Bab 1
Bu Dwi Hastuti
Tanggal: 4 September 2012
-Permasalahan Karakter
bangsa = Kejujuran, Penyimpangan Perilaku, dll
-Level moral paling tinggi = Anda menjadi pengawas bagi diri anda sendiri.
-Karakter berasal dari
bahasa Yunani yang berarti menandai.
-Semua kejahatan besar
berawal dari kejahatan yang kecil.
-Semua yang merusak
adalah yang adiksi.
-Anak ilkom ada yang
anak dosen, dia ketagihan game online sampai nilai jatuh sehingga DO.
-Aborsi biasa
dilakukan sebelum mencapai 3 bulan kehamilan.
-Perceraian menjadi
salah satu permasalahan di Indoensia.
-Allah menyuruh masa
iddah 3 bulan karena berdasarkan penelitian, sidik alat kelamin pria sudah
hilang.
-Kerajaan mataram
terpecah dua, Indonesia gampang dipecah belah.
-TKW = Perdagangan
Orang.
-Di Pati, ada 1
kampung yang memperbolehkan istrinya melacur.
-Pekerja yang membangun menara Petronas
adalah TKI Indonesia.
-Kekurangan sistem pemilihan umum adalah
besarnya biaya yang digunakan untuk poster, spanduk, dll.
-Dana yang seharusnya bisa untuk
pembangunan seperti APBD, APBN, dll banyak diserap untuk pemilu.
-Sistem perekrutan PNS tidak transparan
agar ada penyogokan disana.
-Pengetahuan tinggu tentang ketidakjujuran,
sayangnya perilaku tidak berubah seiiring bertambahnya pengetahuan.
-Kita tak perlu membuat nama kita harum
dengan cara menjelekkan orang lain.
-Ciri masyarakat yang maju adalah yang
berpikir tentang masa depan.
Pengembangan Karakter (IKK322)
Bab 2
Bu Dwi Hastuti
Tanggal: 11 September 2012
-Di Nias dan Afrika,
ibu melahirnkan di hutan sendirian.
-BLT (Bantuan Langsung
Tunai) lebih baik untuk infrastruktur.
-BLT dalam bentuk
makanan bukan diberikan ke bayi, tapi ke keluarga atau ke tamu.
Jika dalam bentuk
uang, maka dibelikan untuk hal yang konsumtif.
Yang terbunuh adalah
kemandirian masyarakat.
-Orang Jawa biasa
jalan-jalan pakai baju sederhana, Orang Sunda biasa berdandan.
-Bule banyak yang
datang ke Indonesia untuk membeli CD palsu, karena CD asli di negara asal
mereka harganya mahal.
Pengembangan Karakter (IKK322)
Bab 4
Bu Ratna Megawangi (Istri Sopyan Jalil Menteri
BUMN)
Tanggal: 2 Oktober 2012
-Pelajaran agama yang
dikognitifkan tidak baik untuk emosional.
-Di Amerika dan
Inggris hanya ada 5 mata pelajaran saja saat SMA.
-Pengalaman negatif
sedari kecil membuat anak saat besar jadi negatif.
-Di Amerika dari TK
sampai kelas 4 SD tidak pernah diberikan nilai.
Finlandia sampai kelas 9.
Di Jepang pasti naik
kelas sampai kelas 9.
-Skolea = Tempat yang
menyenangkan.
Dulu bernama taman
suswa karena memang menyenangkan.
-Sekolah adalah tempat
pendidikan holistik.
-Tak ada pemberian
nilai dan tidak ada ranking di sekolah karakter, jadi anak merasa senang,
belajar tidak terpaksa.
- Kalau belajar hanya
menghapal saja maka membuat manusia seperti anjing yang nurut.
-Anak anak di Amerika
dari kecil sudah diajarkan kerja paruh waktu.
-Infrastruktur negara
tidak jadi-jadi karena 90% APBD untuk menggaji pegawai negeri.
-Di Indonesia
enterpreneurnya rendah karena banyak yang ingin jadi pegawai negeri.
-Pengangguran orang
yang berpendidikan tinggi lebih banyak daripadayang berpendidikan rendah.
-Di China, Finlandia,
dll ujiannya sudah pakai ujian problem solving.
-Jantung juga tempat
menyimpan memori.
-DNA di seluruh tubuh
juga mempu merekam. Surat 7 ayat 79
-Ulangan umum seperti
latihan, ketika kelas 6 baru latihan soal karena ada UN, standar kelulusan
diturunkan untuk menyelamatkan jiwa yang mungkin nanti akan menyelamatkan
masyarakat.
-Fragmented knowledge
membuat kita berpikir hanya dari satu sisi.
Solusi: Belajar melalui tema/tematik.
Contoh: Air di
olahraga, IPA, MTK, dll.
Belajar berpikir
alternatif juga perlu.
-Banyak guru mengajar
pelajaran seperti menyerang, kita jadi berpikir menyerang atau diserang, tak
ada kerjasama.
Pengembangan Karakter (IKK322)
Bab 9
Tanggal: 13 November 2012
-Kisah pahlawan hanya
dihapal, jadi tidak menghargai jasanya.
Contoh: Ayam Jago dari
Timur adalah….
-Kisah kerajaan di
Indonesia sebenarnya sudah sangat bagus, namun kita hanya menghapal jadi sering
lupa, jadi tidak dapat nilai nilai perjuangan.
-SD nanti harusnya
B.Inggris dan Sains mau dihilangkan, sains masuk ke B.Indonesia.
-Sains dan MTK menjadi
sulit karena kita hanya drilling, tidak memakai pertanyaan terbuka.
Contoh: 4 x 4 = …
, Tumbuhan dikotil adalah….
Seharusnya : 16 =… ,
Tumbuhan dengan kambium, dll merupakan ciri tumbuhan…
Tidak berorientasi
kepada jawaban guru, jadi guru serius mengoreksi setiap murid.
-Di luar negeri
misalnya Amerika, SMA tidak terpaksa, kalau tidak mampu kuliah maka masuknya ke
SMK.
-Di Belanda, lulus SMP
langsung di test apakah cocok di SMA/SMK.
-3 Target utama
pendidikan Jepang:
Pendidikan Hati
Pembelajaran Holistik:
Akademik, Spiritual, Kinetik.
Keunikan tiap individu
-Indonesia banyak kepulauan
terpencil, seharusnya pendidikannya tidak disamakan dengan Jakarta.
-3 Pokok mata
pelajaran di Jepang:
Akademik, Moral
(menghargai segalanya), Special Activity,
Ketiganya terpisah
dalam mata pelajaran tersendiri.
-Referensi: Buku
Toto-Chan.
Sekolah dari gerbiong
kereta, diajari hal sederhana, memulai hati dari pelajaran yang mereka suka,
setiap pagi diajak jalan-jalan melihat tanaman, petani, bincang-bincang
bersama, dll.
-Orang Jepang sangat
detail. Improvement tinggi dan sangat Disiplin.
-Konsep diri diajarkan
sejak SD (Percaya diri, sopan santun, share to other, dll)
-Di Korea, PPKN jadi
Traditional Value.
-SD kelas 1-2
diajarkan tata cara hidup yang benar.
Pribadi -> Keluarga
-> Sosial -> Warga negara.
(Etika, cara berjalan,
antri, dll)
Kelas 3,4,5,6 ada mata
pelajaran moral.
Kelas 4 merencanakan
masa depan. (mau jadi dokter apa, dll)
Kelas 6 berpartisipasi
dalam projek sosial.
Cinta bangsa dan
negara.
(cara berterima kasih)
Kelas 7 Belajar Moral dari membandingkan pribadi orang besar.
SMA: Anak bertanggung jawab penuh terhadap lingkungannya, menghargai orang lain.
(cara berterima kasih)
Kelas 7 Belajar Moral dari membandingkan pribadi orang besar.
SMA: Anak bertanggung jawab penuh terhadap lingkungannya, menghargai orang lain.
-Di Singapura, anak
usia dini (TK) diajarkan membedakan mana yang baik dan buruk, share to other,
keingintahuan terhadap hal asing.
-Negara yang indeks
SDM nya bagus tidak mengajarkan kognitif tetapi karakter.
-Tahun 60-an terjadi
kesalahan di sistem Amerika.
Free flowering child,
tidak sistematis, terlalu bebas, sehingga menyebabkan liberalisme yang luar
biasa. Free sex, mencontek, dll.
-Anak Indonesia tidak
diajarkan hal yang benar sejak kecil sehingga setelah besar menjadi orang yang
tidak baik.
-Kalau anak tidak
enjoy : tidak mengerjakan PR, Ranking
rendah, dll.
Sebaiknya jangan
dipaksa karena akan jadi tidak baik.
-Sekolah
alternatifyang bagus tidak ada PR (sedikit PR), sehingga masuk sekolah dan
keluar sekolah dengan senang.
-Sakit hati, ketika
sudah belajar banyak pelajaran ternyata di UAN hanya 3 pelajaran dgn standar
yang tinggi.
-Jaman dulu SD main,
SMP pulang sekolah main, jadi senang.
-Guru sebaiknya juga
berterima kasih atas usaha murid agar bisa menghargai murid seihngga murid juga
menyenangi guru.
-Kurikulum yang bagus
adalah yang spider web (tematik)
Saling terintegrasi.
Moral Knowing :
Mengetahui tumbuhan tertentu
Moral Feeling : Cinta tanaman sebagai ciptaan tuhan
Moral Acting : Mampu
merawat tanaman selama sebulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar