Pebisnis pemula/start-up di skala UKM, sering kali tidak memperhatikan pentingnya sebuah BRAND. Sehingga dia "buka Toko" yaa asal buka saja. Yg penting udah jadi "Pengusaha".
Brand bukanlah logo, slogan, bahkan Nama. BRAND adalah IDENTITAS Bisnis Anda dikenal dalam PERSEPSI pembeli secara khusus, atau Market secara luas.
Apa yg ada di benak Anda jika saya menyebut: Tom Cruise? Aktor laga, internasional, cakep, jagoan, agresif, lincah, serba bisa, dll. Itulah brand seorang Tom Cruise. Lalu bagaimana jika saya menyebut nama Tom Hanks? Aktor drama, wajah biasa aja, pemain watak, KUALITAS Acting, pemenang Oscar, dll. Beda bukan?
Misal produknya Batik. Brand apa yg terbersit di dalam benak Anda? Batik KERIS, DANAR HADI, atau pasar Klewer - Solo, batik Pekalongan, Mirota Batik - Jogja, Batik Trusmi - Cirebon? Masing-masing punya ciri khas, dan mungkin segmen yang berbeda.
Misal saya menyebutkan produk kuliner Pizza, merk/brand apa yg terbersit di benak Anda? Pizza Hut, Papa Ron's Pizza, Domino's Pizza, dll. Masing-masing juga punya ciri khas dan bahkan mungkin segmen yg berbeda pula.
Nah, bagaimana dengan bisnis Anda? Segmen dan Ciri khas produk Anda apa? Tulis minimal 3 hal!
Lakukan BRANDING Bisnis Anda sedini mungkin, supaya nggak "kerja dua kali". Karena bisnis tanpa BRAND, sama dgn org tanpa nama.
Dlm proses BRANDING, diawali dgn positioning atau kesan yg ingin ditancapkan di benak customer.
Sebagai contoh, produk Batik dgn segmen anak muda.
"Buat dinding pemisah" dgn produk lain melalui DIFERENSIASI, dan "perbesar jaraknya" (dgn pesaing) melalui INOVASI. DIFERENSIASI tdk selalu produk yg "nyleneh". Bisa juga jalur distribusi. Contoh, gerai batik tsb selalu didistribusikan melalui kampus2, atau komunitas anak muda lainnya.
Bbrp bulan yg lalu, ada gadget yg marketing-nya tdk melalui iklan yg gencar, tp melalui komunitas KASKUSERS. Dan sangat efektif, sampe inden pemesanannya. Knp kaskusers? Karena "image" Kaskusers sebagai org yg "melek" thd teknologi.
Dalam BRANDING tdk ada FORMULA PASTI, karena market selalu DINAMIS, tdk ada rumus pasti! Kecuali KONSISTENSI thd ciri khas dan KOMUNIKASI dgn customer.
Konsitensi ciri khas produk bukan berarti produk yg "sama", tp mengikuti tren pasar di Target segmen yg sama. Contoh di atas, batik segmen Anak muda, ciri khas tetap batik, tapi disain bisa ikuti mode sesuai tren terkini. Misal jersey dgn kombinasi Batik, utk anak muda penggemar bola. Atau kemeja batik dgn tren model fashion tertentu yg sdg "ngehits".
Konsistensi Target Market sgt penting, kecuali kepuasan market yg "menggeser" Brand tsb utk lebih lebar/luas. Tidak berlaku sebaliknya. Jika si pemilik brand menggeser segmen nya, biasanya, segmen yg lama tdk mau lagi memakai produk tsb, karena "jatidiri"nya telah hilang.
Jadi, jika ingin membidik segmen pasar yg beda, sgt disarankan membuat Brand baru, shg segmen yg lama tetap "bangga" dgn perbedaan tsb. Minimal, "Nama Varian" produk yg berbeda. Contoh: Toyota dgn produknya Kijang dan Avansa.
Atau, bisa juga untuk membidik Segmen yg lebih besar, Toyota menciptakan Lexus utk segmen yg lebih tinggi, dan menggandeng Daihatsu utk segmen yg berbeda pula.
Sering saya ditanya: "Coach, saya kan cuma jualin produk org lain, alias McLaren?
Jawab: "Mbak tau Matahari, Carrefour, Indomaret? Siapa mereka? Apa produk mereka?
Yaa.. Mereka adlh "McLaren" yg punya SISTEM, Jaringan, dan Reputasi! Apakah mereka langsung besar spt itu? Mereka membangun dari 1 outlet ke outlet yg lain. Mereka membangun Jalur distribusi, Sistem, Orang, dll. Mereka membangun jalur pipa, bukan "ngangsu" (= ngambil air dgn ember) setiap hari.
Nah, sekarang Anda bayangkan, khususnya yg belum punya merk yang terdaftar, Omset sudah membesar, kemudian saat Anda akan mendaftarkan merk tsb ternyata sudah dipakai org lain. Atau ada org lain yg menuntut "merk Anda", yg ternyata sudah didaftarkan oleh orang lain. Masih untung kalau cuma diminta ganti nama, kalo si "empunya merk" menuntut lebih besar? Hmm.. (•ิ_•ิ)?
OK, itu sekilas tentang PENTINGNYA Merk/Brand... Semoga bermanfaat..
By : Dania Setiabudi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar