Senin, 18 Juli 2016

Pengembangan Karakter (IKK322)



Bab 1
Bu Dwi Hastuti
Tanggal: 4 September  2012

-Permasalahan Karakter bangsa = Kejujuran, Penyimpangan Perilaku, dll

-Level moral paling tinggi =  Anda menjadi pengawas bagi diri anda sendiri.

-Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti menandai.

-Semua kejahatan besar berawal dari kejahatan yang kecil.

-Semua yang merusak adalah yang adiksi.

-Anak ilkom ada yang anak dosen, dia ketagihan game online sampai nilai jatuh sehingga DO.

-Aborsi biasa dilakukan sebelum mencapai 3 bulan kehamilan.

-Perceraian menjadi salah satu permasalahan di Indoensia.

-Allah menyuruh masa iddah 3 bulan karena berdasarkan penelitian, sidik alat kelamin pria sudah hilang.

-Kerajaan mataram terpecah dua, Indonesia gampang dipecah belah.

-TKW = Perdagangan Orang.

-Di Pati, ada 1 kampung yang memperbolehkan istrinya melacur.

-Pekerja yang membangun menara Petronas adalah TKI Indonesia.

-Kekurangan sistem pemilihan umum adalah besarnya biaya yang digunakan untuk poster, spanduk, dll.

-Dana yang seharusnya bisa untuk pembangunan seperti APBD, APBN, dll banyak diserap untuk pemilu.

-Sistem perekrutan PNS tidak transparan agar ada penyogokan disana.

-Pengetahuan tinggu tentang ketidakjujuran, sayangnya perilaku tidak berubah seiiring bertambahnya pengetahuan.

-Kita tak perlu membuat nama kita harum dengan cara menjelekkan orang lain.
-Ciri masyarakat yang maju adalah yang berpikir tentang masa depan.
Pengembangan Karakter (IKK322)
Bab 2
Bu Dwi Hastuti
Tanggal: 11 September  2012

-Di Nias dan Afrika, ibu melahirnkan di hutan sendirian.

-BLT (Bantuan Langsung Tunai) lebih baik untuk infrastruktur.

-BLT dalam bentuk makanan bukan diberikan ke bayi, tapi ke keluarga atau ke tamu.
Jika dalam bentuk uang, maka dibelikan untuk hal yang konsumtif.
Yang terbunuh adalah kemandirian masyarakat.

-Orang Jawa biasa jalan-jalan pakai baju sederhana, Orang Sunda biasa berdandan.

-Bule banyak yang datang ke Indonesia untuk membeli CD palsu, karena CD asli di negara asal mereka harganya mahal.













Pengembangan Karakter (IKK322)
Bab 4
Bu Ratna Megawangi (Istri Sopyan Jalil Menteri BUMN)
Tanggal: 2 Oktober  2012

-Pelajaran agama yang dikognitifkan tidak baik untuk emosional.

-Di Amerika dan Inggris hanya ada 5 mata pelajaran saja saat SMA.

-Pengalaman negatif sedari kecil membuat anak saat besar jadi negatif.

-Di Amerika dari TK sampai kelas 4 SD tidak pernah diberikan nilai.
 Finlandia sampai kelas 9.
Di Jepang pasti naik kelas sampai kelas 9.

-Skolea = Tempat yang menyenangkan.
Dulu bernama taman suswa karena memang menyenangkan.

-Sekolah adalah tempat pendidikan holistik.

-Tak ada pemberian nilai dan tidak ada ranking di sekolah karakter, jadi anak merasa senang, belajar tidak terpaksa.

- Kalau belajar hanya menghapal saja maka membuat manusia seperti anjing yang nurut.

-Anak anak di Amerika dari kecil sudah diajarkan kerja paruh waktu.

-Infrastruktur negara tidak jadi-jadi karena 90% APBD untuk menggaji pegawai negeri.
-Di Indonesia enterpreneurnya rendah karena banyak yang ingin jadi pegawai negeri.

-Pengangguran orang yang berpendidikan tinggi lebih banyak daripadayang berpendidikan rendah.

-Di China, Finlandia, dll ujiannya sudah pakai ujian problem solving.

-Jantung juga tempat menyimpan memori.

-DNA di seluruh tubuh juga mempu merekam.  Surat 7 ayat 79

-Ulangan umum seperti latihan, ketika kelas 6 baru latihan soal karena ada UN, standar kelulusan diturunkan untuk menyelamatkan jiwa yang mungkin nanti akan menyelamatkan masyarakat.

-Fragmented knowledge membuat kita berpikir hanya dari satu sisi.
Solusi:  Belajar melalui tema/tematik.
Contoh: Air di olahraga, IPA, MTK, dll.
Belajar berpikir alternatif juga perlu.

-Banyak guru mengajar pelajaran seperti menyerang, kita jadi berpikir menyerang atau diserang, tak ada kerjasama.












Pengembangan Karakter (IKK322)
Bab 9
Tanggal: 13 November  2012

-Kisah pahlawan hanya dihapal, jadi tidak menghargai jasanya.
Contoh: Ayam Jago dari Timur adalah….

-Kisah kerajaan di Indonesia sebenarnya sudah sangat bagus, namun kita hanya menghapal jadi sering lupa, jadi tidak dapat nilai nilai perjuangan.

-SD nanti harusnya B.Inggris dan Sains mau dihilangkan, sains masuk ke B.Indonesia.

-Sains dan MTK menjadi sulit karena kita hanya drilling, tidak memakai pertanyaan terbuka.
Contoh: 4 x 4 = … ,  Tumbuhan dikotil adalah….
Seharusnya : 16 =… , Tumbuhan dengan kambium, dll merupakan ciri tumbuhan…
Tidak berorientasi kepada jawaban guru, jadi guru serius mengoreksi setiap murid.

-Di luar negeri misalnya Amerika, SMA tidak terpaksa, kalau tidak mampu kuliah maka masuknya ke SMK.

-Di Belanda, lulus SMP langsung di test apakah cocok di SMA/SMK.

-3 Target utama pendidikan Jepang:
Pendidikan Hati
Pembelajaran Holistik: Akademik, Spiritual, Kinetik.
Keunikan tiap individu

-Indonesia banyak kepulauan terpencil, seharusnya pendidikannya tidak disamakan dengan Jakarta.

-3 Pokok mata pelajaran di Jepang:
Akademik, Moral (menghargai segalanya), Special Activity,
Ketiganya terpisah dalam mata pelajaran tersendiri.

-Referensi: Buku Toto-Chan.
Sekolah dari gerbiong kereta, diajari hal sederhana, memulai hati dari pelajaran yang mereka suka, setiap pagi diajak jalan-jalan melihat tanaman, petani, bincang-bincang bersama, dll.

-Orang Jepang sangat detail. Improvement tinggi dan sangat Disiplin.

-Konsep diri diajarkan sejak SD (Percaya diri, sopan santun, share to other, dll)



-Di Korea, PPKN jadi Traditional Value.

-SD kelas 1-2 diajarkan tata cara hidup yang benar.
Pribadi -> Keluarga -> Sosial -> Warga negara.
(Etika, cara berjalan, antri, dll)

Kelas 3,4,5,6 ada mata pelajaran moral.
Kelas 4 merencanakan masa depan. (mau jadi dokter apa, dll)
Kelas 6 berpartisipasi dalam projek sosial.
Cinta bangsa dan negara.
(cara berterima kasih)
Kelas 7 Belajar Moral dari membandingkan pribadi orang besar.

SMA: Anak bertanggung jawab penuh terhadap lingkungannya, menghargai orang lain.

-Di Singapura, anak usia dini (TK) diajarkan membedakan mana yang baik dan buruk, share to other, keingintahuan terhadap hal asing.

-Negara yang indeks SDM nya bagus tidak mengajarkan kognitif tetapi karakter.

-Tahun 60-an terjadi kesalahan di sistem Amerika.
Free flowering child, tidak sistematis, terlalu bebas, sehingga menyebabkan liberalisme yang luar biasa. Free sex, mencontek, dll.

-Anak Indonesia tidak diajarkan hal yang benar sejak kecil sehingga setelah besar menjadi orang yang tidak baik.

-Kalau anak tidak enjoy :  tidak mengerjakan PR, Ranking rendah, dll.
Sebaiknya jangan dipaksa karena akan jadi tidak baik.

-Sekolah alternatifyang bagus tidak ada PR (sedikit PR), sehingga masuk sekolah dan keluar sekolah dengan senang.

-Sakit hati, ketika sudah belajar banyak pelajaran ternyata di UAN hanya 3 pelajaran dgn standar yang tinggi.

-Jaman dulu SD main, SMP pulang sekolah main, jadi senang.

-Guru sebaiknya juga berterima kasih atas usaha murid agar bisa menghargai murid seihngga murid juga menyenangi guru.

-Kurikulum yang bagus adalah yang spider web (tematik)
Saling terintegrasi.
Moral Knowing : Mengetahui tumbuhan tertentu
Moral Feeling :  Cinta tanaman sebagai ciptaan tuhan
Moral Acting : Mampu merawat tanaman selama sebulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar