jenuh biasanya berbentuk cair
contoh : linolenat, pinoleat, oleat, linoleat.
-asam lemak jenuh menyebabkan tekanan darah tinggi, tak cocok untuk orang yang sakit kolestrol.
-sifat lemak nabati : asam lemak tak jenuh tinggi, titik leburnya rendah, kerapatan lebih dari air, lemak murni berwarna putih, tidak berbau dab tidak berasa, warna lemak disebabkan xat warna yang terlarut dalam lemak. Contoh : karoten pada mentega.
-suhu makin rendah maka viskositas makin tinggi
-minyak larut dalam pelarut non polar seperti benzen, etil eter.
-Colorimeter: pengukur warna/pigmen
viskometer : pengukur viskositas.
piknometer: pengukur bobot jenis.













Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 9
Bu Anne Carolina
22 November 2012
-Sifat kimia lemak ditentukan oleh:
1. Ikatan Ester : COO-R
2.Derajat Ketidaksesuaian : Seberapa banyak ikatan rangkap.
3. Panjang rantai asam lemak.
-Sifat Kimia lemak:
1. Hidrolisis : Menghasilkan gliserol dan asam lemak
2. Oksidasi : Proses ketengikan lemak
3. Hidrogenasi : Pembuatan margarine
4. Pemanasan : Menghasilkan senyawa acroline ayng mengganggu pencernaan.
-Tengik pada minyak merupakan hasil oksidasi lemak, di pasaran, minyak goreng bisa teroksidasi oleh pemanasan.
-Kacang juga bisa dibuat minyak/lemak.
-Pengikatan oksigen pada asam lemak tidak jenuh membentuk senyawa radikal bebas, pada akhir reaksi akan terbentuk senyawa alkoksi radikal / epoksida / alkohol / asam lemak bebas rantai pendek.
Pemaparan radikal bebas pada sel menyebabkan sel membelah terus menerus dan tak terkontrol bisa membuat kanker.
-Reaksi antara ester asam lemak dengan alkohol bisa membuat biodiesel.
-Polimerisasi : Minyak Tung (Kemiri) : Vernish , Cat.
-Faktor penyebab kerusakan lemak:
kandungan lemak, bilangan penyabunan, bilangan iodin, bilangan asam.
-3 tahap proses pengolahan minyak: pendahuluan, ekstraksi, pemurnian
Pendahuluan: cara kering: biji direndam air lalu dijemur.
cara kering: dikeringkan diatas api, sangrai.
1. Pengempasan mekanis
2. Perebusan dan rendering
3. Matode pelarutan
-Pemurnian lemak:
Netralisasi ( memisahkan asam lemak bebas dari minyak)
pemucatan (menghilangkan zat warna yang tidak disukai)
deodorisasi ( menghilangkan bau dan rasa tengik)
hidrogenasi (membuat lemak jadi plastis)
-Asam linoleat, lionlenat biasa ditambahkan ke susu, terutama balita. Termasuk asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh tapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 10
Bu Anne Carolina
29 November 2012
-Sentra kerajinan rotan = Cirebon
-Rotan Bulat 88% berdiamater besar (lebih dari 18 mm) 32 % kecil (kurang dari 18 mm)
-Lepidocaryodidae = sekumpulan jenis palmae yang tumbuh memanjat.
-Calamus caesus (rotan saga)
-Rotan berekonomi tinggi = Daemonorops dan Calamus
-Batang rotan tua = untuk kerajinan, konstruksi bangunan
muda/umbut = sayuran
-Buah -> Getah Jernang : bibit tanaman , obat, pewarna
akar : obat          daun: atap rumah
Ciri siap panen :
-Bagian bawah batang sudah tidak tertutup oleh daun kelopak.
-Sebagian daun sudah mongering, duri dan daun kelopak rontok.
-Menebang pangkal rotan 10 – 50 cm, kemudian pengait ditarik agar terlepas
-Besar pori dan tebal dinding sel rambut menentukan keawetan dan kekuatan rotan.
-Komposisi kimia rotan : hemiselulosa (71 – 76%), selulosa (39-58%), lignin (18-27%), silica (5-8%)
-Selulosa = Kekuatan Tarik/keteguhan lentur
Lignin = Kekuatan Rotan
Pati = Karbohidrat utama
Tanin/asam tanat (tanic acid) = penangkal pemangsa (beracun terhadap herbivora), ia mengendapkan protein sehingga pencernaan pemangsa jadi tidak efisien. Bisa dipurifikasi sebagai bahan anti rayap dan jamur.

-Pengawetan rotan/bambu secara tradisional adalah dengan diapungkan di air/sungai, karena pati akan larut dalam air, sehingga bisa awet.
-Sifat fisik dan mekanis rotan :
Berat Jenis (BJ) = 0,47 – 0,57
Nilai kekuatan (MDR) = 421 -834 kg/cm3
Nilai kelenturan (MDE) = 14.548 – 22.000 KG/cm2

-Pengolahan:
1. Merunti = Menghilangkan duri dan kelopak
2. Pencelupan = Mencegah serangan jamur dan pemuactan warna
3. Penggorengan = Mengeluarkan zat lilin dan menghasilkan warna kuning yang mengkilap serta menurunkan kadar air.
4. Pengasapan Belerang =  Mencegah serangan hama dan menyeragamkan warna
5. Pengeringan = Menurunkan kadar air.
-3 pengawetan rotan:
1. Sebelum dipanen (Bucheri)
2. Setelah dipanen (Propilaptik)
3. Setelah kering (permanen)
-Penggorengan = Solar : Minyak Kelapa (4 : 1) ,  Solar : Minyak Kelapa (4 : 1), Solar : Minyak Tanah : Minyak Kelapa ( 8 :1 : 1), Minyak Tanah : Minyak Kepala ( 4 : 1)
Lama penggorengan : 15 , 30 , 60 , 120 menit.
Mempengaruhi: warna kulit, keteguhan tekan, sejajar serat
-Dijemur = 22 – 65 Hari
Pembengkokan :
1. Uap air (Steaming)
2. Direndam dengan 15 % larutan DMSO (Dimetil Sulfoksida) 8 jam, 820C
3. Memanaskan langsung (pakai alat pembengkok)
-Pemutihan = Menghilangkan silika, mengurangi kromofort
Direndam dalam Hidrogen Peroksida (H2O2) selama 1 jam.
-Pengasapan = Agar warna rotan menjadi kuning merata dan mengkilap
12 jam  7,5 kg belerang.



Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 11
Bu Anne Carolina
6 Desember 2012
-Bambu termasuk dalam Graminae, bagian luar batang banyak mengandung silika, pati relatif tinggi (rentan hama bubuk), serat panjang, lentur.
-Di Indonesia berumpun, di Jepang / Cina sliter.
-Bambu juga bisa dijadikan kertas karena kandungan ligninnya rendah, namun silikanya mengganggu proses pulping (merusak amta pisau, jadi mudah tumpul)
-Hutan Industri Bambu di indonesia belum ada.
-Kolom bambu terdiri dari : 50 % parenkim, 40 % serat, 10% sel penghubung
-Sifat fisik dan mekanis dipengaruhi :
umur, diameter, ketinggian, tebal daging bambu.
-Kadar selulosa: 42,4 - 53,6% = tinggi
kadar lignin: 19,8  - 26,6 % = rendah
abu : 1,24 – 3,77 %
silika : 0,10 – 1,78 %
-Jenis bambu:
Bambusa vulgaris = gadung
Bambusa bambos = duri
Bambusa spinosa = greng
Dendrocalamus asper = betung
Gigantochloa apus = duri
Gigantochloa verticillata =
-Hama bubuk bambu = Dinoderus sp. (paling banyak) , Lyctus sp. (paling sedikit)
-Pemanenan : Tebang habis, tebang pilih
Pengeringan : matahari, pengasapan
Pengawetan : bucheri
-Tebang pilih :  Generasi 1 ( Umur 3-4 tahun), 2 (2-3 tahun), 3 (1-2 tahun), 4 (0-1 tahun)
Pengeringan : Pengasapan    atau
Pengawetan :
Tradisional = air mengalir, air tergenang, kumpur, air laut, pelaburan dengan kapur / kotoran sapi.
Bahan kimia (1-3 hari) :  Boraks 3 % (Bambu dibelah, dikuliti dahulu)
Perendaman : Horizontal (1-7 hari), vertikal ( 4 minggu)
-Metode Boucheri = Pada batang bambu yang masih segar diberi boraks (Na2B4O7.10H2O) 5%
(Ditebang dan diusahakan tegak atau bersandar pada pohon lain).
Batang bawah dikuliti 10cm , proses asimilasi dibiarkan masih berjalan untuk menyerap boraks.
-Bambu Andong lebih mudah diawetkan daripada bambu tali.
-Stabilisasi warna sesuai permintaan.
Untuk pemutihan menggunakan H2O2
Untuk hijau : Menggunakan campuran terusi dan nikel sulfat +- 20 hari
-Penggunaan bambu =  pulp, bambu tapis, lamina, panel bambu, papan semen, arang bambu.
-Pulp bambu = Pakai bambu duri, bambu paring, bambu popor, dan bambu banoa.
Kendalanya : bahan baku kurang, alternatifnya bisa dicampurkan dengan kayu seperti jabon dan kemiri.
-Bambu Lamina = Dibelah lalu dilekat, jenis : bambu andong. Perekat : urea formaldehid
Kerapatan, keteguhan lentur, dan keteguhan tekan sejajar dengan kayu kelas 2.
-Bambu Lapis = memakai venir
-Panel bambu = perekat: phenol formaldehid
-Papan semen = campuran 3 bahan (Serbuk bambu, semen,   )
-Arang bambu = Destialsi kering dan cara timbun skala semi pilot.
Jenis : Bambu tali, bambu ater (paling baik), bambu andong, bambu betung
Nilai kalor = 6602 kal/gr









Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 12
Bu Anne Carolina
6 Desember 2012
-Karbohidrat paling tinggi dari hutan ada pada sagu. Selain itu karbohidrat juga ada pada Nipah, aren, lontar, kelapa, sukun.
-Tanaman lain yang ada sumber karbohidrat yang memiliki serat tak larut yang baik untuk pencernaan:
iles-iles , porang
-Glikogen = hewan
amilopektin = tumbuhan, serat
-Kegunaan: food industry (sukrosa) , tekstil (kapas, selulosanya 99%), kertas dan plastik (selulosa), pengemasan (selulosa), farmasi (antibiotik <Gentamycin>, vitamin C (asam askorbat)
-Maltosa
Glukosa banyak di buah, madu, sayur.
Fruktosa banyak di buah, madu, sirup jagung.
Galaktosa banyak di susu.
-Disakarida
Sukrosa = Gula pasir, dari gula tebu dan bit gula.
Laktosa = susu dan turunannya
maltosa = di biji sereal.
maltosa lebih mudah dicerna oleh tubuh
-Pati
anmilosa (Cincin lurus), amilopektin (bercabang)
banyak di grain, vegetable, legumes. Dilarutkan di air panas jadi :
20% amilosa dan 80% amilopektin
-Glikogen (banyak cabang) cadangan makanan di otot/hati
ketika tidur maka glukosa jadi glikogen.
-Kadar kemanisan terhadap sukrosa:
Alami : laktosa = tidak manis, maltosa = sama manis, glukosa = agak manis, fruktosa = 4x lebih manis
Buatan: Siklamat = 30x lebih manis, aspartam = 150x lebih manis, sakarin = 450x , sucralose = 600x
-Bila makan yang mengandung serat tinggi maka kita akan lebih kenyang karena serat tak akan tercerna sepenuhnya. Roti membuat  dapat energi lebih cepat, tapi cepat lapar.
-Diabetes =  tipe 1 : kekurangan insulin, tipe 2 : sel resisten trerhadap insulin.
Faktor tipe 2 : umur, silsilah, obesitas, aktifitas.
-Makan serat yang tinggi bisa mengatur gula darah dan pencernaan.
-Sumber karbohidrat umbi pada = gadung, iles-iles, talas, ubi kayu, garut, rebung
pada buah = matoa, durian, duku, mangga
-Sagu
Sagu mutiara : industri makanan
Dextrin : kosmetik, tekstil, farmasi, perekat.
Glukosa : Fruktosa, alkohol
ampas serat : papan serat, briket arang, media jamur.
-nipah
-lontar
-sukun

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 13
Bu Anne Carolina
13 Desember 2012
-Hasil Hewan:
Makanan = Telur, madu, sarang burung walet, ikan
Bagian Kulit= Reptil, hewan besar, hewan berbulu
Lainnya = Gading, tanduk, wool, tulang, malam, kokon, lak, dll
persuteraan alam P47/MenhutII/2006

-Ulat sutra:
Three moluters = 3x ganti kulit
Four moluters = 4x ganti kulit
Five moluters = 5x ganti kulit
Monovoltine = 1 generasi / tahun
Bivoltine = 2 generasi / tahun
Polyvoltine = 3 generasi / tahun
Ras : jepang, cina, eropa, tropis

-Murbei (morus sp.)
Murbei hutan, murbei multi, murbei pagar, murbei buah.
Pelaksanaan:
1. Penanganan telur
2. Awal pemeliharaan dikotak 25-280C , Kelembaban 75-80%, (hakite) ulat kecil butuh makan
3. Pemberian makan, daun 0.5 cm, 3-4 kali per hari.
4. Pemeliharaan
5. Pengokonan = 21 hari sejak ulat dipelihara
Alat penngokonan  = Seriframe
6. Panen = Hari ke 5-6 sejak pengokonan.
Pasca Panen:
1. Flossing = Pengambilan serat. Bisa manual, sumpit, alat mesin.
2. Seleksi kokon
3. Pengeringan = dijemur, dioven, dikukus
4. Penyimpanan
5. Pemintalan :
-1.Perebusan kokon = dilarutkan dalam sericin agar serat mudah terurai
-2.Reeling = Pemintalan
-3.Rereeling = Pemintalan agar benang jadi panjang dan berat yang sama
-4.Pengeringan = dimatahari atau dianginkan
-5.Ukel = dibentuk menjadi ukelan (skein) agar mudah dipack
-Lebah Madu
Apis Cerana, apis frorea, apis dorsada.
Hasil: madu, royal jelly (susu ratu), bee pollen, propolis.
-Sarang lebah hutan :
Lalau = 1 pohon 50 koloni. Dilindungi hukum adat
Repak = 1 pohon  1 koloni. Pemilik adalah penemu pertama, koloni tidak selalu kembali tahun berikutnya .
Tikung = Dari dahan buatan. Banyak di danau Sentarum
-Nektar = 80% air dan gula kompleks. Dalam 1 tahun, 1 koloni lebah bisa menghabiskan 55 – 100 kg madu.
-Nektar disimpan dilambung, pollen disimpan di kaki belakang.
-Untuk dapat pollen, buat pollen trap disarang agar jatuh sebelum masuk sarang.
-Propolis dari pucuk dauin muda + air liur. Untuk menambal / mensterilkan sarang, sifatnya disinfektan.
-Madu diambil ketika 1-2 minggu setelah bunga bermekaran.
-Panen = Sisiran dicuci, lapisan penutup dikupas dengan pisau.
Cara lama = Memeras sarang beserta isinya
Cara baru = dibuka lilinnya, diiris tipis-tipis horizontal, diletakkan diatas kain untuk menyaring
-Lak (resin/damar dari sekresi insekta. Misal: Laccifer lacca)
Pohon inang : Kesambi, Plosa, Kaliandra/Widoro, Jamuju, Acasia vilosa dan arabica
Lak cabang = masih asli dari cabang pohon
Pengolaha:  pengerokan, pengayakan, perendaman, pencucian, pengeringan.
Jadilah Lak butiran, lalu dibuat lak lembaran
-Sarang Burung Walet (Collocallia    ) bisa buatan, bisa asli.
Jenis : Walet putih, walet besar, walet sarang hitam, walet gunung, walet sarang lumut, walet sapi.
Khasiat: sumber zat pembangun, mencegah darah tinggi, kolestrol, pembentuk tulang, stamina, proses penyembuhan, gangguan alat pernafasan.
Mutu: Tergantung kebersihan , , ,
-Merah/sarang darah
-Perak















Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Bab 14
Bu Anne Carolina
13 Desember 2012
-Bioenergi
-Pembentukan minyak bumi:
Peat = high time -> Lignite = high pressure -> Coal
-Perkiraan tahun energi akan habis :
Gas alam = 2047
Minyak bumi = 2080
Batu Bara = 2180
Uranium = 2017
-Sifat bioenergi :
renewable, ramah lingkungan, emmpu mengeliminasi gas rumah kaca, kuntinuitas terjamin, proses produksi sederhana
-Tradisional = Kayu bakar
Modern = Biogas, Bioetanol, Biogas PPO (Pure Plant Oil) produk cari dari biji sumber minyak,
Biosyngas (Gas kaya CO dan H2 dari gasifikasi biomassa) , Biodiessel (reaksi transesterifikasi), Bio Oil (Bio kerosin, PPO untuk pembangkit listrik pirolisis langsung (450 – 5500C) produk arang (Charcoal) dan cuka kayu)
-Minyak biji-bijian :
Sawit, kelapa, lobak, kedelai, bunga matahari, jarak pagar.
-Bioetanol: tebu, aren, ubi kayu , singkong, nipah, sorgum biji, sorgum manis.
-Generasi 1 = Minyak, pati -> tapi seharusnya ini untuk pangan, agar kita tetap makan.
-Generasi 2 = Limbah biomassa & selulosa
-Kayu yang bagus untuk jadi bahan energi adalah bakau-bakauan
-Etanol 90-94% = industrial grade
-Etanol 95-99,5% = potable grade & farmasi (bisa dimakan)
- Etanol >99,5% =Fuel grade etano (FGE)
-3 Tahap pembuatan bioetanol = konversi, fermentasi, pemisahan.

-Untuk generasi 2:
1. Delignifikasi = Cukup sulit karena ingin berasosiasi dengan selulosa
2. Sakarifikasi = Pemecahan jadi gula sederhana. Liquefaction dahulu agar pati jadi oligosakarida, tambahkan glukoamilase dari aspergillus)
3. Fermentasi = mengguinakan sacharomyces erevisiae
-Terpisah = Separated Hydrolysis & Fermentation (SHF)
-Simultan = Simultaneous Sacchariffication Fermentation (SSF) dalam 1 reaktor.
4. Destilasi 
-Etanol anhidrat = Etanol yang tidak memiliki air. Bisa dibuat dengan mencampurkan zeolit.
-Gasohol = Campuran bioetanol dan bensin. Pada kadar bioetanol 25% tanpa harus mesin dimodifikasi.
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHT342)
Praktikum Pembuatan Briket
Bu Anne Carolina
-Bahan = Ranting, serbuk gergaji, serasah, kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, sekam.
-syarat = kering, seragam , Kadar Air < 15%

Dibakar hingga diperoleh arang
-syarat tidak boleh ada udara masuk

-Tahap Pengarangan:
20-1100C Kayu menyerap mapan dan mengering, terjadi perubahan air menjadi uap.
110 – 2700C seluruh kadar air menguap, beberapa komponen kayu mulai terdekomposisi sehingga keluar gas CO, CO2, dan beberapa asam asetat dan etanol.
Derajat celcius:
270 – 290 = dekomposisi
290 – 400 =
400 =
400 – 500 = di stop agar tak jadi abu.
-Serbuk digiling, dicampurkan degnan perekat (tepuang kanji, tanah liat, kotoran sapi)
-Untuk perekat kanji = perbandingan air dan tepung kanji 10 :1 atau 12 : 1
-Perekat kanji 2-10% berat arang, disesuaikan dengan jenis bahan baku yang digunakan.
-Pencetakan
-Pengeringan = dijemur selama 1 hari
-Beoscope, video proses pirolisis.
-Keunggulan  = Praktis, Kreasi bentuk, bentuk seragam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar